logo-website
Kamis, 27 Agu 2026,  WIT

PMI Papua Perkuat Kapasitas Relawan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial

Pemerintah Provinsi Papua meminta Palang Merah Indonesia memperkuat kesiapan dan kemampuan para relawan guna menghadapi potensi bencana alam maupun konflik sosial yang terjadi di wilayah ini.

Papuanewsonline.com - 27 Agu 2026, 09:49 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Dokumentasi

Papuanewsonline.com, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua meminta Palang Merah Indonesia memperkuat kesiapan dan kemampuan para relawan guna menghadapi potensi bencana alam maupun konflik sosial yang terjadi di wilayah ini. Penguatan tersebut mencakup peningkatan kemampuan teknis, penyatuan sistem koordinasi, hingga penyusunan rencana tanggap darurat yang siap diterapkan secara cepat dan tepat di lapangan ketika keadaan darurat terjadi.

Arahan tersebut disampaikan Gubernur Papua Matius Fakhiri melalui sambutan yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, saat membuka Workshop Kemanusiaan bertajuk “Markas Tangguh, Relawan Siaga” di Jayapura, Rabu (26/8/2026). 

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus PMI beserta berbagai mitra kemanusiaan yang bergerak di bidang pelayanan kemanusiaan di tanah Papua.

Gubernur menjelaskan bahwa karakteristik kondisi geografis serta dinamika sosial di Papua menuntut kesiapan yang matang dari seluruh unsur pelayanan kemanusiaan. 

Masyarakat yang menjadi korban bencana maupun konflik membutuhkan pelayanan yang hadir secara cepat, aman, tepat, dan tetap menjaga martabat kemanusiaan. 

Oleh karena itu, kemampuan relawan tidak cukup hanya sebatas keterampilan evakuasi dan pertolongan pertama, melainkan juga harus memahami prinsip dasar Gerakan Palang Merah serta prosedur keselamatan dalam menjalankan tugas di tengah situasi sulit.

Selama berlangsungnya workshop, peserta mendalami berbagai materi penting meliputi kerangka kerja akses aman, manajemen posko penanggulangan bencana, rantai komando, asesmen kebutuhan, penanganan logistik, sistem komunikasi, hingga pelaporan. 

Peserta juga berlatih melalui simulasi taktis dan menyusun rencana kerja tindak lanjut. 

Gubernur meminta agar hasil kegiatan ini benar-benar melahirkan peningkatan kemampuan yang nyata, termasuk pembagian peran yang tegas antara pengurus, staf, dan relawan agar tidak terjadi tumpang tindih tugas saat bertugas.

Lebih lanjut, Gubernur Fakhiri juga mendesain terjalinnya koordinasi yang erat antara PMI tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota, yang didukung dengan rencana kontingensi dan operasi tanggap darurat yang siap dijalankan seketika. 

Sinergi pun perlu dibangun bersama TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat. 

“Ketika kedaruratan datang, kita harus sudah siap, terlatih, terkoordinasi, dan hadir untuk melayani masyarakat,” tegasnya.

Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE