logo-website
Senin, 11 Mei 2026,  WIT

Warga Sipil Tewas di Tembagapura, BADKO HMI Papua Soroti Operasi Aparat

Insiden penembakan yang menewaskan seorang warga sipil dan melukai dua lainnya di Distrik Tembagapura kembali memicu sorotan terhadap perlindungan masyarakat sipil di Papua.

Papuanewsonline.com - 11 Mei 2026, 19:06 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Ketua Bidang Hukum dan HAM BADKO HMI Papua, Febri Setiawan Tansir.

Papuanewsonline.com, Mimika – Seorang warga sipil bernama Nemia Zanambani dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak dalam operasi aparat keamanan di Distrik Tembagapura pada Senin, 2 Maret 2026. Selain korban meninggal dunia, dua warga sipil lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka. Informasi yang dihimpun dan telah dipublikasikan menyebutkan bahwa beberapa anak turut diamankan dan dibawa ke markas militer setempat.


Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Bidang Hukum dan HAM BADKO HMI Papua, Febri Setiawan Tansir pada 10 Mei 2026 menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang terjadi.

“Sudah seharusnya rakyat hidup tanpa rasa takut terhadap keselamatan jiwanya. Namun hingga hari ini masyarakat masih dihantui ketakutan dan rasa tidak aman dalam menjalani kehidupan,” tegasnya.

Ia menilai pemerintah perlu lebih memprioritaskan perlindungan terhadap masyarakat sipil, bukan hanya menitikberatkan pada pendekatan stabilitas keamanan semata.

Menurutnya, peristiwa ini bukan kali pertama warga sipil yang tidak bersenjata menjadi korban dalam konflik bersenjata di Papua. Ia mempertanyakan mengapa masyarakat sipil selalu menjadi pihak yang paling dirugikan setiap kali operasi keamanan berlangsung.

“Pertanyaannya sederhana namun mendesak, mengapa rakyat sipil selalu harus membayar mahal dalam setiap operasi keamanan? Tugas negara adalah melindungi seluruh warganya, bukan membiarkan mereka hidup dalam bayang-bayang teror dan ketakutan,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang korban sipil dalam konflik bersenjata di Papua. BADKO HMI Papua Bidang Hukum dan HAM menegaskan bahwa negara tidak boleh terus berlindung di balik alasan stabilitas keamanan apabila keselamatan masyarakat sipil tidak dapat dijamin.

“Stabilitas tanpa perlindungan terhadap rakyat adalah kegagalan negara. Setiap nyawa sipil yang melayang menjadi bukti bahwa pendekatan yang selama ini digunakan perlu dievaluasi secara serius,” lanjutnya.

Mereka juga mendesak pemerintah dan aparat terkait untuk bertanggung jawab serta melakukan penanganan yang adil dan transparan terhadap peristiwa tersebut.

“Atas nama kemanusiaan, kami turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Kami juga mendoakan korban yang mengalami luka-luka agar segera diberikan kesembuhan,” tutupnya.

 

Penulis: Abim

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE