TPNPB Nyatakan Penolakan terhadap Pertemuan Presiden Prabowo dengan Pejabat Papua
Siaran pers Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat menilai agenda pertemuan di Istana Negara tidak menyentuh akar konflik bersenjata dan persoalan hak asasi manusia yang telah berlangsung puluhan tahun di Tanah Papua
Papuanewsonline.com - 18 Des 2025, 12:13 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Jakarta — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menyatakan penolakan tegas terhadap rencana pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan pejabat-pejabat Papua yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada 18 Desember 2025.
Melalui siaran pers resminya, TPNPB menilai bahwa pertemuan
tersebut tidak akan menyelesaikan konflik bersenjata maupun pelanggaran hak
asasi manusia yang disebut telah berlangsung selama puluhan tahun di Tanah
Papua. Menurut pernyataan tersebut, pendekatan yang ditempuh pemerintah dinilai
belum menyentuh akar persoalan yang sesungguhnya.
TPNPB juga menyatakan sikap penolakan terhadap seluruh
agenda pembangunan dan program unggulan pemerintah pusat di Papua. Dalam
pernyataan tersebut, kelompok ini menegaskan kesiapan untuk membatalkan
program-program tersebut dan mengambil tindakan terhadap pejabat Papua yang
dinilai terlibat dalam perpanjangan kekuasaan negara di wilayah Papua.
Dalam siaran pers itu, TPNPB menyampaikan pandangannya bahwa
persoalan Papua tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan infrastruktur
dan ekonomi, melainkan merupakan konflik politik dan sejarah yang harus
diselesaikan secara menyeluruh.
“Persoalan Papua bukan hanya soal pembangunan, tetapi
persoalan konflik yang harus diselesaikan antara orang Papua, Pemerintah
Indonesia, Belanda, Amerika, dan PBB, serta sejarah Papua harus diluruskan,”
kata Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM.
Lebih lanjut, TPNPB menuntut agar pemerintah pusat
menyelesaikan konflik bersenjata yang terjadi antara TPNPB dan militer
Indonesia melalui mekanisme yang dianggap adil dan terbuka. Selain itu, mereka
juga menyoroti dugaan pelanggaran HAM yang diklaim masih terjadi di berbagai
wilayah Papua.
TPNPB dalam pernyataannya juga meminta agar lembaga-lembaga
hak asasi manusia internasional diizinkan masuk ke Papua untuk memberikan
bantuan kemanusiaan kepada warga sipil yang terdampak konflik.
Pernyataan ini kembali menegaskan sikap politik dan keamanan
TPNPB yang menolak pendekatan pembangunan tanpa penyelesaian konflik, sekaligus
memperlihatkan dinamika ketegangan yang masih berlangsung terkait isu Papua di
tingkat nasional.
Penulis: Hendrik
Editor: GF