BREAKING NEWS
Diduga Dua Gedung Casino di Lubuk Baja Batam Milik Akao, Berkedok Ruko di Atas Dapur MBG
Wujud Toleransi, Umat Katolik Hadir di Puncak Peringatan 666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua
TPNPB Pimpinan Egianus Kogoya Mengaku Bertanggungjawab Atas Penembakan di Lokasi Festival Walesi
Seskab Teddy Tempuh 2 Jam ke Curug, Temui Anak Putus Sekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8
Dari Bumi Cenderawasih, Baleg DPR Serap Aspirasi Lintas Sektor untuk RUU Masyarakat Adat
KPK Pulihkan Aset Negara Rp289 Miliar di Semester I 2026, Perkuat Efek Jera Koruptor
Jubir TPNPB Buka Suara Soal Penembakan di Pintu Masuk FBLB Wamena
Putri Didik Papua Harumkan Maluku di Kancah Nasional - MBI Kids 2026
Pemprov Papua Pegunungan: Laporan Ke KPK Tidak Berdasar, Siap Tempuh Jalur Hukum
Asrama Dipalang, Puluhan Mahasiswa Waropen Terlantar di Manokwari
Pesawat Caravan PK-SNO Diberondong Tembakan Oleh OTK di Intan Jaya
Tim berhasil menemukan empat lubang pada sayap kiri pesawat Caravan PK-SNO, Serial No. 208B2375, yang diduga disebabkan oleh dua proyektil peluru yang menembus pesawat
Papuanewsonline.com - 18 Jul 2023, 16:04 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Tim Reserse Kriminal Polres Nabire, bekerja sama dengan Smart Aviation, melakukan olah (TKP) tempat kejadian perkara penembakan terhadap pesawat Caravan PK-SNO Serial No. 208B2375 yang digunakan PT Smart Cakrawala Aviation, yang ditembak OTK pada Selasa (18/7) pagi.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, memberikan konfirmasi mengenai peristiwa ini. Ia menyatakan bahwa Polres Nabire menurunkan personelnya untuk melakukan giat olah TKP yang dipimpin oleh Kaur Identifikasi, Anggota Sat Reskrim Polres Nabire, dan Anggota Polsubsektor Kawasan Bandara Nabire.
“Tim berhasil menemukan empat lubang pada sayap kiri pesawat Caravan PK-SNO, Serial No. 208B2375, yang diduga disebabkan oleh dua proyektil peluru yang menembus pesawat tersebut,” ucapnya.
Sementara itu, menurut informasi dari Kapolres Nabire, AKBP I Ketut Suarnaya, S.I.K., S.H, pesawat tersebut diawaki oleh Pilot M. Farhan F dan Co-Pilot Wahyu. Pesawat melakukan penerbangan awal dari Bandar Udara Timika Kabupaten Mimika menuju Bandar Udara Sugapa Kab. Intan Jaya.
“Setelah mengangkut tujuh personel Brimob, pesawat melanjutkan penerbangan ke Bandar Udara Wagete Kabupaten Deiyai dan Bandar Udara Nabire,” ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa penembakan diduga terjadi pada 18 Juli 2023 sekitar pukul 08.26 WIT, di sekitar Bandar Udara Pogapa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya.
“Dari Hasil Kordinasi, memang pada saat Pesawat melakukan pendaratan di Bandara Pogapa, Distrik Homeyo, Kab. Intan Jaya tepatnya di Ujung Bandara tedengar lebih dari 10 suara tembakan,” terangnya.
AKBP I Ketut menambahkan, hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung dan pihak Kepolisian belum dapat memastikan siapa pelaku dari penyerangan tersebut. Keterangan para saksi dan hasil olah TKP akan terus dikumpulkan untuk mendalami kasus ini.
“Perlu diketahui bahwa tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam kejadian ini, tim olah TKP tidak menemukan proyektil peluru yang diduga ditembakkan ke badan pesawat,” pungkasnya.
Kapolres Nabire, AKBP I Ketut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang dapat menimbulkan kepanikan sehingga dapat terjaga situasi yang aman dan damai selama proses penyelidikan berlangsung.(PNO/02)
Komentar
Berita Lainnya