Tim SAR Gabungan Temukan 13 Potongan Tubuh, Tiga Korban Masih Dicari
Proses pencarian tiga orang korban yang hilang akibat ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Biak terus diintensifkan
Papuanewsonline.com - 02 Jun 2026, 12:29 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Biak – Proses pencarian tiga orang korban yang hilang akibat ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perumahan Nelayan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, terus diintensifkan sejak Senin (1/6/26).
Puluhan personel SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI,
Polri, Basarnas, serta dibantu warga setempat, memusatkan penelusuran di
wilayah perairan dan pinggiran pantai yang menjadi titik penyebaran sisa
ledakan.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, menyampaikan
bahwa pada hari pertama operasi, tim berhasil menemukan sebanyak 13 potongan
tubuh yang diduga milik para korban.
“Seluruh temuan tersebut telah segera dievakuasi ke RSUD
Biak untuk penanganan lebih lanjut. Rencananya besok tim DVI dari Polda Papua
akan tiba guna melakukan identifikasi secara pasti terhadap potongan tubuh yang
ditemukan,” jelasnya.
Sementara itu, lima korban jiwa yang telah berhasil
diidentifikasi terlebih dahulu, telah dimakamkan secara layak di Tempat
Pemakaman Umum Sorido, Distrik Biak Kota, pada Senin siang hari.
Proses pemakaman berjalan khidmat dengan didampingi keluarga
dan pihak berwenang, mengingat peristiwa ini merupakan musibah besar yang
mengguncang masyarakat Biak.
Pencarian terhadap tiga orang yang masih dinyatakan hilang
akan kembali dilanjutkan pada Selasa pagi.
Tim SAR akan tetap berfokus menelusuri wilayah laut dan
pesisir, sementara tim khusus Jibom Gegana dari Polda Papua akan melakukan
penyisiran serta sterilisasi menyeluruh di sekitar lokasi ledakan untuk
memastikan tidak ada lagi bahaya bahan peledak yang tertinggal.
Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat agar menjauhi
lokasi kejadian demi keselamatan, mengingat masih adanya potensi bahaya.
Penulis: Jid
Editor: GF