Warga Serbu Kantor Dinas DPMK Mamberamo Tengah, Polisi Turun Langsung Amankan Situasi
Aksi ini dipicu akibat Dana Kampung yang diterima oleh masyarakat tidak sesuai dan tidak adanya sosialisasi dari Pendamping dana Desa.
Papuanewsonline.com - 10 Jun 2023, 14:12 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Jayapura
- Kepolisian Resor Mamberamo Tengah saat ini sedang melakukan penjagaan ketat di sekitaran Kantor Dinas DPMK Kabupaten Mamberamo Tengah, Distrik Kobakma, Jumat (9/6).
Dengan dibantu Aparat TNI dan Perwakilan Pemerintah Daerah,
Penjagaan tersebut dilakukan seusai massa melakukan aksi protes secara spontan
hingga merusak bangunan serta fasilitas Kantor Dinas DPMK Kabupaten Mamberamo
Tengah.

Kapolres Mamberamo Tengah Kompol Sudirman menyebutkan, aksi
protes tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIT hingga 14.00 WIT, dilakukan
oleh sekitar 300 orang yang terdiri dari 5 Ditrik yakni Kelila, Ilugwa,
Eragayam, Kobakma, dan Megambilis akibat Dana Kampung yang dibagikan tidak
sesuai.
“Aksi ini dipicu akibat Dana Kampung yang diterima oleh
masyarakat tidak sesuai dan tidak adanya sosialisasi dari Pendamping dana Desa
dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) kepada masing-masing Kepala
Kampung tentang pemberlakuan penggunaan dana Desa sesuai PERMENDES,” ungkapnya.
Menurutnya, akibat adanya hasutan oleh oknum masyarakat sehingga mengajak warga lainnya untuk melakukan protes dan menyebabkan beberapa bagian kantor mengalami kerusakan seperti jendela dan bagian pintu kantor.

“Setelah kami melakukan mediasi, masyarakat menerima dan
kembali ke kediaman masing-masing namun dengan tuntutan hal ini dapat
dibicarakan oleh Plt. Bupati Mamberamo Tengah Yonas Kenelak S.Sos guna tidak
diberlakukannya pembagian dana program sesuai PERMENDES sehingga dana yang
diterima sesuai dengan utuh,” ujar Kapolres.
Diakhir penyampaiannya, Kompol Sudirman menghimbau kepada
masyarakat agar tidak mudah terhasut oleh oknum sehingga kembali melakukan
aksi-aksi yang dapat merugikan diri sendiri dn orang lain dan membuat kekhawatiran
ditengah masyarakat.

“Kami meminta masyarakat untuk dapat bersabar dan menunggu
keputusan Pemerintah Daerah dan selanjutnya akan dipertemukan kembali untuk
mencapai keputusan bersama. Oleh karena itu, kami juga menghimbau kepada
masyarakat agar tidak melakukan aksi yang dapat membuat kegaduhan di Kabupaten
Mamberamo Tengah,” tegasnya. (PNO-12)