Lagi!! Kapolda Papua Tegaskan Penegakan Hukum Harus Tetap Dikedepankan Terkait Rusuh di Dogiyai
Saya sudah perintahkan Kapolres Dogiyai untuk penegakan hukum harus tetap dikedepankan tanpa mengurangi akar budaya
Papuanewsonline.com - 23 Nov 2022, 00:15 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Jayapura – Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Mathius D.Fakhiri, S.I.K., untuk kedua kalinya kembali menegaskan, bahwa penegakan hukum harus tetap di kedepankan pasca kerusuhan di Dogiyai, yang terjadi Sabtu (12/11/2022) beberapa waktu lalu.
“ Saya sudah perintahkan Kapolres Dogiyai untuk penegakan
hukum harus tetap dikedepankan tanpa mengurangi akar budaya,” tegas kapolda
Papua Irjen Pol Mathius
D.Fakhiri saat ditemui wartawan di Gedung A Mako Polda Papua, Selasa
(22/11/2022).
Kapolda mengatakan bahwa pelanggaran terhadap lakalantas dan pembakaran
yang terjadi di Kabupaten Dogiyai akan di proses hingga Pengadilan.
“ Jadi pelanggaran terhadap laka lantas dan pembakaran akan
kita proses hingga pengadilan,” Ungkapnya.
Kapolda menyebutkan, Polri akan memberikan edukasi kepada
masyarakat di Tanah Papua tentang bagaimana yang harus dilakukan pada kasus
pembakaran yang terjadi di Dogiyai.
“ Untuk kasus pembakaran juga akan kami proses supaya
masyarakat di Tanah Papua bisa diedukasi tentang bagaimana penegakan hukum itu
harus harus dilakukan,” tandasnya.
Dirinya mengungkapkan Aparat keamanan mengambil sikap dengan
pendekatan secara perlahan kepada dua kelompok besar yang ada di Dogiyai.
“ Kita dekati semua masyarakat khususnya di Dogiyai ada 2
keompok besar, kita tanpa melihat kelompok A kelompok B supaya kejadian
tersebut tidak berulang kembali,” Jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, sekelompok massa mengamuk di Kampung
Ikebo, Kabupatan Dogiyai dipicu kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan
seorang anak berusia 5 tahun bernama Noldi Goo meninggal dunia pada Sabtu
(12/11/2022).
Lantaran emosi dan tidak dapat mengendalikan diri, sekelompok
massa itu sontak melakukan aksi anarkis dengan menyerang supir, warga, hingga
membakar puluhan bangunan mulai dari rumah kios hingga kantor pemerintahan.
Kerusuhan pun tak bisa dihindarkan.(Redaksi)