logo-website
Rabu, 01 Apr 2026,  WIT

Pondok Pesantren Ummahatul Mukminin Al-Akbar Timika, Cetak Generasi Penghafal Al-Qur’an

Pondok Pesantren Ummahatul Mukminin Al-Akbar hadir menjawab minimnya lembaga tahfidz di Timika dengan metode Mutqin, menekankan kekuatan hafalan dan konsistensi murajaah

Papuanewsonline.com - 31 Mar 2026, 23:08 WIT

Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya

Sekretariat Pondok Pesantren Putri Ummahatul Mukminin Al-Akbar Timika.

Papuanewsonline.com, Timika – Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam memerlukan upaya untuk menjaga kemurnian, memahami kandungannya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara yang efektif untuk menjaga kemurniannya adalah dengan menghafalkan ayat-ayat sucinya.

Namun, di wilayah Timika, Papua, keberadaan lembaga pendidikan yang berfokus pada pembinaan hafalan Al-Qur'an (tahfidzul Qur'an) masih tergolong minim. Hal ini menjadi keprihatinan bagi pewakaf tanah dan pendiri pondok, yang kemudian menginisiasi pendirian sebuah lembaga pendidikan khusus untuk tahfidz Al-Qur'an. (31/3/2026)

Berdasarkan kepedulian tersebut, pada tahun 2020 lahirlah Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ummahatul Mukminin Al-Akbar sebagai wadah untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.

Pondok pesantren ini didirikan atas dasar visi dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan berbasis Al-Qur'an di Timika. Dengan visi untuk mewujudkan generasi yang mencintai dan mengamalkan kandungan Al-Qur'an, pondok ini menetapkan tiga misi utama: mencetak generasi Islam yang mencintai Al-Qur'an, menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, serta membentuk santri yang berakhlak mulia.


Keunggulan pondok terletak pada pembinaan hafalan Al-Qur'an yang kuat, pembentukan akhlak yang baik berlandaskan nilai-nilai Islam, dan integrasi antara hafalan dengan pengamalan dalam keseharian santri.

Metode pembelajaran yang diterapkan adalah metode Mutqin, yang menekankan pada kekuatan hafalan dan konsistensi dalam menjaga hafalan yang telah dipelajari. Metode ini mencakup tiga komponen utama: murajaah dan tikrar (pengulangan hafalan secara terus-menerus), talaqqi/tasmi’ (setoran hafalan kepada guru untuk disimak langsung), serta ziyadah (penambahan hafalan baru secara bertahap).

Ada aturan khusus di pondok ini: setiap santri yang telah menghafal 3 juz wajib menyetorkan seluruh hafalan dalam satu kali duduk tanpa melihat mushaf. Setelah lulus, mereka dapat melanjutkan hafalan berikutnya.

Ketika telah menambah 3 juz lagi, santri akan melakukan tasmi’ 3 juz baru tersebut, kemudian dilanjutkan dengan tasmi’ gabungan sebanyak 6 juz (3 juz sebelumnya dan 3 juz baru). Proses ini diulang secara berkelanjutan hingga santri berhasil menghafal seluruh 30 juz Al-Qur'an.

Pondok pesantren secara rutin mengikuti perlombaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) dan Musabaqah Higdzil Qur'an (MHQ) setiap tahunnya.

Alhamdulillah, para santri telah membawa pulang berbagai prestasi gemilang baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Selain itu, dengan metode Mutqin yang diterapkan secara selektif, proses pembinaan menghasilkan santri yang benar-benar kuat dalam hafalan.

Pendiri pondok, KH. Andi Ahmad Jaya, mengungkapkan bahwa pada tahun ini terdapat beberapa santri yang akan menyelesaikan hafalan 30 juz (khatam kubro), dengan beberapa santri lainnya diproyeksikan menyusul pada tahun berikutnya.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE