logo-website
Senin, 30 Mar 2026,  WIT

Seorang Pria Tewas di Kwamki Narama Dengan 19 Anak Panah di Badan, Polisi Tetap Siaga

Seorang pria muda berinisial BN (23) atau dikenal sebagai Balau Newegalen ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Freeport Lama

Papuanewsonline.com - 29 Mar 2026, 21:41 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Tampak Jenazah Seorang pria muda berinisial BN (23)

Papuanewsonline.com, Mimika – Seorang pria muda berinisial BN (23) ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Freeport Lama, sekitar pangkalan ojek tembus Kampung Damai, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, pada Minggu (29/3/26) dini hari.


Laporan diterima oleh Polsek Kwamki Narama sekitar pukul 00.52 WIT. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Kwamki Narama dan Brimob Yon B Mimika segera merespons, tiba di lokasi pada pukul 01.33 WIT untuk melakukan pengamanan dan olah TKP bersama tim Inafis Polres Mimika.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Mimika untuk penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban ditemukan memiliki luka serius akibat 19 anak panah yang tertancap di seluruh tubuhnya, serta luka tambahan akibat senjata tajam di bagian leher dan punggung.

Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, membenarkan bahwa korban diduga menjadi korban penyerangan sekelompok orang.

"Informasi sementara menunjukkan pelaku masih dalam tahap penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas dan motif yang menjadi dasar peristiwa ini," ujarnya.

Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, juga menambahkan bahwa sementara diduga pelaku berjumlah lebih dari satu orang, namun identitas dan motif masih didalami.

Dalam penyelidikan lanjutan, ditemukan indikasi kuat bahwa peristiwa ini berkaitan dengan riwayat konflik antar kelompok. Pelaku diduga berjumlah tiga orang dan berasal dari kelompok Dang, sementara korban adalah bagian dari kelompok Newegalen.

Kedua kelompok ini pernah terlibat konflik berkepanjangan selama tiga bulan pada tahun 2025, yang kemudian disepakati damai melalui proses adat pada 12 Januari 2026 lalu. Namun, kejadian tragis ini membuat situasi kembali memanas.

"Personel kepolisian saat ini telah bersiaga penuh untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi balasan dari kedua pihak," jelas Yusak.

Pihak kepolisian telah meningkatkan patroli dan pengamanan di seluruh wilayah Kwamki Narama guna menjaga ketertiban dan mencegah eskalasi konflik.

Polres Mimika juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.

"Aparat keamanan akan terus meningkatkan patroli dan pengamanan guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas maupun aksi dari pihak-pihak tertentu," tegas Hempy Ona.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secara tuntas dan mendorong kedua pihak untuk kembali menjaga perdamaian.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE