logo-website
Minggu, 12 Jul 2026,  WIT

General Stadium Prof. Dr. KH. Haedar Nashir Mewarnai Peresmian Gedung Perguruan Muhammadiyah Mimika

Papuanewsonline.com - 17 Feb 2023, 08:39 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Ketua Umum Pengurus pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si

Papuanewsonline.com, MIMIKA – Mengawali General Stadium atau Kuliah Umumnya, Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada para tamu undangan yang hadir dari berbagai suku, agama, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat dan lain sebagainya. Meskipun untuk pertama kalinya beliau hadir di Mimika, Papua namun kesan yang diterima yaitu Mimika adalah salah satu kota yang mencerminkan keberagaman yang luar biasa.

“Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan pada kesempatan ini, yang pertama, kita sbg Organisasi Masyarakat maupun Umat Beragama yang hadir di sini memiliki nilai, makna atau value. Dan itulah yang utama, bagaimana nilai atau value tersebut kita kolaborasikan agar dapat menterjemahkan inti ajaran Islam yaitu rahmat bagi semesta alam atau Rahmatan Lil Alamin.

“Yang kedua, jika mengingat Kembali apa yang disampaikan Ketua Panitia sebelumnya bahwa Perguruan Muhammadiyah yang sedemikian rupa perjuangannya sesuai dengan motto Mimika, Eme Neme Yauwere, demikian pula  Muhammadiyah. itulah spirit Islam, spirit Muhamaddiyah. Sehingga dengan motto “Bersatu Bersaudara kita Membangun” akan membawa kita untuk menebar kebajikan bagi dunia.

Beliau juga mengingatkan kepada seluruh tamu yang hadir bahwa sebelumnya,  Islam adalah agama yang membawa berbagai ilmu pengetahuan bagi peradaban dunia. Memberikan peneguhan akidah disamping menghormati agama lain dg prinsip Lakum dinukum waliyadin.

“Bagaimana agama melahirkan rahmat, kebajikan yg utama. Walaupun kita tahu  bahwa dulu adanya hukum survival of the people. Dimana hukum alam adalah sunatullah  utk bertahan dan melangsungkan kehidupan. Tapi juga bagaimana agama menyarankan utk memperjuangkannya harus punya nilai, baik buruk, benar salah, pantas tdk pantas. Dalam nilai-nilai itulah Agama melahirkan Rahmat bagi semesta alam,” ujarnya.

Ketua PP Muhammadiyah ini juga menjelaskana bagaimana lahirnya konsep ukhuwah, ta'aruf. Bahwa manusia hidup untuk saling kenal mengenal, tidak untuk saling bersaing. Meskipun ada yg berbeda tapi untuk melengkapi.

“Indonesia ini luar biasa perbedaannya.. Tapi Alhamdulilah  atas perjuangan pendahulu, kita bisa menyatu dan saling menghormati. Karena itu jangan berusaha melebur perbedaan ini menjadi satu tapi hormatilah perbedaan. Agama pun begitu. Pengalaman sejarah mengajarkan perang antar agama tdk pernah membawa kebaikan tetapi justru membawa petaka,”tegas Prof. Haedar

Maka rawatlah keberagaman ini, bekerja sama, saling menebar kebaikan utk semesta. Hidup untuk sesuatu yang bermakna, sesuatu yang  bernilai. Tantangannya bagaimana agar hidup bermakna maka kita harus memiliki peradaban yang baik dan maju, kuncinya adalah ILMU.  Itulah mengapa Muhammadiyah ada, untuk menjadikan generasi kita, generasi Qurrota A’yun yag siap membangun peradaban dengan ilmu, iman dan amal. Muhammadiyah telah memiliki 137 Perguruan Tinggi, 122 Rumah Sakit dan 363 linik yang tersebar di seluruh Indonesi, bahkan Papua. Bersama-sama kita bangun Indonesia yang lebih maju.

Jayalah Muhammadiyah, Jayalah Indonesia.. (Redaksi)

 

 

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE