logo-website
Minggu, 02 Agu 2026,  WIT

Tidak Ada Guru! Siswa SD-SMP Negeri Demba di Kabupaten Waropen Terlantar

Karena Tidak Ada Guru, Warga Palang Sekolah di Distrik Demba Kabupaten Waropen

Papuanewsonline.com - 01 Agu 2026, 10:22 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Papuanewsonline.com, Waropen-,

Negara absen total di Demba Kabupaten Waropen, Provinsi Papua, dimana di SD dan SMP tidak ada Pendidikan karena guru menghilang, sehingga ada pembiaran anak-anak suku darat dibiarkan bodoh. 

Puncaknya, Keluarga Besar Suku Kofei Noshao mengambil langkah ekstrem dengan  memalang  Gedung SMP Negeri Demba dan SD Negeri Demba, Distrik Demba, Kabupaten Waropen.

Pemalangan ini bukan aksi liar. Ini adalah jeritan terakhir orang tua yang melihat anaknya ditelantarkan oleh negara.

Hal itu ditegaskan langsung dalam pernyataan terbuka warga masyarakat  yang diterima media ini, Sabtu (1/8/2026).

"Kami Keluarga Besar Suku Kofei Noshao, mengambil tindakan pemalangan tersebut dikarenakan proses belajar mengajar hampir sama sekali tidak berlangsung," tegas perwakilan keluarga.

Di tengah maraknya isu palang-memalang bermotif uang di Papua, Suku Kofei Noshao menegaskan bahwa aksi tersebut murni untuk pendidikan demi generasi penerus mereka. 

"Tidak ada permintaan uang sepeser pun. Tidak ada kepentingan proyek, kami minta guru-guru segerah kembali mengajar anak-anak kami," ucap Warga.

Kata Warga Satu-satunya tuntutan mereka hanya satu, hadirkan Guru di kelas.

Mereka menuntut Bupati Waropen dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waropen berhenti tutup mata, dan  Segera perintahkan semua guru yang sudah menerima SK dan yang sudah menerima gaji di SMP Negeri Demba dan SD Negeri Demba untuk kembali ke tempat tugas. Bukan makan gaji buta di kota.

"Kami punya anak-anak suku darat butuh pendidikan. Kami cuma mau, anak-anak generasi Suku Noshao Nohia Dama, bisa mendapatkan pendidikan yang layak seperti di daerah lain," ujar warga dengan nada kecewa.

Bagi mereka, memalang sekolah adalah pilihan paling pahit. Lebih baik sekolah dipalang daripada gedung ada, papan nama ada, tapi anak-anak tidak pernah belajar.

SEKOLAH NEGERI BARU 2 TAHUN, SUDAH MATI SURI

Ironisnya, berdasarkan data resmi Kemendikdasmen, SMP Negeri Demba dan SD Negeri Demba yang terletak di Desa Fafai / Jl. Trans Waropen, Kecamatan Demba itu baru berdiri sejak 09 Maret 2023.

Sekolah baru berumur 2 tahun, namun sudah mati suri. Dibiarkan tanpa guru, tanpa proses belajar.

Ini adalah potret telanjang penelantaran pendidikan di wilayah pedalaman Waropen. Anak-anak generasi Noshao Nohia Dama terancam menjadi generasi hilang karena hak dasarnya dirampas.

Hingga berita  ini diturunkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waropen bungkam . Belum ada satu pun keterangan resmi, klarifikasi, maupun janji untuk mengirim guru kembali ke Demba.

Namun pertanyaan sederhana Negara mau sampai kapan membiarkan anak-anak di Demba terus dipalang masa depannya?

Penulis: Hendrik

Editor.  : Of

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE