KNPB Mimika Sampaikan Enam Poin Sikap Politik: Desak Papua Darurat Militer–Kemanusiaan
Ratusan masa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Mimika menggelar aksi demonstrasi damai di Kabupaten Mimika, Sabtu (15/8/2026).
Papuanewsonline.com - 16 Agu 2026, 11:24 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Mimika — Ratusan masa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Mimika menggelar aksi demonstrasi damai di Kabupaten Mimika, Sabtu (15/8/2026). Massa berkumpul dari berbagai titik, antara lain Gorong-gorong, SP2, dan Jalan Perintis, lalu berjalan kaki menuju halaman Kantor DPRK Mimika sambil mengibarkan atribut KNPB dan menyuarakan “Papua Merdeka”. Aksi diawali dengan doa bersama dan orasi yang menyampaikan tuntutan agar kondisi di Papua dinyatakan sebagai zona darurat militer dan kemanusiaan.
Dalam orasinya, massa mendesak Presiden Republik Indonesia segera menarik pasukan militer dari tanah Papua serta memberikan hak kemerdekaan bagi rakyat Papua. KNPB kemudian menyampaikan enam poin sikap politik secara resmi.
Pertama, menegaskan hak orang asli Papua untuk menentukan nasib sendiri sebagai bangsa yang berdaulat.
Kedua, mendesak PBB mencabut Resolusi 1752 yang mengesahkan Perjanjian New York 1962.
Ketiga, menolak hasil Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969 dan meminta peninjauan ulang secara internasional.
Keempat, membuka akses bantuan kemanusiaan ke wilayah pedalaman.
Kelima, mencari penyelesaian akar persoalan melalui mekanisme internasional.
Keenam, meminta pencabutan Undang-Undang Otonomi Khusus No. 21 Tahun 2001 dan digantikan dengan pelaksanaan referendum.
Dokumen pernyataan sikap diserahkan langsung oleh Ketua KNPB Mimika, Yanto Dabior Awerkior, kepada Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau.
Primus menyambut baik dan menghargai cara penyampaian aspirasi yang tertib dan santun.
“Ini adalah rumah rakyat. Kami tidak akan pernah menolak setiap warga yang datang menyampaikan pendapatnya. Dokumen ini akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat agar mendapat perhatian serius,” ujarnya.
Seluruh rangkaian aksi berlangsung aman dan terkendali, diawasi ketat oleh personel Polres Mimika dan Batalyon B Pelopor di bawah pantauan langsung Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak.
Penulis: Jid
Editor: OF