Tetes Air Mata Anak Papua Warnai Aksi Damai KNPB Mimika
Komite Nasional Papua Barat Wilayah Mimika akhirnya menggelar aksi damai di kawasan Bundaran Petrosea Smart City, Senin (3/8/2026).
Papuanewsonline.com - 03 Agu 2026, 21:11 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Mimika – Komite Nasional Papua Barat Wilayah Mimika akhirnya menggelar aksi damai di kawasan Bundaran Petrosea Smart City, Senin (3/8/2026), meski sebelumnya sempat mendapat penolakan izin dari pihak kepolisian. Kegiatan ini dijaga ketat oleh personel gabungan Polres Mimika dan Brimob Batalyon B Pelopor di sepanjang jalur kegiatan.
Massa yang hadir terdiri dari berbagai elemen masyarakat: pemuda, pelajar, kaum ibu, hingga anak-anak. Salah satu momen yang paling menyentuh hati adalah ketika seorang anak berusia sekitar enam tahun maju ke depan mimbar dan menyampaikan suara hatinya sambil menangis, “Kami anak Papua menderita kehilangan orang tua akibat penindasan.”
Ketua KNPB Wilayah Timika, Yanto Awerkion, menegaskan tuntutan utama bukanlah pertikaian, melainkan perdamaian sejati.
“Kami meminta negara jangan hanya menambah pasukan militer, melainkan mencari jalan damai agar rakyat Papua bisa hidup tenang dan sejahtera di tanah leluhurnya sendiri,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dirangkum, saat ini tercatat sebanyak 125.931 warga menjadi pengungsi. Sejak tahun 2018 hingga pertengahan 2026, konflik telah merenggut 503 nyawa warga sipil, 300 anggota TPNPB, serta 162 personel TNI dan Polri.
Penulis: Jid
Editor: OF