logo-website
Selasa, 21 Jul 2026,  WIT

Mentan Amran: Isu Tanah Rp100 Ribu per Hektare di Papua Adalah Fitnah, Sawah Sepenuhnya Milik Rakyat

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan tegas bahwa kabar yang menyebut tanah warga Papua diambil dengan harga kurang dari Rp100 ribu per hektare adalah fitnah yang tidak benar.

Papuanewsonline.com - 20 Jul 2026, 17:48 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Mentan Amran

Papuanewsonline.com, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan tegas bahwa kabar yang menyebut tanah warga Papua diambil dengan harga kurang dari Rp100 ribu per hektare adalah fitnah yang tidak benar. Penegasan ini disampaikan saat acara Resonansi Algoritma Pelajar Berdampak dalam rangka Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (18/7/2026), merespons pertanyaan delegasi IPM Muhammad Tamim Setiaji.

Amran menjelaskan program pengembangan pertanian di Papua sama sekali tidak mengambil hak milik masyarakat. 

Sebaliknya, pemerintah justru membangun lahan pertanian yang sepenuhnya menjadi milik warga, lengkap dengan fasilitas pendukung.

 “Kami sudah membangun sekitar 137 ribu hektare sawah yang seluruhnya milik rakyat. Irigasi, alat mesin pertanian, hingga bantuan bernilai triliunan rupiah kami berikan secara cuma-cuma untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Fakta di lapangan justru menunjukkan dampak positif nyata. Banyak petani yang mengelola lahan 3–4 hektare kini mampu meraup pendapatan bersih mencapai Rp15 hingga Rp20 juta per bulan. 

Bahkan saat kunjungan kerja ke Papua, warga justru mencegatnya bukan untuk menolak, melainkan meminta program cetak sawah diperluas hingga ribuan hektare agar lebih banyak yang merasakan manfaatnya

Menurut Amran, narasi negatif yang beredar sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang dirasakan langsung masyarakat. 

Ia mengajak seluruh elemen, terutama generasi muda, untuk tidak mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya.

 “Mari kita cek fakta langsung, dengarkan suara warga yang menerima manfaatnya, jangan mudah terprovokasi hal yang memecah belah persatuan,” pesannya.

Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE