logo-website
Minggu, 12 Jul 2026,  WIT

Lagi!! Kapolda Papua Tegaskan Penegakan Hukum Harus Tetap Dikedepankan Terkait Rusuh di Dogiyai

Saya sudah perintahkan Kapolres Dogiyai untuk penegakan hukum harus tetap dikedepankan tanpa mengurangi akar budaya

Papuanewsonline.com - 23 Nov 2022, 00:15 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Mathius D.Fakhiri, S.I.K.

Papuanewsonline.com, Jayapura – Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Mathius D.Fakhiri, S.I.K., untuk kedua kalinya kembali menegaskan, bahwa penegakan hukum harus tetap di kedepankan pasca kerusuhan di Dogiyai, yang terjadi Sabtu (12/11/2022) beberapa waktu lalu.

“ Saya sudah perintahkan Kapolres Dogiyai untuk penegakan hukum harus tetap dikedepankan tanpa mengurangi akar budaya,” tegas kapolda Papua Irjen Pol Mathius D.Fakhiri saat ditemui wartawan di Gedung A Mako Polda Papua, Selasa (22/11/2022).

Kapolda mengatakan bahwa pelanggaran terhadap lakalantas dan pembakaran yang terjadi di Kabupaten Dogiyai akan di proses hingga Pengadilan.

“ Jadi pelanggaran terhadap laka lantas dan pembakaran akan kita proses hingga pengadilan,” Ungkapnya.

Kapolda menyebutkan, Polri akan memberikan edukasi kepada masyarakat di Tanah Papua tentang bagaimana yang harus dilakukan pada kasus pembakaran yang terjadi di Dogiyai.

“ Untuk kasus pembakaran juga akan kami proses supaya masyarakat di Tanah Papua bisa diedukasi tentang bagaimana penegakan hukum itu harus harus dilakukan,” tandasnya.

Dirinya mengungkapkan Aparat keamanan mengambil sikap dengan pendekatan secara perlahan kepada dua kelompok besar yang ada di Dogiyai.

“ Kita dekati semua masyarakat khususnya di Dogiyai ada 2 keompok besar, kita tanpa melihat kelompok A kelompok B supaya kejadian tersebut tidak berulang kembali,” Jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, sekelompok massa mengamuk di Kampung Ikebo, Kabupatan Dogiyai dipicu kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan seorang anak berusia 5 tahun bernama Noldi Goo meninggal dunia pada Sabtu (12/11/2022).

Lantaran emosi dan tidak dapat mengendalikan diri, sekelompok massa itu sontak melakukan aksi anarkis dengan menyerang supir, warga, hingga membakar puluhan bangunan mulai dari rumah kios hingga kantor pemerintahan. Kerusuhan pun tak bisa dihindarkan.(Redaksi)

 

 

 

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE