Papuanewsonline.com
BERITA TAG Hukum
Homepage
Personel Gabungan Polres Tolikara, BKO Polda Dan Brimob BKO Berikan Pengamanan Bimtek KPPS
Papuanewsonline.com, Tolikara – Bertempat di Aula Gereja Ebenheizer Kota karubaga, Personel Polres Tolikara dibeck-up oleh personel BKO Polda Papua dan Brimob BKO memberikan pengamanan pelaksanaan Bimtek (Bimbingan Teknis) bagi petugas KPPS yang diselenggarkan oleh KPUD Kab. Tolikara, Jumat (22/11/2024). Kapolres Tolikara Kompol Irianto John, S.Sos., M.H., menyatakan bahwa Bimtek (Bimbingan Teknis) bagi petugas KPPS merupakan bagian penting dalam suksesnya agenda nasional pelaksanaan Pemilukada serentak tahun 2024."Untuk menjaga jalannya Bimtek (Bimbingan Teknis) petugas KPPS tersebut saya selaku Kapolres Tolikara menurunkan ±30 personel gabungan diantaranya Personel Polres Tolikara, Personel Brimob BKO dan Personel BKO Polda Papua untuk mengamankan lokasi kegiatan agar berjalan dengan baik, aman dan lancar,” jelas KapolresKapolres Tolikara berharap kepada seluruh petugas KPPS dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan jujur pada pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan serta Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Tolikara. PNO-12
23 Nov 2024, 20:06 WIT
Ungkap 397 Kasus TPPO, Polri Amankan 482 Tersangka
Papuanewsonline.com, Jakarta – Dalam upaya tegas memberantas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Bareskrim Polri bersama Polda jajaran berhasil mengungkap 397 kasus TPPO sepanjang periode 22 Oktober hingga 22 November 2024. Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 482 orang tersangka berhasil diamankan, sementara 904 korban berhasil diselamatkan.Keberhasilan ini disampaikan oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol. Wahyu Widada. “Perdagangan manusia adalah kejahatan serius terhadap kemanusiaan. Kami berkomitmen untuk tidak memberi ruang sedikit pun bagi pelaku TPPO di Indonesia. Dengan sinergi seluruh pihak, kami terus melindungi masyarakat dari eksploitasi,” tegas Komjen Wahyu Widada saat konferensi pers siang ini, Jum'at (22/11).Keempat modus operandi utama yang diungkap oleh Bareskrim Polri meliputi pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal ke Timur Tengah dan Asia Tenggara, eksploitasi seksual anak dan dewasa, pernikahan anak secara paksa atau pengantin pesanan, serta eksploitasi pekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK).Menurut data yang dirilis, keberhasilan tersebut turut mencegah potensi kerugian negara hingga Rp284,76 miliar. Tiga wilayah yang mencatat pengungkapan terbesar adalah Polda Kepulauan Riau, Polda Kalimantan Utara, dan Polda Kalimantan Barat.Keberhasilan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, Bapak H. Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya reformasi hukum dan pemberantasan kejahatan terorganisir, termasuk TPPO. "Kita harus memperkuat pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan yang merusak tatanan sosial dan martabat manusia, seperti perdagangan orang. Ini adalah salah satu prioritas kita," ujar Presiden Prabowo.Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. juga memberikan arahan tegas kepada jajarannya. "Maksimalkan penangkapan pelaku dan prioritaskan penyelamatan korban. TPPO adalah kejahatan serius yang tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga merusak harkat dan martabat manusia," ungkap Jenderal Listyo.Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan Polri dalam mengungkap kasus-kasus ini juga tidak terlepas dari sinergi antara berbagai lembaga dan instansi terkait. Komjen Wahyu Widada menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. "Tidak ada masalah di negeri ini yang bisa diselesaikan oleh satu institusi saja. Kolaborasi adalah kunci untuk memberantas kejahatan ini secara tuntas," ujar Wahyu.Bareskrim Polri juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi terkait TPPO agar penindakan dapat dilakukan lebih cepat. "Indonesia harus bebas dari perdagangan manusia. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan hal ini demi generasi yang lebih baik," tambah Wahyu.Dengan komitmen kuat dari Polri dan sinergi berbagai pihak, Indonesia terus bergerak maju menuju cita-cita besar menjadi negara yang bebas dari perdagangan manusia, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. PNO-12
23 Nov 2024, 19:48 WIT
Kapolri Sebut Pengamanan Nataru Akan Diturunkan 141.443 Personel
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pengamanan Natal dan tahun baru (Nataru) telah dipersiapkan. Ribuan personel pun akan dikerahkan untuk mengamankan Nataru.Dalam rapat bersama yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Kapolri menyampaikan, upaya penanganan mudik Nataru 2024/2025 akan melaksanakan operasi lilin di 2.794 posko yang ada di seluruh wilayah Indonesia. Operasi lilin tersebut akan melibatkan sebanyak 141.443 personel gabungan bersama TNI dan instansi terkait lainnya.“Kegiatan Nataru ini tentunya ada beberapa hal yang menjadi perhatian kami yang pertama berkait dengan potensi masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan, apakah itu kegiatan wisata apakah itu kegiatan mudik, baik antar provinsi atau di dalam provinsi kepergian,” jelas Kapolri di Kemenko PMK, Jumat (23/11/24).Dijelaskan Kapolri, untuk pelaksanaan ibadah Nataru itu akan dilakukan secara maksimal.“Ini juga menjadi perhatian kita semua. Tentunya rapat koordinasi saat ini adalah untuk mempersiapkan seluruh rangkaian yang akan dilaksanakan oleh masyarakat pada saat Nataru supaya bisa berjalan dengan aman, lancar, dan baik,” ujar Kapolri. Ditegaskan Kapolri, untuk mematangkan persiapan pengamanan Nataru akan ada rapat koordinasi lanjutan maupun rapat koordinasi teknis. Selanjutnya, dilakukan pengecekan dan pemantuan di lapangan “Sehingga kemudian terkait dengan kekurangan yang ada segera bisa kita perbaiki, dan kita bisa mempersiapkan pengamanan khususnya dan juga penyelenggaraan rangkaian Nataru, sehingga bisa berjalan dengan lebih baik,” ungkap Kapolri. PNO-12
23 Nov 2024, 19:34 WIT
Kapolri Pastikan Kabag Ops Polres Solok Selatan Di Pecat dan di Proses Pidana
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa dirinya memerintahkan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen. Pol. Suharyono untuk mengusut tuntas motif di balik penembakan di Polres Solok Selatan.“Yang jelas pak Kapolda sudah melaporkan, kepada saya terkait peristiwa yang terjadi dan saya minta untuk mendalami motifnya,” ujar Kapolri usai menghadiri rapat di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/24).Kapolri mengatakan, pelaku harus ditindak tegas. Sebab, kasus tersebut telah mencederai institusi kepolisian. Saat ini Polda Sumbar telah Mendapatkan Asistensi dari Bareskrim Polri. “Apalagi kalau kemudian motifnya kemudian ternyata dilakukan terhadap hal-hal yang selama ini kita anggap mencederai institusi. Saya minta siapapun, apapun pangkatnya, tindak tegas, jangan usah ragu-ragu, apapun pangkatnya, tindak tegas secara etik” ujar Kapolri."Propam sedang kita turunkan, yang jelas kalau hal-hal yang sifatnya bisa di proses dengan hal hal yang bersifat etik, ini secara umum ya, ini akan kita lakukan dan tentunya semuanya bisa berjalan baik. Namun terhadap pelanggaran yang tidak bisa di tolerir, saya minta tindak tegas," katanya. Diketahui, peristiwa itu sendiri terjadi pukul 00.15 WIB di Polres Solok Selatan. Peluru dari senjata api AKP Dadang mengenai wajah korban, yakni bagian pelipis dan pipi. AKP Ryanto lalu tewas di tempat akibat penembakan itu. Pelaku pun tengah dilakukan Pemeriksaan hingga saat ini. PNO-12
23 Nov 2024, 19:24 WIT
Rian Efruan Mengaku Saat Dianiaya Disaksikan Langsung Oleh Johanes Rettob Beserta Istri
Papuanewsonline.com, Timika- Rian Yonatan Efruan Mahasiswa yang jadi korban penganiayan di Kediaman Johanes Rettob mengaku saat dikeroyok disaksikan secara langsung oleh Johanes Rettob dan sang istri Susi Herawati pada Jumat (22/11/2024), Siang.Ia membenarkan bahwa maksud dan tujuan ke kediaman Johanes Rettob untuk menyampaikan permohonan maaf, namun setelah tiba langsung dianiaya oleh sekelompok orang yang berada di kediaman Johanes Rettob." Beliau dan Istrinya saksikan saat saya dipukul, Saya sudah laporkan ke Polres tadi pagi," ucap Rian melalui pesan singkat via WhatsApp, Sabtu (23/11/2024).Kata Rian, Laporan Polisi sesuai Surat Tanda Penerimaan Laporan ( STPL) bernomor :LP/B/655/XI/2024/SPKT/POLRES MIMIKA/POLDA PAPUA." Tadi malam sudah Visum, hasilnya nanti diambil oleh Polisi," ungkapnya.Sementara itu Dari salinan STPL yang diterimah redaksi Media ini menyebutkan, Rian Yonatan Efruan telah melaporakan dugaan tindak pidana pengeroyokan UU Nomo 1 Tahun 1946 tentang KUHP, sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUHP, yang terjadi di Jalan Hsanudin belakang SPBU, RT, RW, titik koordinat-4.565010,136.877425, Pasar Sentral, Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua, dimana pada hari Jumat tanggal 22 November 2024 sekira pukul 13:30 Wit Korban Rian Yonatan Efruan pergi ke TKP (Kediaman Johanes Rettob) dengan tujuan untuk meminta maaf, namun sesampainya di TKP, korban dipukul oleh lebih dari tiga orang, sehingga korban tidak terima atas kejadian tersebut dan melaporkan ke sentra Kepolisian Terpadu Polres Mimika.(Redaksi)
23 Nov 2024, 16:35 WIT
Dikeroyok Di Kediaman Johanes Rettob, Rian Efruan Lapor Ke Polisi
Papuanewsonline.com, Timika- Salah satu Mahasiswa di Kabupaten Mimika atas nama Rian Efruan melaporkan sejumlah orang ke Polres Mimika usai dikeroyok di kediaman calon Bupati Mimika nomor urut satu Johanes Rettob, pada jumat (22/11/2024).Atas tindakan premanisme itu, akhirnya korban Rian Yonatan Efruan secara resmi telah melaporkan ke Polres Mimika pada sabtu, (23/11/2024), dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan ( STPL) bernomor :LP/B/655/XI/2024/SPKT/POLRES MIMIKA/POLDA PAPUA.Dari salinan STPL yang diterimah redaksi Media ini menyebutkan, Rian Yonatan Efruan telah melaporakan dugaan tindak pidana pengeroyokan UU Nomo 1 Tahun 1946 tentang KUHP, sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUHP, yang terjadi di Jalan Hsanudin belakang SPBU, RT, RW, titik koordinat-4.565010,136.877425, Pasar Sentral, Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua, dimana pada hari Jumat tanggal 22 November 2024 sekira pukul 13:30 Wit Korban Rian Yonatan Efruan pergi ke TKP (Kediaman Johanes Rettob) dengan tujuan untuk meminta maaf, namun sesampainya di TKP, korban dipukul oleh lebih dari tiga orang, sehingga korban tidak terima atas kejadian tersebut dan melaporkan ke sentra Kepolisian Terpadu Polres Mimika.Dari pengakuan korban saat dikeroyok disaksikan oleh Johanes Rettob bersama sang istri Susi Herawati.(Redaksi)
23 Nov 2024, 13:19 WIT
Cegah Paham Radikalisme, Polri Tekankan Pentingnya Upaya Kontra Radikal
Papuanewsonline.com, Sulteng - Polri kembali menegaskan pentingnya upaya kontra radikal sebagai langkah untuk mencegah penyebaran paham yang dapat memicu berkembangnya radikalisme di masyarakat. Penegasan ini disampaikan oleh Katim Kontra Radikal Divhumas Polri KBP. Gatot Hendro Hartono, S.E., M.Si. dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema Terorisme adalah Musuh Kita Bersama, yang diselenggarakan di Aula Polres Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (21/11/2024).Menurut Gatot Hendro, kontra radikal merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran individu agar tidak mudah terpengaruh oleh propaganda kelompok tertentu yang bertujuan mengarahkan masyarakat menuju paham radikal.“Kontra radikal adalah upaya untuk membangun individu agar mampu menolak paham radikal yang disebarluaskan melalui berbagai saluran. Hal ini penting dilakukan secara konsisten untuk mencegah radikalisme berkembang di tengah masyarakat,” jelasnya dalam keterangan resmi.Ia juga menekankan bahwa pendekatan ini harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. "Selain dukungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), peran tokoh agama, tokoh masyarakat, adat, serta generasi muda sangat diperlukan," tambahnya.Dalam diskusi tersebut, hadir sebagai pembicara utama Ustadz Muhammad Nasir Abbas, mantan narapidana terorisme (napiter), yang kini aktif dalam upaya rehabilitasi mantan napiter dan mendorong perdamaian. Nasir mengingatkan bahwa ancaman terorisme adalah nyata meskipun gerakannya kerap tidak terlihat.“Terorisme itu ada meskipun terkadang pergerakannya tidak tampak. Saya sendiri mantan napiter yang dahulu sempat direkrut menjadi bagian dari kelompok teroris dengan tujuan melawan pemerintah Indonesia,” ungkapnya.Ia menjelaskan bahwa salah satu akar penyebab terorisme adalah kegagalan dalam menerima perbedaan serta kurangnya pemahaman yang benar. Nasir juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap orang-orang yang menyebarkan kebencian, mudah menyalahkan, dan kerap mengkafirkan orang lain, karena hal tersebut merupakan ciri paham radikal.“Kita harus menjaga keluarga dan masyarakat dari bahaya paham radikal agar Indonesia tetap menjadi negara yang utuh dan damai,” pesannya.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya radikalisme dan terorisme, sekaligus mempererat kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan dalam menjaga keutuhan negara. Acara FGD ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk tokoh agama, tokoh adat, mahasiswa, serta tokoh masyarakat. PNO-12
22 Nov 2024, 16:20 WIT
Polri Berhasil Menangkap DPO Kasus Judi Online W88 di Filipina
Papuanewsonline.com, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri berhasil memulangkan seorang tersangka daftar pencarian orang (DPO) kasus perjudian online W88 dari Filipina. Pemulangan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara Polri dan sejumlah pihak internasional, termasuk Kepolisian Filipina, Imigrasi, serta Presidensial Anti-Organized Crime Commission Filipina."Alhamdulillah, berkat kerja sama yang baik dengan berbagai pihak, kita berhasil memulangkan tersangka yang selama ini menjadi DPO dari kasus judi online. Ini adalah langkah penting dalam upaya pemberantasan kejahatan siber," ujar Kombes Pol Jefri, Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri kepada awak media, Jumat (21/11) dini hari.DPO yang dipulangkan adalah seorang pria berinisial HS alias Ahan, warga negara Indonesia yang berperan sebagai manajer regional untuk Indonesia pada platform W88. "HS bertugas mengelola rekening deposit dan withdraw dari para pemain di Indonesia. Dalam tiga bulan terakhir, platform ini mencatatkan perputaran uang hingga Rp1 triliun," ungkap Kombes Jefri.Penangkapan HS merupakan tindak lanjut dari operasi yang dilakukan Polri pada Mei lalu, yang berhasil mengamankan tujuh tersangka lainnya. Para tersangka saat ini tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Batam."Dengan tertangkapnya HS, kami optimis kasus ini akan terungkap lebih luas. Polri akan terus melakukan upaya pengungkapan kasus-kasus perjudian online yang merugikan masyarakat," tambahnya.Keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi intensif antara Polri dan berbagai instansi terkait, termasuk Interpol. Kombes Jefri menegaskan bahwa setelah proses penjemputan ini, HS akan segera menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Bareskrim Polri."Ini baru langkah awal. Kedepan kami akan terus berkomitmen memberantas jaringan perjudian online yang merusak," tutupnya.Sesi doorstop ini diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. "Kami apresiasi kerja keras semua pihak, baik dari Imigrasi dan Atase Kepolisian Filipina. Bersama, kita bisa memerangi kejahatan lintas negara," pungkas Jefri. PNO-12
22 Nov 2024, 15:47 WIT
Kembali Berulah, KKB Puncak Bunuh 2 Tukang Ojek
Papuanewsonline.com, Puncak - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Wilayah Puncak kembali Berulah dengan Melakukan penembakan terhadap 2 Tukang Ojek Warga Sipil di Kampung Weni, Distrik Mageabume, Kabupaten Puncak, Papua Tengah pada Kamis 21 November 2024, Pukul 13:00: Wit.Ka Ops Damai Cartenz-2024, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., saat di konfirmasi mengatakan bahwa, Benar telah terjadi pembunuhan terhadap 2 warga sipil di kabupaten puncak yang diduga dilakukan oleh KKB.“Dapat kami menyapaikan bahwa, telah terjadi pembunuhan terhadap 2 warga sipil yang merupakan tukang ojek, di Kampung Weni, Distrik Mageabume, Kabupaten Puncak, Papua Tengah pada Kamis 21 November 2024, Pukul 13:00: Wit.”, Ujar Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H., membeberkan adanya kronologis singkat dari kejadian tersebut.Menurut Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, kejadian pembunuhan tersebut terjadi pada hari Kamis tanggal 21 November 2024 sekira pukul 13.30 Wit. Saat itu saksi berinisial TT, melihat KALENAK MURIB yang merupakan KKB Puncak bersama-sama dengan KKB lainya sedang melakukan Pembunuhan terhadap 2 orang masyarakat Sipil (Pendatang) dengan cara menembak dan membacok para korban menggunakan parang.“Melihat hal tersebut saksi TT pun langsung menuju Distrik Sinak. Setibanya di Distrik Sinak Kabupaten Puncak, saksi TT langsung menceritakan kejadian tersebut kepada saksi P dan kemudian sekira pukul 16.30 Wit, saksi P langsung melaporkan informasi kejadian tersebut ke Mapolsek Sinak.Lanjut Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, adapaun identitas korban yaitu;1. IMRAN. tempat tanggal lahir di Gowa, pada 02 Februari 2001, berjenis kelamin laki-laki, agama islam dan alamat sesuai KTP yaitu, Botokappong, RT.002.RW.002 Kampung Tinggimae Distrik Barombong, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.2. ASRUN EKO PUTRA. tempat tanggal lahir di Bawakung, 20 Desember 2000, berjeniskelamin Laki-laki dan beragama islam, status kawin dan beralamat di Kolongkong, Desa Bontosunggu Kecamatan Gai Esong Utara.Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, menambahkan, Jenazah korban belum di evakuasi dikarenakan akses jalan yang tidak memungkinkan akibat dari adanya Jembatan penghubung antara Distrik Sinak dan Distrik Mageabume terputus sehingga direncanakan proses evakuasi akan dilakukan pada hari ini jumat 22 November 2024.“Hingga saat ini Tim kami dari Satgas Ops Damai Catenz-2024 wilayah puncak telah meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi adanya aksi susulan dari KKB dan telah melakukan Upaya-upaya kepolisian untuk mengejar para Pelaku KKB ini”, Tutup Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno. PNO-12
22 Nov 2024, 15:33 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru