Musrenbang Otsus & DTI 2027 Ditutup, 3 Bidang Utama Jadi Fokus Pembangunan Mimika 2027
Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Otonomi Khusus dan Dana Tambahan Infrastruktur tahun 2027 resmi ditutup
Papuanewsonline.com - 31 Mar 2026, 22:55 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Timika – Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) tahun 2027 resmi ditutup oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika Santy Sondang.
Dalam sambutan penutupnya, ia mengajak seluruh peserta untuk
menyampaikan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena seluruh
rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik hingga selesai. (31/3/2026)
"Diskusi, saran, dan berbagai masukan yang disampaikan
dalam forum ini merupakan bukti nyata bahwa kita semua memiliki komitmen dan
kepedulian yang besar terhadap pembangunan Kabupaten Mimika yang kita
cintai," ujarnya.
Santy menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada
seluruh pemangku kepentingan yang telah berperan dalam mengawal aspirasi
masyarakat dari tingkat bawah hingga forum kabupaten ini.
Melalui Musrenbang, seluruh pihak telah menyepakati arah
kebijakan pembangunan daerah untuk tahun 2027 beserta berbagai program
prioritas yang disetujui bersama.
Ia menegaskan bahwa dana Otsus bukan sekadar angka dalam
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan tanggung jawab besar
untuk menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat Mimika.
Sebagai hasil dari musyawarah tersebut, telah ditetapkan
tiga prioritas utama pembangunan yang akan menjadi fokus dalam APBD Tahun 2027.
Pertama, bidang Pendidikan dengan fokus pada pemberian beasiswa tepat sasaran
dan peningkatan fasilitas pendidikan di wilayah pesisir serta pedalaman. Kedua,
bidang Kesehatan yang akan difokuskan pada penurunan angka stunting dan
penguatan layanan kesehatan dasar hingga ke kampung-kampung terpencil.
Ketiga, bidang Ekonomi Kerakyatan melalui pemberdayaan Usaha
Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal agar masyarakat dapat
menjadi penggerak ekonomi di daerah sendiri.
Sebelum menutup kegiatan, Santy menyampaikan beberapa hal
penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh jajaran Organisasi Perangkat
Daerah (OPD).
Pertama, menjaga akurasi data dengan memastikan penerima
manfaat tepat sasaran berbasis data by name by address untuk menghindari
tumpang tindih atau penerima ganda.
Kedua, menjaga transparansi dengan mengelola dana Otsus
secara bertanggung jawab dan menghindari program berulang dengan sasaran yang
sama.
Ketiga, melakukan sinkronisasi agar seluruh hasil Musrenbang
selaras dengan rencana pembangunan provinsi dan pusat, sehingga dampaknya dapat
dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Penulis: Abim
Editor: GF