Pangdam Trikora Tegaskan: Laporan Jujur dan Kecepatan Kunci Kesuksesan Cetak Sawah di Papua
Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, menegaskan pentingnya keterbukaan, kejujuran, dan kecepatan dalam pelaksanaan program Swakelola Cetak Sawah Rakyat.
Papuanewsonline.com - 22 Agu 2026, 13:41 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Merauke — Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, menegaskan pentingnya keterbukaan, kejujuran, dan kecepatan dalam pelaksanaan program Swakelola Cetak Sawah Rakyat Tahun Anggaran 2026 di wilayah Papua.
Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin Paparan Evaluasi perkembangan pekerjaan di Ruang Rapat Trikora Makodam XXIV/MT, Merauke, Papua Selatan.
Pangdam meminta seluruh pihak bekerja secara maksimal, melaporkan kondisi apa adanya, dan mempercepat penyelesaian sebelum cuaca berubah menjadi tidak bersahabat.
Pangdam menekankan bahwa setiap laporan harus menggambarkan kenyataan yang sebenarnya di lapangan, baik capaian yang telah diraih maupun kendala yang dihadapi.
“Laporkan secara objektif berapa capaian yang sudah dikerjakan dan berapa hasil yang benar-benar ada. Jangan sampai laporan tidak berbanding lurus dengan kondisi di lapangan,” tegas Frits.
Hal ini menyangkut pula urusan pembayaran lahan, uang muka pekerjaan, hingga persoalan teknis yang harus disampaikan secara terbuka dan tidak dipendam sendiri.
“Kalau ada kendala, segera sampaikan. Jangan dipendam sendiri. Kita cari solusinya bersama,” ujarnya mengingatkan semangat kerja sama tim.
Pangdam juga mengingatkan agar waktu yang masih mendukung segera dimanfaatkan sebaik-baiknya, mengingat pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan curah hujan dapat datang tiba-tiba dan menghambat seluruh proses pekerjaan di lapangan.
Dalam evaluasi yang berlangsung, sejumlah pelaksana memaparkan perkembangan masing-masing wilayah.
Hasil pengecekan pun masih menemukan beberapa kendala, seperti lahan yang belum sepenuhnya bersih dan pekerjaan yang belum sepenuhnya sesuai spesifikasi teknis.
Untuk meningkatkan keakuratan data, tim teknis mendorong penggunaan sistem pelaporan dan validasi bersama antara pelaksana dan pengawas lapangan agar tidak terjadi ketidaksesuaian.
Penulis: Jid
Editor: OF