Konsultan "Hantu" Di Proyek SMPN Jila: Kepala Tukang Yang Awasi Diri Sendiri
Proyek pembangunan ruang guru dan TU SMP Negeri Jila disebut berjalan tanpa pengawas di lapangan sehingga kepala tukang merangkap fungsi pengawasan.
Papuanewsonline.com - 13 Jul 2026, 12:17 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Mimika – Proyek pembangunan ruang Guru dan Tata Usaha (TU) SMP Negeri Jila di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, disebut berjalan tanpa pengawasan. Kondisi tersebut menjadi sorotan karena fungsi pengawas di lapangan diklaim justru dirangkap oleh kepala tukang proyek.
Lapangan kosong, pengawas tak ada
Y.N menyampaikan pada 11 Juli 2026 bahwa selama pelaksanaan pekerjaan tidak terlihat petugas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika maupun pihak CV. Alymar Lestari Konsultan selaku konsultan pengawas berada di lokasi proyek. "Dari awal kerja sampai sekarang, tidak ada orang pemerintah atau konsultan yang turun ke sini," ungkap Y.N, kepala tukang proyek kepada Papuanewsonline.com.
Pengawas jadi tukang, tukang jadi pengawas
Menurut Y.N, dirinya terpaksa menjalankan dua peran sekaligus karena tidak ada pihak lain yang melakukan pengawasan terhadap pekerjaan. "Saya disini kepala tukang. Tapi karena tidak ada pengawas, saya juga yang merangkap jadi konsultan pengawas. Semua urusan teknis saya yang tangani," katanya.
Kontrak ada, orangnya tidak
Berdasarkan data yang diperoleh, proyek tersebut merupakan kegiatan Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika. Dalam dokumen kontrak, CV. Alymar Lestari Konsultan tercantum sebagai konsultan pengawas yang memiliki tugas mengawasi mutu pekerjaan, kesesuaian spesifikasi teknis, serta pelaksanaan proyek sesuai jadwal.
Mutu proyek dipertaruhkan
Ketiadaan pengawas independen dinilai berpotensi memengaruhi kualitas pekerjaan. Tanpa pengawasan yang memadai, pembangunan ruang guru dan ruang TU di wilayah pegunungan Jila dikhawatirkan tidak memenuhi standar teknis sebagaimana yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Guru dan warga resah
Sejumlah tenaga pendidik dan masyarakat di Distrik Jila berharap Dinas Pendidikan Mimika maupun pihak konsultan segera melakukan pengawasan langsung di lapangan. Mereka menginginkan proyek tersebut berjalan sesuai ketentuan agar hasil pembangunan benar-benar bermanfaat bagi dunia pendidikan.
Dinas dan konsultan bungkam
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika maupun CV. Alymar Lestari Konsultan terkait dugaan tidak adanya pengawas di lokasi proyek belum memperoleh tanggapan resmi.
Penulis: Hendrik
Editor: OF