MIRIS! Kejurda Tinju Piala Gubernur Papua Pegunungan, Hadiah Juara 1 Cuma Rp 8 Juta
Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Piala Gubernur Cup I Papua Pegunungan yang digelar 3–8 Agustus 2026 di Wamena dan diikuti sekitar 200 atlet dari 8 kabupaten, ternyata hanya menghargai juara dengan uang pembinaan yang tidak masuk akal.
Papuanewsonline.com - 11 Agu 2026, 07:36 WIT
Papuanewsonline.com/ Olahraga
Papuanewsonline.com, Wamena - Publik Papua Pegunungan kecewa berat. Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Piala Gubernur Cup I Papua Pegunungan yang digelar 3–8 Agustus 2026 di Wamena dan diikuti sekitar 200 atlet dari 8 kabupaten, ternyata hanya menghargai juara dengan uang pembinaan yang tidak masuk akal.
Dari foto penyerahan hadiah yang beredar, tertera jelas:
JUARA 1: Rp. 8.000.000
JUARA 2: Rp. 5.000.000
Padahal, kejuaraan ini bukan tarkam antar kampung. Ini event resmi tingkat provinsi yang diikuti atlet dari Jayawijaya, Tolikara, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Pegunungan Bintang, Yalimo, Yahukimo, dan Nduga. Bahkan Ketua Pertina sendiri menyebut ini adalah cikal bakal penjaringan atlet untuk Kejurnas hingga PON XXII 2028 di NTB-NTT.
8 Kabupaten Datang dengan Biaya Sendiri
Fakta di lapangan, 8 kontingen datang ke Wamena dengan biaya kabupaten masing-masing. Mereka menginap di hotel/penginapan selama hampir seminggu pertandingan, ongkos makan dan minum ditanggung sendiri.
Jika 1 kontingen bawa 20-25 atlet + pelatih, biaya transportasi, penginapan, dan makan bisa tembus Rp 50 - 100 juta per kabupaten. Ironisnya, setelah berdarah-darah di atas ring, juara terbaik se-Papua Pegunungan hanya diganjar Rp 8 juta. Bahkan tidak cukup untuk pulangkan timnya kembali ke kabupaten.
"Ho iya ternyata begini hadiahnya cuma di Kecamatan Papua Pegunungan saja," sindir salah satu warganet yang viral di postingan Facebook yang diterima Media ini, Senin 10 Agustus 2026. Sindiran itu tepat. Kesannya ini hadiah lomba 17 Agustus tingkat kecamatan, bukan Piala Gubernur sebuah provinsi baru.
Jomplang dengan Daerah Lain, Tidak Sebanding dengan APBD
Publik membandingkan dengan daerah lain. Di Kalimantan Tengah, Gubernur Cup 2025 juara 1 dapat Rp 80 juta, juara 2 Rp 50 juta. Di Papua Tengah, Gubernur janjikan Rp 100 juta untuk juara Liga 4. Di Sulteng, total hadiah Gubernur Cup Rp 100 juta.
Lalu di Papua Pegunungan, provinsi dengan APBD triliunan rupiah yang baru dimekarkan dengan semangat besar, juara tinju terbaik dihargai Rp 8 juta? Di mana letak penghargaan terhadap martabat atlet?
Tinju bukan olahraga main-main. Risiko cedera, butuh persiapan fisik berbulan-bulan, disiplin keras. Kalau penghargaan hanya segini, bagaimana kita mau melahirkan petinju emas untuk PON 2028?
Ini bukan soal atlet tidak bersyukur. Ini soal pesan yang disampaikan pemerintah: prestasi 8 kabupaten hanya senilai itu.
Masyarakat kini menunggu klarifikasi dari Dispora dan Pengprov Pertina Papua Pegunungan. Rincian anggaran Kejurda Piala Gubernur Cup I ini perlu dibuka transparan ke publik. Jangan sampai semangat otonomi baru dan semangat atlet muda dipatahkan oleh hadiah yang memalukan.
Hormat setinggi-tingginya untuk 200 petinju yang tetap naik ring dan bertarung demi harga diri kabupatennya, bukan demi uang pembinaan.
Editor: OF