Pemotongan Dana BLT di Kampung Iwaka Kabupaten Mimika, Masuk Radar Jaksa
Papuanewsonline.com - 21 Des 2022, 23:23 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com Timika- Pemotongan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan dugaan penyelewengan dana Kampung di kampung iwaka, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, masuk radar Kejaksaan Negeri Timika.
Skandal dugaan korupsi Dana Desa dan pemotongan BLT di kampung Iwaka
mulai dicium Jaksa Kejaksaan Negeri
Timika
Kasi Intel Kejari Mimika ,Masdalianto SH saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sementara
menunggu surat perintah penyelidikan dari Kepala Kejaksaan Negeri Timika,
terkait informasi tersebut.
“ Kami suda sampaikan ke pimpinan, jadi
informasinya nanti dikabari,” singkat kasi Intel Kejari Mimika, Masdalianto
melalui sambungan telepon selulernya, Rabu (21/12/2022) Malam.
Diberitakan Media ini sebelumnya, pengelolaan
dana Desa di kampung Iwaka sarat dengan korupsi, kolusi dan Nepotisme, pasalnya
dalam pembagian BLT masyarakat menerima 50 Ribu Rupiah per orang.
Berdasarkan
keterangan warga masyarakat RT 06 Kampung Iwaka , bahwa pada Sabtu 26
November 2022 lalu, telah dilakukan pembagian Dana BLT yang dibagikan
secara lansung oleh aparatur Kampung Iwaka namun dalam proses pembagian
berdasarkan Jumlah Kepala Keluarga itu, dibagikan secara Variatif alias
tidak merata.
Ada yang
menerima Rp.1.800.000, Untuk 11 Kepala Keluarga, dan ada yang menerima Rp.
50.000, dan ada juga masyarakat yang diberikan Rp. 85.000.
Ironisnya
kejadian merugikan masyarakat dan Negara itu, sudah menimpah warga berulang-ulang kali namun belum ada penegakan
hukum terhadap apparat kampung setempat.
Untuk memuluskan aksi ini, Kepala Kampung beserta bendahara dan
perangkatnya diduga memanipulasi data pelaporan pengunaan dana Desa maupun
pelaporan penyaluran dana BLT di Kampung Iwaka.
Aneh Bin Ajaibnya, laporan penggunaan Dana Desa dan
Penyaluran BLT setiap tahap dari tahap satu, tahap dua dan tahap tiga setiap
tahun di Kampung Iwaka selalu aman, hal ini tentu berbanding terbalik dengan
fakta lapangan yang dialami warga masyarakat.(Arifin)