Sambangi Kota Kendari, Tim Kemendagri Monev Realisasi APBD dan Penanganan Inflasi
Papuanewsonline.com - 17 Apr 2023, 14:53 WIT
Papuanewsonline.com/ Ekonomi
Papuanewsonline.com, Kendari
- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus melakukan monitoring, evaluasi
(monev) dan asistensi realisasi APBD, penanganan inflasi serta penganggaran
program prioritas lainnya ke daerah. Kali ini, tim Kemendagri turun langsung ke
Kendari, Sulawesi Tenggara sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan Rapat
Koordinasi dan Sosialisasi Peningkatan Sumber-sumber Pembiayaan Pembangunan
Daerah Tahun Perencanaan 2024 Kota Kendari di Kantor Wali Kota Kendari,
Sulawesi Tenggara, Kamis (6/4/2023).
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina
Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Agus Fatoni mengatakan, kunjungannya ke Kota
Kendari untuk melakukan monev realisasi APBD dan penanganan inflasi, termasuk
membahas peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya terkait pajak dan retribusi
daerah.

"Peningkatan pendapatan asli
daerah, khususnya pajak dan retribusi daerah dilakukan dengan 5 cara, yaitu
intensifikasi, ekstensifikasi, digitalisasi, peningkatan Sumber Daya Manusia
(SDM) dan inovasi," ucap Fatoni.
Selain meningkatkan PAD,
menurutnya Pemerintah Daerah (Pemda) juga dapat memaksimalkan penerimaannya
dengan mengoptimalkan pendapatan lain. Di antaranya melalui Dana Transfer ke
Daerah (TKD) yang terdiri dari Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU),
Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Insentif Daerah (DID).
"Peningkatan pendapatan yang
bersumber dari dana transfer dilakukan dengan update data, mengajukan sesuai
dengan prosedur dan koordinasi dengan Kementerian/lembaga terkait," kata
Fatoni.
Selain itu, Fatoni turut
mengapresiasi capaian realisasi PAD Kota Kendari yang menempati urutan kedua
tertinggi secara nasional. Atas keberhasilan tersebut, Kota Kendari berhasil
meraih penghargaan APBD Award 2023 dari Kemendagri.
"Peningkatan PAD Kendari
sebesar 40,62% dengan rincian, realisasi PAD tahun 2021 sebesar 35,9% dan tahun
2022 sebesar 76,51%," ucap Fatoni.

Berdasarkan catatan Kemendagri,
realisasi pendapatan Kota Kendari Tahun 2022 berada pada urutan tiga terendah
di Provinsi Sulawesi Utara yaitu sebesar 92,15% atau Rp 1.482,21 miliar dari
total anggaran pendapatan Rp 1.608,42 miliar. Sementara itu, realisasi belanja
Kota Kendari berada pada urutan tiga terbawah di Provinsi Sulawesi Utara, yaitu
sebesar 78,32% atau Rp 1.556,95 miliar dari total anggaran belanja Rp 1.987,90
miliar.
Kemudian, menurut data Kemendagri
per 31 Maret 2023 realisasi pendapatan APBD Tahun 2023 menempati urutan keempat
tertinggi, yaitu sebesar 19,77%. Sementara itu realisasi belanja APBD Tahun
2023 menempati urutan tertinggi secara nasional, yaitu sebesar 12,41%.
Meski telah menoreh catatan yang
baik, lebih lanjut Fatoni mengingatkan Kota Kendari betapa pentingnya melakukan
percepatan realisasi APBD sejak awal tahun. Hal ini guna meningkatkan
perekonomian daerah, agar uang beredar di masyarakat sehingga meningkatkan daya
beli masyarakat, serta dapat mengendalikan inflasi.
“Berbagai kesempatan kami
sampaikan, realisasi penting dilakukan sejak awal tahun, agar uang beredar di
masyarakat, daya beli masyarakat meningkat, ekonomi daerah meningkat,
pembangunan dapat berjalan lebih awal, perbaikan pelayanan bisa dilakukan sejak
awal tahun, mendorong swasta melakukan belanja, daya saing daerah meningkat dan
kesejahteraan masyarakat meningkat ” ucapnya.
Dalam rakor ini, turut hadir dari
Kemendagri, yaitu Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Plh.
Direktur Fasilitasi Dana Perimbangan dan Pinjaman Daerah dan Kasubdit Pinjaman
Daerah. Sementara itu, sejumlah pejabat Pemerintah Kota Kendari yang hadir, di
antaranya Pj. Wali Kota Kendari, Sekda Kota Kendari, Asisten di Lingkungan
Setda Kota Kendari, Staf Ahli di Lingkungan Setda Kota Kendari, Kepala OPD di
Lingkungan Pemkot Kendari, Direktur Perumda dan RSUD Kota Kendari, Camat
dilingkungan Pemerintah Kota Kendari serta Kepala Bagian serta Pejabat Teknis dilingkungan
Pemerintah Kota Kendari. (Redaksi)