logo-website
Selasa, 02 Jun 2026,  WIT

Polisi Tangani Cepat Kasus Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak

Polisi bersama TNI, Basarnas, dan pemerintah daerah bergerak cepat melakukan evakuasi, pengamanan, serta penyelidikan setelah ledakan hebat mengguncang kawasan permukiman di Kompleks Perikanan Fandoi, Biak Numfor

Papuanewsonline.com - 01 Jun 2026, 12:11 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, Basarnas, dan instansi terkait melakukan evakuasi serta pencarian korban di lokasi ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5/2026).

Papuanewsonline.com, Biak - Ledakan hebat yang diduga berasal dari bom sisa peninggalan Perang Dunia II mengguncang Kompleks Perikanan di Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT. Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan berat pada sejumlah rumah warga di sekitar lokasi kejadian.


Berdasarkan informasi awal yang dihimpun aparat kepolisian, ledakan terjadi di area bawah salah satu rumah panggung yang berada di kompleks tersebut. Suara ledakan yang sangat keras mengejutkan warga sekitar dan memicu kepanikan di kawasan permukiman padat tersebut.

Menanggapi kejadian itu, Polres Biak Numfor bersama unsur TNI, Basarnas, pemerintah daerah, dan sejumlah instansi terkait langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban, mengamankan area, serta melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti ledakan.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban yang terdampak musibah tersebut. Ia menegaskan bahwa fokus utama aparat saat ini adalah upaya kemanusiaan dan penyelamatan korban.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan korban, proses evakuasi, serta pengamanan lokasi kejadian. Personel di lapangan juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh korban dapat segera ditemukan dan mendapatkan penanganan yang diperlukan," ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.


Hingga Minggu sore, tim gabungan telah menemukan lima korban dalam kondisi meninggal dunia. Empat korban dievakuasi ke RSUD Biak, sementara satu korban lainnya dibawa ke RSAL Biak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Di sisi lain, upaya pencarian masih terus dilakukan terhadap tiga korban lain yang dilaporkan belum ditemukan. Tim gabungan melakukan penyisiran secara intensif di sekitar lokasi ledakan dengan melibatkan berbagai unsur penyelamat.

Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan tersebut juga menyebabkan kerusakan berat pada sedikitnya enam unit rumah warga yang berada di sekitar titik ledakan. Bangunan yang terdampak mengalami kerusakan pada bagian struktur utama akibat kuatnya daya ledak.

Petugas masih melakukan pendataan serta asesmen terhadap kerugian material yang ditimbulkan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga mulai menginventarisasi kebutuhan warga yang terdampak langsung akibat peristiwa tersebut.

Sejumlah saksi mata mengaku mendengar suara dentuman sangat keras sebelum melihat kepulan debu dan puing-puing bangunan beterbangan. Warga sekitar yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian segera berdatangan untuk memberikan pertolongan kepada korban sebelum tim gabungan tiba.

Sebagai langkah antisipasi, aparat keamanan melakukan sterilisasi di area ledakan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada benda berbahaya lain yang masih tersimpan di sekitar lokasi dan berpotensi menimbulkan ancaman baru bagi masyarakat.

Biak Numfor sendiri merupakan salah satu wilayah yang memiliki sejarah panjang sebagai medan pertempuran pada masa Perang Dunia II. Karena itu, keberadaan sisa-sisa amunisi atau bahan peledak peninggalan perang masih kerap ditemukan di beberapa lokasi.

Meski demikian, aparat kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil penyelidikan dan identifikasi lebih lanjut oleh tim yang berwenang.

Polda Papua juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Aparat meminta warga memberikan ruang kepada petugas untuk menyelesaikan proses pencarian korban dan investigasi secara menyeluruh.

"Kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah proses pencarian korban dan penyelidikan selesai dilakukan," tutup Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap tiga korban yang masih dinyatakan hilang terus berlangsung. Aparat kepolisian bersama tim gabungan tetap siaga di lokasi untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan serta kondisi kawasan benar-benar aman bagi masyarakat. (GF)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE