Satu Anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo Berhasil di Lumpuhkan
Kontak Senjata di Belakang Kodim 1715 Dekai, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Umumkan Duka Nasional dan Seruan Persatuan Rakyat Papua
Papuanewsonline.com - 05 Feb 2026, 16:40 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Yahukimo - Siaran pers Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB yang diterima pada Kamis, 5 Februari 2026, menyampaikan kabar duka atas gugurnya Kaes Yabum, anggota aktif TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Batalyon Kanibal, dalam kontak senjata dengan aparat militer Indonesia di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Berdasarkan laporan resmi Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo,
Brigjend Elkius Kobak, dari medan perang di Yahukimo, Kaes Yabum gugur pada 2
Februari 2026 di belakang Kodim 1715, Kampung Sukamo Kokamo, Kota Dekai, saat
terjadi baku tembak antara TPNPB dan aparat keamanan.
Kaes Yabum diketahui bergabung bersama TPNPB Kodap XVI
Yahukimo sejak tahun 2023 dan gugur di usia 20 tahun. Selama tiga tahun
bergabung, almarhum terlibat aktif dalam berbagai operasi dan kontak senjata di
medan perang sebagai bagian dari perjuangan merebut kembali kemerdekaan bangsa
Papua.
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB secara resmi mengumumkan
duka nasional atas gugurnya Kaes Yabum sebagai bentuk penghormatan terhadap
pengorbanan para pejuang yang dinilai telah mengabdikan diri demi bangsa dan
tanah air Papua.
Pengumuman duka nasional tersebut disampaikan kepada seluruh
pihak agar menghargai dan menghormati perjuangan anggota TPNPB yang gugur dalam
konflik bersenjata di wilayah Papua, serta mengenang dedikasi mereka dalam
mempertahankan identitas, harkat, dan martabat orang Papua.
Selain menyampaikan duka, Manajemen Markas Pusat KOMNAS
TPNPB juga menyerukan persatuan seluruh rakyat Papua, mulai dari anak-anak,
pelajar, mahasiswa, pemuda, pemudi, tokoh agama, hingga para orang tua, untuk
bersatu mempertahankan sejarah, martabat, serta tanah adat dari berbagai
ancaman yang dinilai berpotensi menghilangkan ras, budaya, dan bahasa asli
Papua.
Seruan tersebut menekankan pentingnya menjaga eksistensi
masyarakat adat Papua di tengah dinamika politik dan keamanan yang terus
berkembang, serta mendorong perlawanan kolektif terhadap sistem pemerintahan
yang dianggap merugikan keberlangsungan hidup masyarakat pribumi.
Dalam siaran pers tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS
TPNPB juga menegaskan komitmen perjuangan hingga tercapainya cita-cita Papua
merdeka, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam
perjuangan sesuai peran masing-masing.
Pernyataan resmi ini disampaikan oleh Sebby Sambom selaku
juru bicara TPNPB-OPM, dan ditegaskan kembali oleh jajaran pimpinan nasional
TPNPB-OPM, yakni Panglima Tinggi Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letnan
Jenderal Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayor Jenderal Terianus Satto, serta
Komandan Operasi Umum Mayor Jenderal Lekkagak Telenggen.
Pengumuman duka nasional ini menjadi penanda berlanjutnya eskalasi konflik bersenjata di wilayah Yahukimo, yang hingga kini masih menjadi salah satu daerah dengan intensitas keamanan tinggi di Papua Pegunungan.(GF)