Tim Medis Brimob Polri Jemput Bola Berikan Pelayanan Kesehatan Kepada Pengungsi Gempa Cianjur
Tim pelayanan kesehatan Brimob, kali ini menyambangi posko pengungsian korban gempa Cianjur di Kampung Panyaweuyan, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet. Kegitan itu sudah dimulai sejak pagi hari
Papuanewsonline.com - 26 Nov 2022, 15:46 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Cianjur- Pelayanan kesehatan dari Brimob Polri dilakukan kepada korban pengungsian gempa Cianjur di tiap poskonya. Pelayanan kesehatan itu berkeliling dari posko ke posko demi memastikan bantuan medis didapatkan para pengungsi tanpa harus bepergian ke ruma sakit.
Tim
pelayanan kesehatan Brimob, kali ini menyambangi posko pengungsian korban gempa
Cianjur di Kampung Panyaweuyan, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet. Kegitan itu
sudah dimulai sejak pagi hari.
Kadiv Humas
Polri Irjen Pol Dedi
Prasetyo menyatakan, banyak pengungsi yang mengantre untuk mendapatkan
pelayanan medis saat tim kesehatan Brimob datang ke sana. Di sana, obat-obatan
juga diberikan secara gratis sesuai dengan keluhan para pengungsi.
“ Mereka
mengantre untuk mendapatkan pelayanan medis. Ini tandanya memang kebutuhan
medis mereka perlukan, tetapi untuk menjangkau sentra pelayanan medis mungkin
saja kesulitan karena faktor kendaraan atau
jarak yang jauh. Oleh karenanya, upaya jemput bola dari tim medis Brimob
ini seperti ditunggu-tunggu,” kata Dedi dalam keterangan resmi yang diterima Papuanewsonline.com, Sabtu (26/11).
Pelayanan
ini, kata Dedi, dipimpin oleh Iptu Haikal selaku dokter di tim medis Brimob
Polri. Setiap kunjungan, dikerahkan 10 personel untuk memberikan pelayanan
medis tersebut.
Menurut
Dedi, dengan adanya upaya jemput bola ini, dapat mempermudah juga pertolongan
bagi pengungsi yang memang penting dan harus dibawa ke rumah sakit.
“Ini pasien
didominasi Lansia, Ibu, dan Anak,” tuturnya.
Lebih lanjut
Dedi mengungkapkan, tim Brimob Polri akan berupaya menjangkau semua lokasi,
bahkan desa terisolir. Karena tak dipungkiri, hingga kemarin (25/11), masih
terdapat pengungsi yang ternyata kondisinya semakin parah dan harus dilarikan
ke rumah sakit.
Untuk
diketahui, data BNPB hingga Jumat (25/11) sore mencatat, ada 110 titik pengungsian
yang tersebar di 15 kecamatan terdampak gempa, perinciannya yakni 57 titik
pengungsi terpusat dan 53 titik pengungsian mandiri. Lokasi pengungsian dibagi
dalam kapasitas besar yang mencakup 200-500 orang atau kapasitas kecil dengan
menampung 5-10 orang.(Redaksi)