Pj Bupati Mappi dan Dirut RSUP Dr. Wahidin Makasar Teken MoU Kerjasama Layanan Kesehatan Rujukan
Sebagai wujud komitmen dalam peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di kabupaten Mappi
Papuanewsonline.com - 07 Feb 2023, 17:44 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, MAPPI – Pemerintah Kabupaten Mappi berkomitmen meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Itu diwujudkan melalui kerjasama dengan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk memberikan layanan rujukan kepada masyarakat Mappi.
Hal itu dituangkan dalam
Perjanjian Kerjasama Pelayanan Kesehatan Rujukan yang ditandatangani oleh Pj
Bupati Mappi, Michael R. Gomar, S.STP., M.Si dengan Direktur Utama RSUP dr
Wahidin Sudirohusodo Makassar, Prof Dr dr Syafri Kamsul Arif, Sp.An-KIC, KAKV,
pada Selasa (7/2/2023) di Makassar.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pj
Bupati Mappi, Michael Gomar, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Mappi, dr. Ronny Herry Tombokan, Direktur Utama RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo
Makassar, Prof Dr dr Syafri Kamsul Arif, Sp.An-KIC, KAKV bersama jajaran
Direksi.
Pj Bupati Mappi, dalam
sambutannya menyampaikan rasa bangga dengan sambutan Direksi RSUP dr. Wahidin
yang membuka hati dan memberi kesempatan kepada Pemkab Mappi untuk menjalin
kerjasama pelayanan kesehatan rujukan.

Kata Pj Bupati Penandatangan
kerjasama ini berdasarkan hasil assessment dan juga koordinasi yang telah
dilaksanakan Kepala Dinas Kesehatan Mappi menindaklanjuti visi misi dan
kebijakan program prioritas Kabupaten Mappi. Dimana RSUP dr Wahidin dengan
prestasi yang sudah dicapai diyakini dapat memberikan jaminan mutu pelayanan
dan akses kesehatan kepada masyarakat Mappi.
“Pada kesempatan berbahagia ini,
izinkan saya Pj Bupati Mappi dan Kadis Kesehatan Mappi kami sampaikan apresiasi,
terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Bapak Direktur dan jajaran direksi
yang sudah memberikan pelayanan, membuka kesempatan sesuai dengan kebijakan
Menteri Kesehatan untuk membangun pelayanan kesehatan baik regional maupun
sampai urban area dan ini menjadi komitmen kita bersama untuk terus melakukan
pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Untuk menjalankan program ini,
Pemkab Mappi mengalokasikan anggaran yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus
(Otsus) untuk pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat khususnya orang
asli Papua dan masyarakat yang lahir dan besar di Mappi.
Pj Bupati menerangkan, kebijakan ini sesuai mandatori Pemerintah Pusat kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk mengalokasikan dana Otsus dan juga 20 persen APBD untuk pendidikan dan kesehatan.
" Anggaran inilah yang dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan agar
manfaat dan dampaknya benar-benar tepat sasaran. Kerjasama ini tentunya secara
berkala akan dilakukan penilaian dan evaluasi, sehingga Kekurangan yang belum
terselesaikan jadi bahan evaluasi baik bagi Pemkab Mappi mapun RSUP dr Wahidin
untuk dilakukan pembenahan," Terangnya.
PJ Bupati menegaskan, Sumber Dana
OTSUS TA. 2023, untuk biaya kerjasama layanan kesehatan rujukan Rumah Sakit
menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan dan untuk Rekomendasi dan Biaya Rujukan
kepada Pasien menjadi tanggung jawab RSUD Mappi.
“Kami berharap pelayanan
kesehatan rujukan melalui perjanjian kerjasama ini tentunya dapat memberi
manfaat bagi kita semua dan jadi pilot project kepada kabupaten/kota di Tanah
Papua yang belum menjalin kerjasama,” tuturnya.
Pj Bupati menerangkan, kerjasama
ini dilakukan mengingat keterbatasan yang dimiliki oleh RSUD Kabupaten Mappi
yang masih tipe D. Masih memiliki kekurangan yang harus dibenahi seperti tenaga
medis, dokter dan spesialis yang masih terbatas. Dan untuk melengkapi itu
membutuhkan waktu yang tentunya tidak singkat. Sementara pelayanan kesehatan
tidak bisa ditunda, sehingga Pemkab
Mappi mengambil kebijakan untuk bekerjasama dengan beberapa rumah sakit.
Selain dengan RSUP dr Wahidin Makassar, Pemkab Mappi juga akan menjalin kerjasama dengan beberapa rumah sakit dalam memberikan layanan Kesehatan Rujukan yakni, RSUD Merauke, RSUD Dok II Jayapura dan RS. Ortopedia Solo.
"Kami berharap kerjasama ini
terjalin dengan baik, masyarakat yang datang mendapatkan pelayanan dapat
dilayani dengan baik sehingga dapat sembuh dan kembali ke Mappi dengan
baik," tegasnya.
Dikesempatan yang sama, Direktur
Utama RSUP dr Wahidin Sudirohusodo Makassar, Prof Dr dr Syafri Kamsul Arif,
Sp.An-KIC, KAKV dalam sambutannya, mengapresiasi Pj Bupati Mappi dan jajaran
Pemkab Mappi yang sudah berinisiatif dalam rangka meningkatkan kemasalahan
pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Kabupaten Mappi.
Prof Syafri Kamsul menyatakan
kerjasama ini merupakan wujud tanggungjawab dari RSUP dr Wahidin dalam
menjalankan amanat dari Kementerian Kesehatan untuk menjadikan seluruh rumah
sakit vertikal bisa memberikan advokasi dan support kewilayahan dalam rujukan
pelayanan kesehatan dengan menjangkau semua daerah dari Aceh sampai Papua.
RSUP dr Wahidin yang berada di
Makassar, Sulawesi Selatan secara geografis kata Prof Syafri, bertanggungjawab
untuk wilayah timur Indonesia. Itu dilakukan secara perlahan salah satunya
dengan Pemkab Mappi.
“Kami sangat antusias bisa
melakukan misi ini karena ini adalah salah satu wujud dari tranformasi
kesehatan yang sudah dicanangkan sejak awal oleh Menteri Kesehatan. Beliau tak
henti-hentinya dengan semangat luar biasa ingin bagaimana supaya seluruh
kabupaten/kota di Indonesia bisa memberikan dampak yang maksimal pada
masyarakat yang ada di wilayahnya,” ujar Prof Syafri.
Prof Syafri menyebutkan kerjasama
ini tentunya, akan dimaksimalkan. Selain memberikan layanan prioritas, RSUP dr
Wahidin juga bersedia memberikan pendampingan dan advokasi terkait bagaimana
masyarakat dapat akses kesehatan maksimal. Bahkan RSUP memberi peluang untuk
membuka ‘kelas jauh’ pelayanan konsultasi kesehatan di Kabupaten Mappi. RSUP dr
Wahidin juga sudah melakukan rujukan Skrining Hipotiroid Kongenital pada bayi
baru lahir. Program yang dicanangkan oleh Kemenkes ini sudah dijalankan
mencakup 4 provinsi dan 17 kabupaten/kota di Sulawesi.
“Jadi atensi dari Kemenkes
bagaimana stunting bisa dikurangi. Kalau di daerah bagaimana angka kematian ibu
dan bayi bisa dikurangi. Ini bagian dari rujukan layanan Kemenkes yang
diharapkan bisa diperankan oleh faskes di daerah,” tutur Prof Syafri.
Ia menambahkan, RSUP dr Wahidin
sangat senang memberikan bantuan terkait layanan kesehatan dan menjadi konsen
sebagai institusi vertikal dari Kemenkes. Dimana sesuai arahan Menkes pada poin
ketiga yaitu bagaimana rumah sakit bisa termanfaatkan secara kewilayahan dan
memberikan support advokasi pada wilayahnya. RSUP dr Wahidin secara wilayah
mencakup sampai di Papua.
“Apa yang kita sudah lakukan hari
ini wujud dari implementasi apa yang disampaikan Menkes. Mudah-mudahan apa yang
kita lakukan siang ini memberikan impact dan kemasalahatan saudara-saudara kita
di Mappi sana, bagaimana hal-hal yang perlu dikomunikasikan dengan Kadis
Kesehatan secara teknis, kami akan bantu,” tandasnya. (Redaksi)