logo-website
Selasa, 11 Agu 2026,  WIT

DPN Tinjau Papua Selatan: Perkuat Pertahanan, Percepat Pembangunan di Beranda Depan Indonesia

Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melalui Kedeputian Bidang Geostrategi melaksanakan kunjungan kerja, observasi lapangan, dan koordinasi strategis di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada 27–29 Juli 2026.

Papuanewsonline.com - 11 Agu 2026, 08:17 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Dokumentasi

Papuanewsonline.com, Merauke – Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melalui Kedeputian Bidang Geostrategi melaksanakan kunjungan kerja, observasi lapangan, dan koordinasi strategis di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada 27–29 Juli 2026. 

Kegiatan dipimpin Deputi Bidang Geostrategi DPN Mayjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, Ph.D., F.H.E.A., untuk memetakan kondisi pertahanan-keamanan perbatasan, perkembangan pembangunan daerah, serta kesiapan program strategis nasional dalam mendukung ketahanan pangan dan energi. Hasil peninjauan akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan pertahanan negara.

Papua Selatan memiliki posisi geostrategis sangat vital: berada di ujung timur Indonesia, berbatasan langsung dengan Papua Nugini di darat dan Australia di laut. 

Sebagai provinsi baru berdasarkan UU No. 14 Tahun 2022, wilayah ini mencakup empat kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat dengan 80 distrik serta sekitar 580 ribu jiwa penduduk. Luas wilayah dan sebaran penduduk yang renggang menempatkan penguatan konektivitas, pelayanan publik, dan pengamanan wilayah sebagai kebutuhan mendesak yang harus ditangani secara terpadu.

Rangkaian kegiatan diawali rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan Forkopimda di Kantor Gubernur, KTM Salor, Merauke. 

Gubernur Apolo Safanpo memaparkan kondisi sekaligus tantangan pembangunan sebagai provinsi baru. 

Tim DPN juga berdialog dengan BNPP, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan dunia usaha. Isu yang dibahas meliputi pengamanan perbatasan, penegasan batas negara, pembangunan prasarana, pelayanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Masukan dari berbagai pihak memastikan kebijakan yang disusun tidak hanya berfokus pada pertahanan, tetapi juga memperhatikan sosial budaya, aspirasi masyarakat adat, dan pemerataan manfaat pembangunan. 

Deputi Geostrategi menegaskan Papua Selatan adalah beranda depan Indonesia sekaligus pusat pertumbuhan baru. 

Karena itu, pertahanan, infrastruktur, ketahanan pangan dan energi, perlindungan masyarakat adat, serta kesejahteraan harus berjalan secara terpadu dan berkesinambungan.

Tim juga meninjau langsung Yonif Teritorial Pembangunan 802, PLBN Sota, pos pengamanan, Satuan Radar 303, Pangkalan TNI AU Merauke, serta berdialog dengan jajaran Kodam XXIV/Mandala Trikora dan Kodaeral XI.

Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE