logo-website
Kamis, 20 Agu 2026,  WIT

Rencana Pemkab Mimika Bangun Kota Baru Tuai Kritikan Pedas: Kota yang Ada Saja Tidak Terurus

Publik Terus Diberikan Harapan Palsu

Papuanewsonline.com - 20 Agu 2026, 22:44 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Bupati Mimika Johanes Rettob

Papuanewsonline.com, Timika, –

Wacana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika untuk membangun kota baru di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menuai sorotan dan kritikan tajam dari warga.

Pemerhati Pembangunan Mimika, Piet Rafra, menilai rencana tersebut tidak realistis dan terkesan mengada-ada di tengah banyaknya persoalan pembangunan kota Timika yang ada saat ini yang belum terselesaikan.

"Ini pesan menohok dari warga. Kota yang ada saja tidak bisa diurus, malah sudah mimpi kota baru. Yang ini pasti hanya mimpi," ujar Piet Rafra menirukan suara warga Timika, Kamis (20/8/2026).

Janji Tak Dieksekusi, Visi Misi Nol Besar

Menurut Piet Rafra, kritik warga tersebut sangat beralasan. Pasalnya, selama ini banyak program dan janji pembangunan yang pernah dijanjikan pemerintah daerah tidak ada satupun yang dieksekusi secara nyata di lapangan.

Sebagai contoh, ia menyinggung visi misi Pemkab Mimika "Membangun dari Kampung ke Kota" yang sudah masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) daerah, namun implementasinya dinilai nol besar.

"Semua yang pernah dijanjikan tidak ada satupun yang dieksekusi. Contoh visi misi bangun dari Kampung ke Kota, nol besar padahal sudah masuk dalam Renstra. Jalan kampung masih rusak, air bersih tidak jalan, sampah di kota tidak terurus, banjir di mana-mana," tegas Piet.

Piet menilai, daripada membangun wacana baru yang membutuhkan anggaran triliunan rupiah, Pemkab Mimika seharusnya fokus membenahi persoalan dasar di Kota Timika yang sudah ada.

Mulai dari penataan kota, penanganan sampah, drainase, penyediaan air bersih, penerangan jalan, hingga penataan pemukiman kumuh.

Piet Rafra mendesak Pemkab Mimika untuk lebih realistis dan tidak menjual mimpi kepada masyarakat.

"Jangan lagi masyarakat diberi mimpi-mimpi baru. Urus dulu yang ada ini. Benahi Timika yang sudah ada ini supaya layak disebut kota. Kalau kota yang ada saja amburadul, bagaimana mau bangun kota baru? Itu hanya akan jadi proyek mercusuar yang menghabiskan APBD," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Mimika belum memberikan keterangan resmi terkait detail rencana pembangunan kota baru tersebut, termasuk lokasi, konsep, sumber anggaran, dan timeline pelaksanaannya.

Redaksi masih berupaya mengkonfirmasi kepada Bupati Mimika dan Kepala Bappeda Mimika terkait wacana tersebut.

Penulis: Hendrik

Editor.  : Of

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE