Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pendidikan
Homepage
Tingkatkan Literasi, Sat Lantas Polresta Gelar Taman Bacaan Kepada Anak Usia Dini
Papuanewsonline.com, Jayapura - Salah satu bentuk kepedulian dan perhatian serta upaya turut mencerdaskan generasi anak bangsa, Sat Lantas Polresta Jayapura Kota menggelar Kegiatan Taman Bacaan Dan Himbauan Tertib Berlalu Lintas Untuk Anak Usia Dini bertempat di Jalan Tanjung Ria Aspol SPN deplat kiri Jayapura Utara, Rabu (24/04) pagi.Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota Kompol Dian Novita Pietersz, S.I.K ketika dikonfirmasi mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan pihaknya merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap sesama yang lebih membutuhkan serta upaya turut mencerdaskan anak bangsa melalui kehadiran Taman Baca. "Personel kami yang dipimpin oleh Aipda Martina Meygar pagi tadi langsung turun kelapangan untuk memberikan edukasi literasi kepada anak usia dini," ujar Kasat Lantas. Lanjut Kompol Dian menjelaskan, tak hanya itu kami juga memberikan himbauan keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak untuk selalu mematuhi peraturan dalam berlalu lintas pada saat orang tua mengantar ke sekolah harus menggunakan helm baik orang tua dan anak agar disiplin sejak dini patuhi aturan berlalu lintas. "Himbauan ini kami berikan untuk membuka wawasan anak-anak tentang pentingnya tertib dalam berlalu lintas," terang Kompol Dian.Kompol Dian juga menambahkan, selama kegiatan berlangsung anak-anak merasa sangat senang dan gembira karena dapat bertemu langsung dengan bapak/ibu polisi dan dapat belajar dan bermain bersama. (PNO-12)
26 Apr 2024, 19:21 WIT
Warga Kampung Bring Ikuti Program Gabus Polres Jayapura
Papuanewsonline.com, Jayapura - Pembukaan perdana gerakan baca tulis (GABUS) kali ini menjangkau warga Kampung Bring Distrik Kemtuk Gresi Kabupaten Jayapura, Rabu (24/04).Dalam pembukaan tersebut dihadiri Kapolsek Kemtuk Gresi Iptu Yusuf Kalean serta dihadiri Ondoafi Frans Nian, Kepala Kampung Elisa Nian, para Bhabinkamtibmas Polsek, serta 15 peserta yang juga warga kampung yang nantinya akan mengikuti program gerakan baca tulis dalam memberantas buta aksara.Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH melalui Kapolsek Kemtuk Gresi Iptu Yusuf Kalean mengucapkan terima kasih atas waktu yang diberikan serta dukungan warga dalan program GABUS guna memberantas buta aksara."Kami ucapkan terima kasih kepada Tokoh adat dan warga atas dukungannya Bapak Ibu meminta program Gabus diadakan di kampung Bring, Gabus ini bertujuan untuk memberantas Buta Aksara Untuk bisa membaca dan menulis, sangat luar biasa buat Peserta yang ingin belajar, yang sudah terhitung sekitar 15 orang, kami akan jadwalkan Bhabinkamtibmas yang mengajar minggu depan," katanya.Sementara Kepala kampung Bring Bapak Elisa Nian menyampaikan program GABUS sangat luar biasa."Kami sudah datakan warga yang belum bisa baca tulis, pengetahuan ini sangat penting apalagi program gabus ini sangat luar biasa, mari kita ciptakan generasi muda untuk meningkatkan sumber daya manusia, tak lupa kami ucapkan terima kasih buat Bapak Kapolres Jayapura dengan dibukanya Program Gabus," tutupnya. (PNO-12)
26 Apr 2024, 19:04 WIT
Sidak Proses Rekrutmen Polri di SPN, Kapolda: Jalankan Sesuai Protap dan Aturan
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs. H. Lotharia Latif, SH., M.Hum melakukan sidak proses rekrutmen Polri di SPN Polda Maluku di Passo, Kota Ambon, Kamis (25/4/2024).Saat melakukan Sidak serta pengecekan pelaksanaan Verifikasi dan Pemeriksaan Administrasi Awal Seleksi Penerimaan Bintara dan Tamtama Polri Tahun 2024, Kapolda didampingi sejumlah pejabat utama Polda Maluku.Selain mengecek pelaksanaan Rikmin, Orang nomor 1 Polda Maluku ini juga menyempatkan waktu untuk menyapa dan berbincang dengan para peserta, termasuk saat mereka melakukan pengukuran tinggi badan."Ini merupakan salah satu bukti kongkrit, yang mana saya selaku Penanggungjawab Panitia Seleksi Penerimaan Anggota Polri bertanggung jawab untuk mengecek dan memastikan secara langsung setiap tahapan Proses Penerimaan," kata Kapolda Maluku.Pengecekan yang dilakukan tersebut, lanjut Kapolda merupakan bentuk pengawasan dengan harapan semua tahapan penerimaan seleksi anggota Polri berjalan sesuai mekanisme. "Pengecekan dilakukan agar sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ditetapkan oleh Mabes Polri yang bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis," ungkapnya.Selain menyapa para peserta, Kapolda juga memberikan pesan moral dan motivasi bagi para Casis Bintara maupun Tamtama Polri 2024."Saya berharap kepada para peserta calon anggota Polri yang saat ini tengah melaksanakan tes, untuk selalu berdoa, berusaha serta mempersiapkan fisik mental akademi yang baik guna mendapatkan hasil yang baik," pintanya.Kapolda juga memberikan arahan kepada para panitia seleksi dan pengawas baik internal maupun eksternal agar dalam melakukan tugas-tugas sebagai panitia penerimaan harus secara profesional.“Sebelumnya kita sudah melaksanakan pakta integritas untuk itu Saya menghimbau bagi seluruh pihak baik itu peserta, panitia maupun Orang tua/wali untuk menghindari segala bentuk pelanggaran atau penyimpangan pada tahapan penerimaan," pintanya.Kepada panitia dan pengawas Kapolda juga berharap agar menjalankan tugasnya secara objektif, jujur dan transparan, sehingga menghasilkan kualitas penerimaan Polri yang Clear and Clean. (PNO-12)
26 Apr 2024, 18:12 WIT
Unpatti kerjasama koas Forensik dengan Polda Maluku
Papuanewsonline.com, Ambon - Rumah Sakit Bhayangkara Ambon bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FKUP) dalam program Koas (Co-Assisten dokter) Forensik.Kerjasama dilakukan setelah Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif mengetahui kalau selama ini, FKUP melaksanakan koas forensik ke luar daerah yakni di Surabaya, Jawa Timur.Mengetahui hal itu, Kapolda merasa terpanggil dan memerintahkan Kabid Dokkes Polda Maluku, dr. Bambang Prasetya yang juga selaku Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Ambon, untuk dapat menjajaki kerjasama. Ini bertujuan agar dapat mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan calon-calon dokter yang merupakan anak-anak dari Maluku. Kapolda menyampaikan bahwa kerja sama ini juga wujud nyata tekad Kapolda Maluku untuk memajukan generasi muda Maluku."Program ini sangat baik dan strategis dan berharap dengan adanya kerja sama ini akan menekan biaya dan memajukan para dokter lulusan Unpatti," tegasnya di Ambon, Rabu (24/4/2024).Praktek lapangan tersebut akhirnya telah disepakati dan berjalan sejak tanggal 5 April 2024. Kini, sebanyak 6 sarjana kedokteran Unpatti tengah melaksanakan koas forensik di RS Bhayangkara Ambon.Penanggung jawab Koas Forensik RS Bhayangkara Ambon, dr. Arkipus SpF, menjelaskan, kerjasama dilakukan dengan bagian Medikolegal Fakultas Kedokteran Unpatti. Kerjasama dilakukan untuk mempersiapkan para sarjana kedokteran menjadi seorang dokter."Jadi bagian forensik medikolegal Universitas Pattimura sudah kerjasama dengan Rumah Sakit Bhayangkara Ambon untuk forensik koas. Ini merupakan kepaniteraan klinik, jadi untuk mempersiapkan mereka menjadi dokter itu kan mereka harus praktek dulu. Dan ini sudah dimulai sejak 5 April 2024," kata dr. Arkipus.Kerjasama yang baru berjalan tersebut, diakui dilakukan setelah diminta Kabid Dokkes Polda Maluku. Hal ini dilakukan mengingat adanya ketersediaan tenaga, dan sarana prasarana di RS Bhayangkara."Selama ini kan Unpatti koas di Surabaya. Koas ini kan bisa dilakukan di beberapa rumah sakit. Kalau ada yang mau ke Surabaya bisa juga ke sana. Jadi bisa ada pilihan. Kalau di sini kan biaya murah dan waktu terjangkau," katanya.Selain ketersediaan tenaga dan sarana prasarana di RS Bhayangkara, dr. Arkipus mengaku, kasus penganiayaan juga banyak terjadi, sehingga membutuhkan tenaga forensik di Maluku."Di sini tenaganya ada, sarana prasarananya juga, kasusnya juga banyak, kenapa harus keluar, kan sayang," ungkapnya.Dokter ahli forensik di Maluku ini mengaku, RS Bhayangkara Ambon dan Fakultas Kedokteran Unpatti telah bekerjasama sejak lama pada bidang lainnya. "Selama ini kan Unpatti dengan Rumah Sakit Bhayangkara sudah MoU untuk bagian lain misalnya bedah anastesi memang sudah ada, tinggal tambah forensik saja. Dan ada enam orang untuk pertama kali yang sudah koas forensik dan ini sudah minggu ketiga berjalan," jelasnya.Mereka yang menjalani koas diakui telah masuk pada tingkat kepanitiraan. "Dokter itu kan sampai semester delapan itu mereka kuliah di kampus, dan diwisuda sebagai sarjana kedokteran. Setelah itu baru mereka praktek di rumah sakit namanya kepaniteraan klinik atau koas. Jadi mereka ini sudah sarjana kedokteran. Mereka koas untuk persiapan jadi dokter, ada forensik, bedah, penyakit dalam, semua dilalui, ada yang 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan, kalau di forensik kita kasih 5 minggu," jelasnya.Ia berharap kompetensi para koas forensik seperti forensik klinik misalnya kasus visum hidup (korban penganiayaan, KDRT, pencabulan) bisa melakukan pemeriksaan, dan meraka dapat mengeluarkan hasil visum et repertum (VER) untuk dipakai oleh penyidik."Kalau nanti sudah jadi dokter mereka bisa langsung mempraktekkan, karena nanti setelah jadi dokter yang dihadapi adalah kasus-kasus itu," jelasnya.Untuk visum mati (orang meninggal), Arkipus mengaku mereka bisa melakukan visum luar kemudian membuat VER. Namun untuk autopsi atau pemeriksaan dalam, hal itu kompetensinya adalah ahli."Kita bersyukur karena bisa buka koas forensik di Ambon, karena ini juga sekaligus membantu anak-anak, karena kalau ke luar (daerah) mungkin juga biaya agak mahal," pungkasnya. PNO-11
25 Apr 2024, 18:29 WIT
Unpatti kerjasama koas Forensik dengan Polda Maluku
Papuanewsonline.com, Ambon - Rumah Sakit Bhayangkara Ambon bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FKUP) dalam program Koas (Co-Assisten dokter) Forensik.Kerjasama dilakukan setelah Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif mengetahui kalau selama ini, FKUP melaksanakan koas forensik ke luar daerah yakni di Surabaya, Jawa Timur.Mengetahui hal itu, Kapolda merasa terpanggil dan memerintahkan Kabid Dokkes Polda Maluku, dr. Bambang Prasetya yang juga selaku Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Ambon, untuk dapat menjajaki kerjasama. Ini bertujuan agar dapat mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan calon-calon dokter yang merupakan anak-anak dari Maluku. Kapolda menyampaikan bahwa kerja sama ini juga wujud nyata tekad Kapolda Maluku untuk memajukan generasi muda Maluku."Program ini sangat baik dan strategis dan berharap dengan adanya kerja sama ini akan menekan biaya dan memajukan para dokter lulusan Unpatti," tegasnya di Ambon, Rabu (24/4/2024).Praktek lapangan tersebut akhirnya telah disepakati dan berjalan sejak tanggal 5 April 2024. Kini, sebanyak 6 sarjana kedokteran Unpatti tengah melaksanakan koas forensik di RS Bhayangkara Ambon.Penanggung jawab Koas Forensik RS Bhayangkara Ambon, dr. Arkipus SpF, menjelaskan, kerjasama dilakukan dengan bagian Medikolegal Fakultas Kedokteran Unpatti. Kerjasama dilakukan untuk mempersiapkan para sarjana kedokteran menjadi seorang dokter."Jadi bagian forensik medikolegal Universitas Pattimura sudah kerjasama dengan Rumah Sakit Bhayangkara Ambon untuk forensik koas. Ini merupakan kepaniteraan klinik, jadi untuk mempersiapkan mereka menjadi dokter itu kan mereka harus praktek dulu. Dan ini sudah dimulai sejak 5 April 2024," kata dr. Arkipus.Kerjasama yang baru berjalan tersebut, diakui dilakukan setelah diminta Kabid Dokkes Polda Maluku. Hal ini dilakukan mengingat adanya ketersediaan tenaga, dan sarana prasarana di RS Bhayangkara."Selama ini kan Unpatti koas di Surabaya. Koas ini kan bisa dilakukan di beberapa rumah sakit. Kalau ada yang mau ke Surabaya bisa juga ke sana. Jadi bisa ada pilihan. Kalau di sini kan biaya murah dan waktu terjangkau," katanya.Selain ketersediaan tenaga dan sarana prasarana di RS Bhayangkara, dr. Arkipus mengaku, kasus penganiayaan juga banyak terjadi, sehingga membutuhkan tenaga forensik di Maluku."Di sini tenaganya ada, sarana prasarananya juga, kasusnya juga banyak, kenapa harus keluar, kan sayang," ungkapnya.Dokter ahli forensik di Maluku ini mengaku, RS Bhayangkara Ambon dan Fakultas Kedokteran Unpatti telah bekerjasama sejak lama pada bidang lainnya. "Selama ini kan Unpatti dengan Rumah Sakit Bhayangkara sudah MoU untuk bagian lain misalnya bedah anastesi memang sudah ada, tinggal tambah forensik saja. Dan ada enam orang untuk pertama kali yang sudah koas forensik dan ini sudah minggu ketiga berjalan," jelasnya.Mereka yang menjalani koas diakui telah masuk pada tingkat kepanitiraan. "Dokter itu kan sampai semester delapan itu mereka kuliah di kampus, dan diwisuda sebagai sarjana kedokteran. Setelah itu baru mereka praktek di rumah sakit namanya kepaniteraan klinik atau koas. Jadi mereka ini sudah sarjana kedokteran. Mereka koas untuk persiapan jadi dokter, ada forensik, bedah, penyakit dalam, semua dilalui, ada yang 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan, kalau di forensik kita kasih 5 minggu," jelasnya.Ia berharap kompetensi para koas forensik seperti forensik klinik misalnya kasus visum hidup (korban penganiayaan, KDRT, pencabulan) bisa melakukan pemeriksaan, dan meraka dapat mengeluarkan hasil visum et repertum (VER) untuk dipakai oleh penyidik."Kalau nanti sudah jadi dokter mereka bisa langsung mempraktekkan, karena nanti setelah jadi dokter yang dihadapi adalah kasus-kasus itu," jelasnya.Untuk visum mati (orang meninggal), Arkipus mengaku mereka bisa melakukan visum luar kemudian membuat VER. Namun untuk autopsi atau pemeriksaan dalam, hal itu kompetensinya adalah ahli."Kita bersyukur karena bisa buka koas forensik di Ambon, karena ini juga sekaligus membantu anak-anak, karena kalau ke luar (daerah) mungkin juga biaya agak mahal," pungkasnya. PNO-11
25 Apr 2024, 18:29 WIT
Antusiasme Tinggi, Ratusan Peserta Ikuti Rikmin Awal Penerimaan Terpadu Polri di Merauke
Papuanewsonline.com, Merauke – Kabag SDM Polres Merauke, Kompol Nuryanty, S.H., M.H, bersama anggota timnya telah memulai kegiatan Rikmin (Pemeriksaan Administrasi) awal untuk Penerimaan Terpadu Bintara dan Tamtama Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di aula SAR Mapolres Merauke, Papua Selatan, pada hari Minggu, 21 April 2024.Menurut Kabag SDM Polres Merauke, kegiatan Rikmin awal meliputi pemeriksaan tinggi badan, berat badan, keabsahan dokumen seperti KTP, KK, Akta Lahir, dan domisili dari Dinas Dukcapil Kabupaten Merauke. Selain itu, dilakukan pemeriksaan terhadap usia, nilai rapor dan ijazah, kecocokan ijazah, serta status BPJS dan status dari Dinas P dan P Kabupaten Merauke."Tim pengawas internal dari Seksi Propam serta pengawas eksternal dari MRP Papua Selatan juga terlibat dalam kegiatan ini," ungkapnya.Lebih lanjut, Kabag SDM Polres Merauke menyampaikan data jumlah peserta yang berpartisipasi dalam seleksi ini. Pada tanggal 20 April 2024, tercatat 1357 peserta dengan rincian 1204 peserta untuk Bintara PTU, 21 peserta untuk Bintara Bakomsus Nakes, 15 peserta untuk Bintara Bakomsus Hukum, 37 peserta untuk Bakomsus Kehumasan/IT, dan 80 peserta untuk Tamtama."Dari jumlah tersebut, 132 peserta telah melakukan Rikmin di Pabanrim Polres Merauke. Sedangkan, sebanyak 889 peserta telah melakukan verifikasi di Pabanrim Polres Merauke," tambahnya dengan rincian yang diberikan.Peserta seleksi diingatkan untuk selalu berdoa, menjaga kesehatan, berlatih kesamaptaan jasmani, dan menjalani pola hidup sehat agar dapat mengikuti seleksi dengan baik serta lulus menjadi anggota Polri yang dapat mengabdi kepada nusa dan bangsa, serta menjadi kebanggaan bagi keluarga. (PNO-12)
22 Apr 2024, 18:52 WIT
Pendaftaran Online dan Verifikasi Berkas Calon Anggota Polri TA. 2024 di Polres Supiori
Papuanewsonline.com, Jayapura – Di ruang Vicon Polres Supiori, telah dilaksanakan Pendaftaran Online dan Verifikasi berkas terhadap pendaftar penerimaan Polri TA. 2024 oleh Panbanrim Polres Supiori pada Jumat (19/4).Kapolres Supiori, Kompol Marthin W. Asmuruf, S.Sos., M.M, melalui Kabag SDM, AKP Singgih Widodo, menjelaskan bahwa para pendaftar yang telah melakukan pendaftaran secara online diwajibkan untuk mengikuti verifikasi di polres."Tujuan verifikasi adalah untuk mengecek segala dokumen yang diperlukan dalam pendaftaran peserta calon anggota Polri, meliputi pengukuran tinggi badan dan berat badan serta kelengkapan administrasi guna mendapatkan nomor ujian calon peserta," ungkap AKP Widodo.Hingga hari ini, tercatat jumlah peserta yang telah mendaftar dan terverifikasi sebanyak 130 orang, yang terdiri dari Bintara PTU OAP sebanyak 124 orang, NON OAP sebanyak 6 orang, Bakomsus TI/Humas OAP 1 orang, dan Bakomsus Nakes OAP 1 orang."Diingatkan kepada peserta yang sudah mendaftar secara online agar segera melakukan verifikasi di polres, jangan sampai melewatkan batas waktu yang telah ditentukan," tegasnya.Kabag SDM juga menjelaskan bahwa penerimaan anggota Polri dilaksanakan dengan prinsip "BETAH" (Bersih, Akuntabel, Transparan, dan Humanis)."Kepada seluruh pendaftar dan calon pendaftar yang akan mengikuti seleksi, diharapkan untuk percaya dan yakin akan kemampuan sendiri, serta tidak percaya kepada pihak manapun yang menawarkan kelulusan dengan meminta sejumlah uang. Apabila ada oknum yang melakukan hal tersebut, agar segera dilaporkan ke Propam Polres Supiori untuk diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," tutupnya. (PNO-12)
20 Apr 2024, 17:37 WIT
Bhabinkamtibmas Gencar Sosialisasi Penerimaan Polri Kepada Warga Nimboram
Papuanewsonline.com, Jayapura – Patroli sambang dan dialogis dengan memberikan himbauan kamtibmas dan menyampaikan penerimaan Polri Tahun 2024 di Kampung Kuipons dan Kelurahan Tabri Distrik Nimboran Kab. Jayapura, Kamis (18/04/2024).Bhabinkamtibmas Polsek Nimboran Aipda Harnan Duwiri dan Bripka Aditya H. Kusuma menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas dan himbauan tentang penerimaan Bintara Polri.Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.W Maclarimboen, S.IK., MH melalui Kapolsek Nimboran Iptu Jusman dalam penyampaian anggota guna mengajak dan mengingatkan masyarakat yang ada agar tetap jaga Kamtibmas serta anak-anak yang memenuhi syarat untuk bisa mendaftarkan diri sebagai anggota Polri."Jangan mudah terpengaruh isu-isu atau berita yang belum tentu benar yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga," sampainya.Ia menambahkan bagi masyarakat yang mempunyai anak lulus SMA dan ingin mendaftar untuk menjadi anggota Polri saat ini pendaftaran telah di buka."Polri memberikan kesempatan yang besar untuk anak-anak asli Papua menjadi bagian dari Polri asal memenuhi persyaratan yang di tentukan,""Untuk itu anak-anak yang ingin mendaftar agar menjaga kesehatan, hindari konsumsi miras, jangan begadang," tutupnya. (PNO-12)
19 Apr 2024, 18:27 WIT
Polres Jayapura Lakukan Rikmin Awal Bagi Peserta Penerimaan Polri 2024
Papuanewsonline.com, Jayapura – Pelaksanakan pemeriksaan administrasi (Rikmin) awal seleksi penerimaan Bintara Polri dan Tamtama Tahun 2024 bertempat Mapolres Jayapura. Selasa, (16/04/2024).Pemeriksaan administrasi awal sesuai jadwal sudah dilaksanakan sejak tanggal 13 April 2024 hingga 18 April 2024 mendatang.Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH., melalui Kabag SDM, AKP Dr. Hendrik R. Sipahutar, S.Sos mengatakan bahwa Polres Jayapura sebagai Pabanrim peserta seleksi telah melayani calon peserta penerimaan."Peserta dari Polres Jayapura yang mengikuti pemeriksaan Rikmin awal ini meliputi tinggi badan, berat badan, perekaman wajah, serta kelengkapan berkas-berkas kemudian pemberian nomor ujian," kata Kabag SDM Polres Jayapura.Dalam pemeriksaan Rikmin awal ini panitia juga melibatkan dari instansi/Dinas Perindagkop Provinsi Papua guna tera ulang alat ukur serta timbangan. Panitia masih mendapati casis yang belum mengupload berkas dan masih salah daftar."Tercatat 281 peserta yang terdaftar dan memenuhi syarat dari polres Jayapura hingga hari ini," tuturnya.AKP Hendrik Sipahutar juga menegaskan bahwa penerimaan anggota Polri akan mengutamakan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis."Jangan percaya kalau ada oknum atau orang dengan iming-imingi lulus masuk menjadi anggota Polri dan segera laporkan kepada panitia Penerimaan," tutupnya. (PNO-12)
18 Apr 2024, 17:02 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru