Presiden Prabowo dan Kepala BNPB Rayakan Lebaran Bersama Warga Aceh Tamiang
Kehadiran Presiden bersama Kepala BNPB di tengah warga terdampak banjir dan longsor menjadi simbol kepedulian negara, sekaligus menegaskan percepatan pemulihan hunian dan infrastruktur bagi masyarakat Aceh Tamiang pascabencana
Papuanewsonline.com - 22 Mar 2026, 22:55 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang – Presiden Prabowo bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Sabtu (21/3). Kehadiran keduanya disambut hangat oleh warga yang telah lama menantikan perhatian langsung dari pemerintah.
Momen kebersamaan tersebut berlangsung di Masjid Darussalam, Kecamatan Karang Baru. Presiden tiba saat warga telah berkumpul untuk melaksanakan salat Id, sementara Kepala BNPB turut menyambut dan mendampingi dalam kegiatan tersebut.
Warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) bersama masyarakat sekitar terlihat antusias mengikuti salat Id bersama Presiden. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu menjadi simbol nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang masih berjuang pulih dari bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan pesan Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Indonesia. “Alhamdulilah kita sampai ke hari Idul Fitri ini, saya mohon maaf lahir batin, minal aidin wal faizin. Mudah-mudahan tahun yang akan datang tahun yang baik untuk kita semua,” pesan Presiden.
Selain bersilaturahmi, Presiden juga menyoroti progres pemulihan pasca bencana yang dinilai berjalan cepat. Ia menyampaikan bahwa berbagai pihak telah bekerja keras untuk memastikan masyarakat dapat segera bangkit dari kondisi sulit.
Menurut Presiden, warga yang sebelumnya tinggal di tenda pengungsian kini mulai berpindah ke hunian sementara maupun hunian tetap. Perbaikan infrastruktur juga disebut hampir rampung, termasuk jaringan listrik dan distribusi bantuan yang telah menjangkau masyarakat.
“Saya sangat bangga dan terima kasih kepada semua petugas dan aparat, dari TNI-Polri, BNPB, PU, Pemda dan semua kementerian/lembaga yang kerja luar biasa,” tutupnya.
Kehadiran Presiden juga memberikan kesan mendalam bagi warga. Salah satu penerima hunian sementara, Sumiati, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan pemerintah.
Sumiati yang berasal dari Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, mengatakan, "Alhamdulilah, kami mendapatkan perhatian Bapak Presiden." Menurutnya, ini menunjukkan perhatian besar Presiden kepada masyarakat.
Usai pelaksanaan salat Id, Presiden melanjutkan silaturahmi dengan warga di dalam masjid. Ia juga menyempatkan diri menyapa langsung masyarakat yang tinggal di hunian sementara yang berada di sekitar lokasi.
Sebelum meninggalkan Aceh Tamiang, Presiden secara simbolis menyerahkan bantuan kepada sejumlah warga terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Berdasarkan data BNPB per 19 Maret 2026, total hunian sementara di Kabupaten Aceh Tamiang mencapai 4.089 unit. Dari jumlah tersebut, 1.949 unit dibangun oleh BNPB, sementara sisanya merupakan kontribusi dari kementerian, lembaga, dan pihak swasta.
Selain pembangunan huntara, pemerintah juga menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada 1.426 kepala keluarga. Bantuan tersebut telah tersalurkan seluruhnya sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan kehidupan masyarak
at pasca bencana. (GF)