logo-website
Senin, 01 Jun 2026,  WIT

TPNPB Umumkan Duka Nasional, Klaim Anggotanya Meninggal karena Malaria di Markas Gilonik

TPNPB mengklaim menerima laporan dari pasukannya bahwa Ratius Murib alias Neson Murib, S.IP. meninggal di Markas Gilonik

Papuanewsonline.com - 31 Mei 2026, 09:12 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Ratius Murib alias Neson Murib, S.IP.

Papuanewsonline.com, Puncak Jaya - KOMNAS TPNPB melalui juru bicara Sebby Sambom merilis siaran pers Sabtu (30/5/2026). Dalam rilis itu, TPNPB menyampaikan klaim terkait meninggalnya salah satu anggota di Markas Gilonik.


TPNPB mengklaim menerima laporan dari pasukannya bahwa Ratius Murib alias Neson Murib, S.IP. meninggal di Markas Gilonik pada 16 Mei 2026 pukul 00.05 WIT. Penyebab kematian disebut karena sakit malaria selama dua minggu.

Dalam siaran pers, almarhum disebut berusia 32 tahun, lahir 16 Oktober 1994 di Kwiyawage. TPNPB menyebutnya sebagai “tim penghubung” untuk wilayah beberapa Kodap, termasuk Kodap XXIV Guragi, Kodap XXV Yambi, Kodap XXVI Kwiyawage, Kodap XXVII Sinak, Kodap XXVIII Yambi, dan Kodap Beoga.

Rilis TPNPB mencantumkan riwayat pendidikan almarhum: SD Inpres Mume, SMP Negeri 1 Ilu, SMA Mulia, dan Universitas Warmadewa Denpasar Bali (2012-2017). TPNPB mengklaim almarhum kembali bergabung dengan TPNPB setelah lulus kuliah.

TPNPB juga mengklaim almarhum pernah ditahan dan dipenjara, serta terlibat dalam konflik bersenjata di wilayah Tembagapura, Timika, Puncak, dan Puncak Jaya.

Menurut siaran pers, almarhum dimakamkan secara upacara kemiliteran TPNPB di Markas Gilonik. Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB disebut mengumumkan duka nasional kepada 36 Kodap di Tanah Papua.

Rilis tersebut juga berisi seruan TPNPB kepada anak muda Papua terkait pendidikan dan perjuangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari keluarga Neson Murib, Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, Dinas Kesehatan, maupun TNI-Polri terkait kebenaran klaim kematian, penyebab sakit, dan lokasi pemakaman.

Informasi dari wilayah konflik bersenjata memerlukan verifikasi independen. Akses layanan kesehatan dan pencatatan kematian yang jelas penting untuk semua warga, termasuk di daerah konflik.

 

Penulis: Hend

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE