logo-website
Senin, 17 Agu 2026,  WIT

TPNPB-OPM Klaim Serang Pos Koramil Hitadipa Intan Jaya

TPNPB-OPM mengklaim telah melakukan penyerangan terhadap Pos Koramil di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Minggu malam, 16 Agustus 2026.

Papuanewsonline.com - 17 Agu 2026, 10:59 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Dokumentasi

Papuanewsonline.com, Intan Jaya - Kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah melakukan penyerangan terhadap Pos Koramil di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Minggu malam, 16 Agustus 2026.

Klaim tersebut disampaikan melalui Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB tertanggal Senin, 17 Agustus 2026, yang disebarkan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.

TPNPB menyebutkan penyerangan dilakukan oleh pasukan di bawah pimpinan Mayor Aibon Kogoya. 

Dalam laporan Disebutkan terjadi baku tembak dengan aparat militer Indonesia yang mengakibatkan klaim sejumlah aparat luka tembak dan Pos Koramil dibakar.

Hingga pukul 10.00 WIT Senin, 17 Agustus 2026, tidak ada konfirmasi resmi dari pihak Kodam XVII/Cenderawasih, Polda Papua Tengah, maupun Pemkab Intan Jaya terkait kebenaran insiden tersebut, jumlah korban, maupun kondisi bangunan pos.

Pola serangan terhadap Pos Koramil Persiapan Hitadipa memang bukan pertama kali. Data historis menunjukkan pos tersebut pernah diserang pada September 2020 dan menjadi salah satu titik kontak tembak paling sering di Intan Jaya.

Dalam siaran pers yang sama, terdapat pernyataan bermuatan politik yang menargetkan peringatan HUT RI ke-80 pada 17 Agustus 2026. Pihak TPNPB menyatakan tidak mengakui perayaan tersebut di Tanah Papua dan menyampaikan ancaman serius terhadap warga sipil, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan anggota DPR yang terlibat dalam kegiatan HUT RI di Intan Jaya.

Redaksi tidak mengutip secara utuh kalimat ancaman tersebut demi keselamatan publik, namun substansinya adalah ancaman penembakan mati terhadap warga sipil yang dianggap sebagai mata-mata.

Berita ini ditulis berdasarkan prinsip cover both sides dan verifikasi. Semua klaim korban dan pembakaran adalah klaim sepihak TPNPB-OPM dan belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi.


Penulis: Hendrik

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE