Merawat Tradisi NU, Thaha Alhamid Ziarah Ke Makam MGR Johanes P Saklil
Ditemani Pdt Herman Awom (Ketua Exofficio), Wenan Watory (Wakil sekjen) dan Pater John Jonga, dan Umi Korry Siregar berziarah ke makam yang muliah Mgr. Johanes P Saklil
Papuanewsonline.com - 03 Jun 2023, 10:48 WIT
Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya
Papuanewsonline.com, Timika- Merawat tradisi Nahdlatul Ulama (NU), Sekjen Presidium Dewan Papua (PDP) Thaha Alhamid berziarah ke makam yang Muliah Mgr. Yohanes Philipus Saklil.Pr, di Keuskupan Timika, Sabtu (3/6/2023).
Thaha Alhamid yang juga Tokoh
Inspiratif Papua ini, selain melayat sekaligus mengikuti prosesi pemakaman
sahabatnya Thom Beanal, Ia juga menyempatkan diri berziarah ke makam tokoh agama
Katolik Mgr. Yohanes Philipus Saklil,Pr. Dan makam beberapa Pastor di halaman
Keuskupan Timika.
Pantauan Papuanewsonline.com,
sebelum mengikuti prosesi pemakaman Sahabatnya, Thaha Alhamid tokoh muslim Papua yang juga (Sekjen PDP)
Ditemani Pdt Herman Awom (Ketua Exofficio), Wenan Watory (Wakil sekjen) dan
Pater John Jonga, berziarah ke makam
yang muliah Mgr. Johanes P Saklil, Pr. Selain makam Uskup Johanes P Saklil, di
pemakaman ini, juga terdapat makam Pastor Yakobus Mote dan Pastor Natalis Gobay
yang merupakan salah satu anggota Tim 100.
"Yang Muliah Mgr. Uskup
Johanes P Saklil dan Para Pastor ini merupakan tokoh Agama Katolik di tanah
Papua, sehingga untuk mengenang jasah-jasah mereka bagi masyarakat Papua, hari
ini kita menyempatkan waktu untuk berziarah di makam mereka," ujar Aba
Thaha.
Kata Aba Thaha Alhamid, Ziarah ini juga bagian dari merawat tradisi NU.
Diketahui, Thaha Alhamid, Theys
Hiyo Eluay, Thom Beanal, Herman Awom, Don Flassy dan John
Mambor, mendirikan ( PDP) Presidium Dewan Papua.

Dari kisah Perjuangan Para Tokoh
Inspiratif Papua ini, dimulai pada akhir tahun 1999 melalui Musyawarah Besar
Papua yang mana menghasilkan berdirinya
Presidium Dewan Papua yang diketuai Theys Hiyo Eluay dan
Sekjen Thaha Al Hamid yang juga Pimpinan Sidang pada saat itu.
Kehadiran Presidium Dewan Papua
(PDP) bersamaan dengan terbentuknya Tim
100 yang merumuskan berbagai Persoalan dan Penyelesaiannya di Papua.dimana
mereka berkesempatan berdialog langsung dengan Presiden Gus Dur saat itu, Setelah dilakukan Kongres Papua di tahun yang
sama, disepakatilah Otonomi Khusus sebagai solusi politik bagi masyarakat
Papua.
Sehingga dengan giginya
perjuangan para tokoh Papua ini, maka lahirlah UU Otsus sebagai solusi di Tanah Papua. (PNO-05)