logo-website
Sabtu, 04 Jul 2026,  WIT

Dituduh Manfaatkan Nama Bupati, Ketua Karateker Diduga Dorong Musda Tanpa Kuorum

Polemik Musda KNPI Mimika: Diduga Demi Dana Hibah, Arden Temorubun Dipersoalkan Paksakan Tahapan Tanpa Kuorum.

Papuanewsonline.com - 03 Jul 2026, 14:41 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Ilustrasi

Papuanewsonline.com, Mimika – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II KNPI Kabupaten Mimika kian memanas dan menuai protes keras. Sejumlah peserta serta perwakilan Organisasi Kepemudaan menilai jalannya sidang menyimpang dari mekanisme resmi organisasi, dengan tudingan utama tertuju pada Ketua Karateker Arden Temorubun yang diduga memaksakan berlangsungnya tahapan meski forum belum memenuhi syarat kuorum.

Peserta menuding langkah percepatan proses ini diduga berkaitan erat dengan kepentingan pengelolaan dana hibah yang akan diterima organisasi. 

Tindakan tersebut dinilai menyimpang dari nilai dasar KNPI dan mencederai wibawa wadah persatuan pemuda Mimika. 


Selain itu, Arden disinyalir membawa-bawa nama Bupati Mimika serta Kepala Diaspora untuk mengumpulkan dukungan, yang jika benar terjadi dianggap sebagai bentuk intervensi yang merusak kemandirian forum organisasi.

“Tidak memenuhi kuorum namun dipaksakan berlanjut. Jika dibiarkan, ini berisiko melahirkan dualisme kepengurusan dan konflik yang berkepanjangan,” tegas salah satu penolak jalannya proses tersebut. 

Hasil keputusan yang diambil dalam kondisi tidak sah pun dikhawatirkan kehilangan legitimasi di mata anggota maupun pihak luar.

Pihak penolak pun mendesak DPD I KNPI Papua Tengah untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil keputusan tegas sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. 

Tujuannya agar polemik tidak meluas dan persatuan pemuda Mimika tetap terjaga. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Arden Temorubun maupun panitia pelaksana Musda.


Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE