Ekonomi Lokal dan Digitalisasi Jadi Fokus Utama Musrenbang Mimika 2026
Bupati Johannes Rettob menegaskan pembangunan Mimika harus berbasis kebutuhan masyarakat, penguatan UMKM, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan
Papuanewsonline.com - 31 Mar 2026, 13:27 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Mimika — Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan yang strategis dan berkelanjutan dalam sambutan pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten yang digelar di Kantor Bappeda, Senin (30/03/2026).
Ia menyampaikan bahwa rangkaian perencanaan pembangunan
telah dimulai dari tingkat distrik, dilanjutkan dengan forum RKPD, hingga
Musrenbang kabupaten, yang selanjutnya akan berlanjut ke tingkat provinsi dan
nasional.
“Seluruh proses ini menjadi bagian penting dalam merumuskan
arah pembangunan yang terintegrasi dari daerah hingga pusat,” ujar Johannes.
Menurutnya, tema pembangunan nasional tahun ini berfokus
pada akselerasi ekonomi berbasis kearifan lokal serta penguatan digitalisasi.
Oleh karena itu, Mimika yang kaya akan sumber daya alam dan budaya harus mampu
mengoptimalkan potensi tersebut dalam perencanaan pembangunan.
Johannes menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan adalah
mewujudkan masyarakat Mimika yang sejahtera. Hal ini hanya dapat tercapai jika
masyarakat berada dalam kondisi sehat, cerdas, aman, dan damai, sehingga mampu
menjalankan aktivitas ekonomi secara optimal.
Ia juga mengungkapkan capaian positif pada tahun 2025, di
mana terjadi peningkatan sekitar 30 persen jumlah unit usaha kecil di Mimika.
Namun demikian, ia mengingatkan agar setiap program pembangunan benar-benar
berbasis kebutuhan riil masyarakat.
“Program yang disusun harus menjawab kebutuhan masyarakat,
bukan sekadar keinginan pemerintah,” tegasnya.
Dalam sektor infrastruktur, Johannes menekankan pentingnya
kesiapan sumber daya manusia. Ia mengingatkan agar pembangunan fasilitas
seperti sekolah dan layanan kesehatan harus diimbangi dengan ketersediaan
tenaga pengajar dan tenaga medis.
Selain itu, ia menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) untuk memberikan pendampingan intensif kepada pelaku UMKM,
khususnya pengusaha lokal, agar produk Mimika memiliki daya saing dan nilai
tambah.
Saat ini, tercatat sekitar 8.500 UMKM di Mimika, namun baru
sekitar 25 persen yang memanfaatkan platform digital. Meski begitu, sejumlah
produk lokal seperti noken telah menembus pasar internasional hingga Belanda
dan Amerika, serta produk buah merah yang telah dipasarkan hingga Chile.
“Ini menunjukkan bahwa digitalisasi membuka peluang besar
bagi pengembangan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Mimika juga akan mendorong
pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal melalui sektor pariwisata yang
diharapkan berdampak pada pertumbuhan sektor perhotelan, restoran, dan usaha
pendukung lainnya.
Johannes juga menekankan pentingnya data potensi kampung
sebagai dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran. Setiap distrik
diminta untuk mengidentifikasi potensi wilayahnya secara optimal.
Ia turut menyoroti peran perbankan dalam mendukung akses
pembiayaan bagi UMKM dan koperasi, serta mendorong perubahan pola bantuan
menjadi pendampingan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaan pembangunan, Johannes menyebut adanya
berbagai sumber pendanaan, mulai dari APBN, APBD provinsi, APBD kabupaten,
hingga dukungan pihak swasta seperti PT Freeport melalui program CSR.
“Kolaborasi dan integrasi program menjadi kunci agar
pembangunan berjalan efektif dan tidak tumpang tindih,” jelasnya.
Sebagai langkah ke depan, pemerintah daerah akan menyusun
blueprint pembangunan berbasis program prioritas guna memperjelas pembagian
peran antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan mitra pembangunan.
Ia berharap Musrenbang ini menjadi momentum penting dalam
menyerap aspirasi masyarakat yang dapat diterjemahkan menjadi program nyata dan
berdampak langsung.
“Semoga forum ini menghasilkan perencanaan pembangunan yang
berkualitas bagi Kabupaten Mimika ke depan,” pungkasnya.
Penulis: Bim
Editor: GF