logo-website
Sabtu, 14 Mar 2026,  WIT

Puskesmas Timika Catat 7.233 Kasus Malaria Tahun 2025, Jadi Penyakit dengan kasus Terbanyak

Puskesmas Timika mencatat sebanyak 7.233 kasus malaria yang terdeteksi sepanjang tahun 2025

Papuanewsonline.com - 13 Mar 2026, 23:19 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Ilustrasi.

Papuanewsonline.com, Timika – Puskesmas Timika mencatat sebanyak 7.233 kasus malaria yang terdeteksi sepanjang tahun 2025, menjadikannya penyakit dengan jumlah kasus terbanyak yang ditangani dibandingkan penyakit lainnya. Kepala Puskesmas Timika Moses Untung menyampaikan bahwa selama periode tersebut, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 411.768 pasien dari berbagai wilayah kerja.


"Dari total pemeriksaan yang dilakukan, sebanyak 7.233 pasien dinyatakan positif mengidap malaria," ujarnya

Menurut Moses, jumlah kasus tahun 2025 sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini sebagian besar dipengaruhi oleh perluasan cakupan pemeriksaan yang membuat lebih banyak kasus berhasil teridentifikasi.

Selain faktor lingkungan dan rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat hingga tuntas juga menjadi permasalahan utama. Berdasarkan hasil evaluasi, sekitar 80 persen pasien mengaku pernah terkena malaria dalam tiga bulan terakhir namun tidak menyelesaikan pengobatan sesuai anjuran.

"Kepatuhan yang rendah ini berpotensi menyebabkan kekambuhan dan penyebaran penyakit lebih luas," tambahnya.

Wilayah kerja Puskesmas Timika mencakup lima kelurahan dan satu kampung di Distrik Mimika Baru, yaitu Kelurahan Kebun Siri, Kwamki Baru, Koperapoka, Dinggo Narama, Otomona, serta Kampung Nayaro. Kelurahan Kebun Siri menduduki peringkat pertama dengan jumlah kasus tertinggi sebanyak 3.732 kasus, atau sekitar 52 persen dari total kasus di wilayah kerja puskesmas.

Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Mimika memperkuat upaya penanggulangan melalui Program Tanggulangi Eliminasi Malaria dengan fokus pada pemeriksaan darah, pengobatan, dan pemantauan kepatuhan pengobatan sampai tuntas.

"Target kami tahun ini adalah mencapai dua juta pemeriksaan malaria untuk seluruh wilayah Mimika," ungkap Moses dengan penuh tekad.

Selain itu, juga dilakukan pemetaan lokasi potensial sebagai sarang perkembangbiakan nyamuk penyebab malaria.

Selain malaria, Puskesmas Timika juga mencatat sejumlah penyakit lain dengan kasus yang cukup tinggi.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit terbanyak kedua dengan total 3.890 kasus sepanjang 2025, sedangkan kasus Tuberkulosis tercatat sebanyak 400 kasus.

Untuk penyakit tidak menular, kunjungan pasien dengan Hipertensi mencapai 1.624 kasus, dan Diabetes Melitus sebanyak 1.333 kasus selama tahun yang sama.

"Kami berharap dengan berbagai program yang digalakkan, tidak hanya kasus malaria yang dapat ditekan, namun juga penyakit-penyakit lain yang menjadi beban kesehatan masyarakat," pungkas Moses.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE