Kerukunan Keluarga Luwu Raya Kabupaten Mimika Merayakan Isra Miraj Bersama
Mari kita mantapkan keimanan dan ketaqwaan sebagai landasan moral daneEtika dalam kerukunan beragama
Papuanewsonline.com - 26 Feb 2023, 21:56 WIT
Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya
Papuanewsonline.com, MIMIKA – Kerukunan Keluarga Luwu Raya kabupaten Mimika Ahad tadi 26/02/2023 merayakan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan ustadz Firdaus Amir, SH sebagai penceramah atau Tausiah.
Ketua Kerukunan Luwu, Samuel B
Rapang Rapang ,
dalam sambutanya mengucapkan terimakasih kepada panitia , yang dimana
telah bekerja hingga terselenggaranya acara ini, da juga kepada Keluarga Besar
Luwu Raya yang telah menghadiri Peringatan Isra’ Miraj kali ini.
“Tali silahturahmi kerukunan ini
terus berjalan , patut kita bersyukur
dimana dalam badan otonom sendiri terdiri dari umat muslim dan Kristen namun tali silahturahmi ini terus berjalan dan
nuansa kebersamaan ini terus di jaga. Kita sendiri sudah punya sekertariat,
tanpa meminta -minta, ini hasil upaya kerja keras dari kerukunan keluarga Luwu
raya,” serunya.
Ketua Kerukunan juga mengingatkan
bahwa ada 7 badan otonom sehingga paling sedikit 700 KK yang ada di kabupaten
MImika ini, sehingga sangat baik jika dapat dikoordinaskinan bersama-sama.
“Selamat memperingati hari Isra
Miraj. Mari jadikan salat lima waktu sebagi pondasi iman dan takwa untuk kita
memiliki sifat tawaddu, kesabaran, kejujuran, dan menyayangi sesama,” pesan
Samuel.
Di akhir sambutan Samuel mengajak
kepada semua warga Luwu Raya untuk
selalu menambah dan meningkatkan ilmu agama, keimanan serta kebersihan Karena
bersih merupakan Sebagian dari iman.
Pada kesempatan yang sama, ustadz
Firdaus Amir, SH, juga memberikan Tausiah dan Hikmah dari Perayaan Isra’ Miraj.
“Isra mi’raj merupakan salah satu
peristiwa penting bagi umat Islam. Menurut ulama, Isra mi’raj terjadi satu
tahun sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah pada tanggal 27 Rajab.
Memperingati Isra Mi’raj sama dengan kembali mengingat bagaimana kekuasaan
Allah yang Maha Agung atas dunia ini dan bagaimana sejarah shalat lima waktu
pertama kali diperintahkan,” pesan Ustadz . (Stevi P_N_0)