Peringati Hari NTDs, Pj Bupati Mappi Terima Sertifikat Eliminasi Filariasis oleh Menteri Kesehatan
Michael R. Gomar, S.,STP.,M.,Si mengatakan penghargaan sertifikat eliminasi filariasis (kaki gajah) ini dipersembahkan untuk masyarakat Mappi dan juga sebagai motivasi untuk Dinas Kesehatan yang telah bekerja dengan luar biasa dalam penanganan eliminasi
Papuanewsonline.com - 21 Feb 2023, 22:37 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Pada Peringatan Hari NTDs, Pj Bupati
Mappi Menerima Sertifikat Eliminasi Filariasis oleh Menteri Kesehatan
Papuanewsonline.com, JAKARTA
- Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Mappi dalam menangani filariasis atau
penyakit gajah mendapat pengakuan dari Kementerian Kesehatan dalam bentuk
sertifikat eliminasi filariasis.
Serifikat diserahkan langsung
okeh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin kepada Pj Bupati Mappi, Michael R.
Gomar, S.STP., M.Si bertepat pada peringatan Hari Neglected Tropical Diseases
(NTDs) yang digelar di Krakatau Grand Ballroom Taman Mini Indonesia Indah
Jakarta, Selasa (21/3/2023).
Kabupaten Mappi merupakan satu-satunya
daerh di Provinsi Papua Selatan yang menerima sertifikat eliminasi filariasis
dari Kementerian Kesehatan. Sementara secara nasional, ada empat kabupaten lain
yakni Kabupaten Subang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Supiori dan Kota Bekasi.
Usai menerima sertifikat
eliminasi filariasis, Pj Bupati Mappi, Michael R. Gomar, S.,STP.,M.,Si mengatakan penghargaan sertifikat eliminasi
filariasis (kaki gajah) ini dipersembahkan untuk masyarakat Mappi dan juga
sebagai motivasi untuk Dinas Kesehatan yang telah bekerja dengan luar biasa
dalam penanganan eliminasi filariasis sejak tahun 2008.
Pj Bupati menyatakan komitmennya secara berkelanjutan dalam penanganan filariasis di Kabupaten Mappi. “Maka kami berkomitmen untuk memberikan dukungan kebijakan program kegiatan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pada tenaga kesehatan baik secara umum maupun secara khusus. Melalui APBD setiap tahun secara berkelanjutan,"kata Pj Bupati
"Sekali lagi atas nama
kepala daerah saya menyampaikan terimakasih atas kinerja yang telah dibuktikan
oleh Kepala Dinas kesehatan bersama
jajarannya, kami berharap ini akan terus menjadi motivasi dan terus
ditingkatkan kedepannya,"tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Mappi, dr. Ronny Herry Tombokan mengatakan pada tahun 2008 - 2012 Pemberian
Obat Pencegahan Masal (POPM) Filariasis
menjadi prioritas dari dinas Kesehatan Kabupaten Mappi.
Dimana Kabupaten Mappi adalah
satu kabupaten yang tergolong daerah endemis filariasis, pada tahun 2008
melalui Program Survey Pengambilan darah hapusan tebal pada waktu tertentu
menunjukan 60-70 % sampel darah yang diambil mengandung Mikrofilariasis
Khususnya daerah Kaibar, Citak Mitak dan Koroway Kombay, sehingga berdasarkan
survey tersebut Kabupaten Mappi wajib melaksanakan kegiatan Pemberian Obat
Pencegahan Massal (POPM Filariasis) selama 5 Tahun.
Kegiatan rutin menjadi atensi
dari Dinas kesehatan berbuah manis,
dimana pada tahun 2022. Pada Tahun 2022 tepatnya bulan Maret, TIM Kementrian
Kesehatan bersama Tim RTI dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua beranggotakan 8
orang, Tiba di Kabupaten Mappi dan melaksanakan survey dengan hasil jumlah
sampel minimal hasil SSB sebesar 1.555 sampel dengan cut-off atau batas kritis
adalah 18 sampel.
Jumlah sampel yang diperiksa
telah melebihi sampel minimal maka dapat dinyatakan bahwa survey telah memenuhi
kriteria. Hasil pengujian dengan FTS/Filaria Test Strip adalah keseluruhan
sampel yang diperiksa menunjukkan hasil 1569 sampel negative, 2 sampel positif
dari cluster SD Inpres Tukumau Distrik Tizain pada wilayah kerja Puskesmas
Kumaban.
Lebih jauh Kadis Kesehatan
menjelaskan bahwa adapun tahapan-tahapan yang terus dilakukan secara
berkelanjutan oleh dinas kesehatan Kabupaten Mappi
untuk menilai keberhasilan
dilakukan survei evaluasi mulai survei pra TAS 1, jika lolos lanjut Survei TAS
1, selanjutnya TAS 2 dan terakhir yang
TAS 3 pada tahun 2022.
“Jadi sertifikat eliminasi
diberikan sesudah semua syarat kriteria teknis yang ditentukan sudah tercapai,”
ungkapnya.
Selain penyerahan sertifikat
eliminasi filariasis, Kementerian Kesehatan juga turut memberikan sertifikat
bebas Frambusia kepada 103 Bupati/Walikota di Indonesia. (*)