logo-website
Kamis, 13 Agu 2026,  WIT

Operasi Militer di Yahukimo, TPNPB Klaim 8 Warga Ditangkap dan Ternak Ditembak Mati

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim aparat militer Indonesia menangkap 8 warga sipil dan menembak mati ternak warga dalam operasi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Papuanewsonline.com - 13 Agu 2026, 12:03 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Foto Ternak

Papuanewsonline.com, Yahukimo - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim aparat militer Indonesia menangkap 8 warga sipil dan menembak mati ternak warga dalam operasi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Klaim tersebut disampaikan melalui Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, Kamis, 13 Agustus 2026, yang ditandatangani Juru Bicara Sebby Sambom.

Dalam siaran pers itu, TPNPB menyebutkan operasi terjadi di Kompleks Braza, Distrik Dekai, pada 11-12 Agustus 2026 sekitar pukul 04.00 WIT. Laporan itu diklaim bersumber dari Pusat Informasi Staff (PIS) TPNPB di Kota Dekai.

TPNPB menyampaikan tiga poin utama:

1. Penangkapan warga sipil: Delapan warga sipil ditangkap saat sedang tertidur di tengah bunyi tembakan.

2. Ternak mati: Satu ekor babi milik warga tewas akibat terkena peluru.

3. Pelaku operasi: Operasi diklaim dilakukan oleh personel TNI dari satuan Marinir yang berada di pinggiran Sungai Braza, yang menurut TPNPB menjadi satu-satunya akses logistik dan pergeseran pasukan ke Kota Dekai.

Melalui siaran pers yang sama, KOMNAS TPNPB mendesak aparat menghentikan penangkapan sewenang-wenang, penembakan ternak, dan kekerasan terhadap warga sipil. Mereka juga meminta aparat mematuhi hukum humaniter internasional dan HAM dalam operasi di 36 Komando Daerah Pertahanan (Kodap) di Tanah Papua, serta menantang aparat untuk berhadapan langsung di markas TPNPB Kodap XVI Yahukimo di Jalan Gunung, pusat Kota Dekai.

Siaran pers tersebut mencantumkan jajaran pimpinan TPNPB-OPM sebagai penanggung jawab, yakni Jenderal Goliath Tabuni sebagai Panglima Tinggi, Letjen Melkisedek Awom sebagai Wakil Panglima, Mayjen Terianus Satto sebagai Kepala Staf Umum, dan Mayjen Lekagak Telenggen sebagai Komandan Operasi Umum.

Catatan Redaksi: Informasi ini sepenuhnya bersumber dari satu pihak, yakni siaran pers KOMNAS TPNPB-OPM. Redaksi belum memperoleh konfirmasi, klarifikasi, maupun pernyataan resmi dari pihak TNI, Polri, maupun Pemerintah Kabupaten Yahukimo terkait kebenaran peristiwa tersebut.

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE