Hujan Deras, Gedung Mushola & Rumah Warga di RT 13 Gang Singa Raja Kabupaten Mimika Terendam Banjir
Papuanewsonline.com - 03 Des 2022, 16:51 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Timika- Hujan deras yang mengguyur kota Timika dalam dua hari ini, mengakibatkan perumahan warga Singa Raja dan Gedung Mushola , RT 13 Kelurahan Kebun Sirih, Kabupaten Mimika, Sabtu (3/12/2022), Sore. Terendam banjir karena luapan air.
Yang lebi menyedihkan, peristiwa ini setiap kali kota Timika diguyur hujan, namun belum ada perhatian serius dari Pemerintah Daerah.
Hal ini dibenarkan warga setempat saat ditemui sabtu soreh di kelurahan Kebun Siri.
Warga kembali mengeluhkan Kinerja Pemerintah Daerah karena dinilai tidak becus dalam menengani masalah genangan yang terjadi RT Setempat, Pasalnya kejadian ini bukan pertama terjadi, namun sudah berulang-ulang kali dirasakan masyarakat.
Ibu Hasnia Ohoirenan Warga RT 13 Saat ditemui di Lokasi kejadian, Tepat pukul 15.43 WIT pada Sabtu soreh, mengeluhkan kinerja Pemerintah Daerah baik dari Tingkat Paling Rendah sampai Tingkat Atas, karena tidak pekah dan tidak punya strategi Mitigasi dalam mengatasi masalah yang terjadi.
" Terendamnya gedung Mushola dan rumah warga disini bukan satu Tahun satu kali atau 5 Tahun sekali, tapi setiap hujan deras dengan durasi waktu diatas 2 jam saja disini sudah penuh dengan air, masa setiap hujan harus masyarakat urus banjir, lalu pemerintah ini kerja apa saja," Kesalnya.
Kata Hasnia, Warga singa raja sudah sering didatangi wartawan untuk meliput masalah banjir dan meluapnya air saat hujan deras, namun hingga kini, tidak ada satupun pejabat eksekutif maupun legislatif yang muncul untuk mencari solusi dalam penanganan masalah yang setiap saat dihadapi warga.
" Kami disini kalau sudah Banjir diatas 5 jam berarti harus siap-siap untuk mengungsi, karena memang tidak ada yang perduli dengan kondisi warga RT 13 Kelurahan Kebun Sirih ini, padahal setiap moment politik, selalu jual janji bagi masyarakat, namun ini faktanya, janji tinggal janji, parlente jalan terus," tegas Hasnia.
Hasnia berharap, agar keluhanya bisa didengar pemerintah Daerah baik Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob maupun Ketua DPRD, Anton Bukaleng, sehingga ada solusi yang efektif dalam menjawab persoalan yang terjadi.
" Kami berharap ini menjadi Banjir terakhir yang kami rasakan dan ke depan kami sudah tidak berurusan dengan banjir, Karena kami suda bosan bersuara terus tapi tidak ada yang perduli, Disini juga ada Masjid untuk kita pakai sholat, tapi kalau banjir terus, kita mau beribadah sholat dimana, Pemerintah tolong melihat hal ini," harap Hasnia.(Arifin)