Revolusi Dari Kampung: Prabowo Genjot 30 Ribu Kopdes & 5 Ribu Jembatan Untuk Kuatkan Ekonomi
Presiden Prabowo Subianto memindahkan poros pembangunan ekonomi nasional ke desa. Dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD.
Papuanewsonline.com - 15 Agu 2026, 05:58 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memindahkan poros pembangunan ekonomi nasional ke desa. Dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026, ia menyatakan desa bukan lagi objek, melainkan subjek utama penggerak ekonomi.
Pidato itu disampaikan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026.
"Kekuatan Ada di Kampung Halaman"
Prabowo menyebut wajah ekonomi Indonesia sesungguhnya ada di pelosok. Bukan di gedung pencakar langit, tapi di tangan petani, nelayan, pedagang pasar, perajin, ibu-ibu kepala keluarga, hingga anak muda yang bertahan membangun usaha di kampung.
"Kekuatan ekonomi Indonesia berada di desa: pada petani kita, nelayan kita, pedagang kita, perajin, perempuan kepala keluarga, dan anak muda kita yang membangun usaha di kampung-kampung halaman," tegas Prabowo di hadapan anggota MPR, DPR, dan DPD.
3 Jurus Pemerintah: Jalan, Air, dan Koperasi
Untuk membuat desa berdaya, pemerintah menjalankan 3 strategi utama.
Pertama, buka isolasi dengan infrastruktur. TNI telah membangun 2.500 jembatan desa. Polri menyusul dengan 874 jembatan. Targetnya gila-gilaan: lebih dari 5.000 jembatan desa harus tembus hingga akhir 2026.
Kedua, penuhi kebutuhan dasar. Dalam 8 bulan pertama tahun ini, TNI sudah mengebor 3.000 titik air bersih di desa-desa.
Ketiga, kuatkan kelembagaan ekonomi rakyat. Senjata utamanya adalah Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Data terbaru: 10.000 Kopdes sudah berdiri, 3.300 di antaranya sudah jalan dan menghasilkan. Target akhir tahun: 30.000 koperasi beroperasi optimal di seluruh Indonesia.
"Koperasi adalah alat agar petani tidak berjalan sendiri, nelayan juga tidak berusaha sendiri, dan desa memiliki daya tawar dan daya tarik ekonomi," kata Prabowo.
Gerindra: Ini Jawaban Atas Ketimpangan
Juru Bicara Partai Gerindra, Astrio Feligent, menyebut pidato ini sebagai laporan pertanggungjawaban langsung presiden kepada rakyat.
Ia menilai fokus ke desa adalah jawaban pemerintah atas tantangan global dan kesenjangan. "Presiden Prabowo sangat concern dengan pemerataan ekonomi. Beberapa tahun terakhir ekonomi kita bisa tumbuh di atas 5%, tapi manfaatnya harus sampai ke bawah," ujar Astrio.
Ia menambahkan, pemerintah masih mengawal ketat persoalan kemiskinan. Karena itu, agenda desa dan koperasi ditempatkan sebagai prioritas agar pertumbuhan ekonomi tidak berhenti di kota besar saja.
Penulis: Hendrik
Editor: OF