Kemendagri Serahkan Data Mahasiswa Papua Tugas Belajar Hasil Verifikasi ke Seluruh Gubernur di Papua
Papuanewsonline.com - 17 Apr 2023, 15:22 WIT
Papuanewsonline.com/ Ekonomi
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menyerahkan data ribuan mahasiswa Papua yang mendapatkan Beasiswa Mahasiswa Papua (Siswa Unggul Papua). Data tersebut telah diverifikasi oleh seluruh Gubernur se-Papua melalui Berita Acara Verifikasi.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina
Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Agus Fatoni mengatakan sebelum menyerahkan
data tersebut telah dilakukan sinkronisasi data yang dibuat melalui desk per
provinsi. Selanjutnya dilakukan validasi dan verifikasi yang kemudian
ditandatangan melalui Berita Acara Verifikasi.

“Data yang disinkronkan jadi
dibuat desk per provinsi kemudian dilakukan validasi, dilakukan verifikasi maka
hasilnya itu kemudian sudah ditandatangani dalam Berita Acara Verifikasi,” ucap
Fatoni dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus)
Papua terkait Pemberian Beasiswa Unggul Papua di Ruang Sidang Utama (RSU)
Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Rabu (12/4/2023).
.jpeg)
Fatoni memaparkan berdasarkan
data yang diperoleh per tanggal 21 Maret 2023 tercatat sebanyak 1.718 Mahasiswa
Papua sudah terverifkasi. Dengan rincian 1.359 mahasiswa mengenyam pendidikan
di dalam negeri dan 359 lainnya mengenyam pendidikan di luar negeri.
Selanjutnya, di Provinsi Papua
Barat tercatat 27 Mahasiswa Papua menerima beasiswa pendidikan di dalam negeri.
Sementara itu, di Provinsi Papua Selatan tercatat 113 Mahasiswa Papua yang
menerima beasiswa dengan rincian 80 mahasiswa mengenyam pendidikan di dalam
negeri dan 33 lainnya mengenyam pendidikan di luar negeri.
“Sementara itu, di Provinsi Papua
Tengah Selatan tercatat 279 Mahasiswa Papua yang menerima beasiswa dengan
rincian 168 mahasiswa mengenyam pendidikan di dalam negeri dan 111 lainnya
mengenyam pendidikan di luar negeri,” jelas Fatoni.
“Kemudian, pada Provinsi
Pegununan Selatan tercatat 677 Mahasiswa Papua yang menerima beasiswa dengan
rincian 570 mahasiswa mengenyam pendidikan di dalam negeri dan 107 lainnya
mengenyam pendidikan di luar negeri. Terakhir, dari Provinsi Papua Barat
tercatat total 55 Mahasiswa Papua yang menerima beasiswa, 43 di antaranya
mengenyam pendidikan di dalam negeri dan 12 lainnya mengenyam pendidikan di
luar negeri,” sambung Fatoni.
Fatoni berharap dengan data yang sudah
terverifikasi saat ini dapat digunakan sebagai acuan untuk Beasiswa Mahasiswa
Papua (Siswa Unggul Papua) pada tahun 2023. Nantinya, beasiswa tersebut akan
dianggarkan menggunakan APBD Tahun Anggaran 2023 Pemerintah Daerah
masing-masing mahasiswa tersebut berasal.
Fatoni juga menyampaikan bahwa
pemerintah sangat serius mencari solusi dan melakukan fasilitasi dalam
penyelesaian permasalahan beasiswa Papua.
"Sudah berkali-kali
dilaksanakan rapat, dilakukan pertemuan, bahkan hampir setiap minggu dilaksanakan
rapat," tambah Fatoni.

Rapat dilakukan dengan melibatkan
kementerian/lembaga terkait, seperti dengan Kementerian Koordinator Bidang
Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenko Polhukam), Kementerian Keuangan
(Kemenkeu), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) hingga
Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres).
Rapat juga digelar dengan
melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Pemerintah Provinsi Papua,
Pemerintah Kabupaten dan Kota di Papua, serta Pemerintah Provinsi di Daerah
Otonom Baru (DOB), dan dengan penyelenggara beasiswa..jpeg)
"Alhamdulillah, rapat hari
ini tuntas. Sudah disepakati pembayaran beasiswa mahasiswa Papua dengan semua
daerah yang ada di Papua, baik untuk tunggakan tahun 2022 maupun untuk tahun
2023 dan tahun-tahun selanjutnya," pungkas Fatoni.