logo-website
Senin, 06 Jul 2026,  WIT

Bupati Mimika Mengaku Netral Dalam Dinamika KNPI Diduga Sebagai Mainan Sandiwara

Bisa Jadi Sandiwara Untuk Memuluskan Nafsu Bersama Tim Sukses Bagi-Bagi Kekuasaan

Papuanewsonline.com - 06 Jul 2026, 03:23 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Bupati Mimika Johanes Rettob

Papuanewsonline.com, Timika-

Pernyataan Bupati Mimika Johanes Rettob yang mengaku netral dalam dinamika Rapimpurda KNPI kini menjadi sorotan publik, pasalnya  beberapa tim suksesnya bahkan turun secara langsung mengintervensi  dengan kata lain cara lompat pagar untuk memenangkan Rafael Torekyau sebagai ketua KNPI Mimika.

Salah satu senyor KNPI dan mantan MPI Mimika mengatakan  Bupati mengaku dalam  Posisi "Netral" Sebagai Strategi Politik, karena 

Dalam dinamika KNPI,  klaim netralitas sering jadi tameng paling aman.

" Mengaku netral agar terlihat  Tidak memihak secara terbuka, agar bisa masuk ke semua kubu, mendengar semua strategi, lalu menggeser dukungan di detik terakhir,  Netralitas di sini bukan soal prinsip, tapi soal ruang manuver, dan fakta bahwa publik tahu siapa Carateker Arden Temorubun, siapa Yosep Temorubun, siapa ketua KNPI yang ditetapkan Rafael Torekyaw, mereka Semua merupakan tim sukses Bupati Mimika pada Pilkada kemarin," ujar sumber di Timika, Senin (6/7/2026).

Sumber mengaku sebagai mantan MPI melihat pengakuam  Bupati tentang  netralitas, karena memilih posisi aman Ketika melihat ada potensi konflik ketua, dualisme, atau tarik-menarik kepentingan dalam Rapimpurda KNPI, namun Bupati lupa kalau yang jadi pemain semua adalah tim suksesnya.

" Bupati mengaku netral agar tidak diserang, padahal diam-diam membangun poros sendiri agar memuluskan nafsu tim sukses," Tegasnya.

Kata Sumber  Ciri-ciri Sandiwara Netralitas biasanya muncul Beberapa pola

Memuluskan Nafsu Tim Sukses

"Tim sukses" butuh kendaraan KNPI, karena KNPI secara harafia memiliki jaringan dari pusat sampai daerah.

" KNPI punya akses ke APBD, dan KNPI biasanya  jadi batu loncatan ke parpol," Terangnya.

Sumber menyebut Bupati Mengaku netral memberi 3 keuntungan yaitu 

Bupati menghindari serangan awal agar tidak jadi target bersama di awal kontestasi.

Bupati juga bisa mengarahkan tim sukses Kumpulkan amunisi - Data, kelemahan, dan janji-janji dari semua calon agar  bisa dipetakan sehingga  Masuk di injury time - Ketika satu kubu goyah, "si netral" masuk sebagai solusi dengan syarat: posisi strategis untuk orang-orangnya.

Dampaknya ke KNPI

Sumber mengatakan Ketika netralitas jadi topeng, maka akan  merusak  marwah organisasi KNPI terutama anak-anak mudah OPA kedepan.

"  Kader KNPI Mimika  kedepan akan  jadi bingung bagaimana membedakan negarawan dan pemain, karena Forum musyawarah suda berubah jadi panggung drama," Ungkapnya.

Kata Dia, Hasil akhirnya KNPI terus berputar di konflik elit, sehingga KNPI  bukan lagi fokus pada  program kepemudaan.

Sumber mengatakan bila Bupati benar-benar  netral maka semua akan baik adanya, karena ukuran netral, berarti berani konsisten tolak semua tawaran jabatan kepada tim sukses, tidak bagi-bagi kue kekuasaan ke Tim sukses,  sampai periode selesai. "Kalau tidak, ya itu sandiwara," Sorotnya.

Sosok MPI ini menyebutkan  pengakuan netralitas oleh  Bupati sebagai kepala daerah bukan menunjukan sikap negarawan, tapi jeda taktis, dimana tidak deklarasi di awal supaya tidak diserang, lalu masuk saat semua kubu kelelahan.

Sumber menyebutkan potensi  "Nafsu Bersama Tim Sukses" bisa terjadi dalam dinamika KNPI Mimika

Lanjut kata Dia, bahwa "Nafsu bersama" yang dimaksud biasanya gabungan 3 hal yaitu

- Nafsu Jabatan: KNPI dipakai sebagai batu loncatan. Ketua KNPI naik jadi anggota DPRD, tim suksesnya dapat proyek kepemudaan.

-Nafsu Anggaran: Dana hibah OKP, event kepemudaan, pelatihan wirausaha. Netral di depan, tapi proposal yang lolos cuma dari gerbong sendiri. 

-Nafsu Pengaruh: Kendali basis pemuda untuk Pilkada/Pileg. Siapa kuasai KNPI, kuasai panggung kampanye paling murah. 

Jadi ketika Bupati mengaku netral tapi itu bisa bagian dari sandiwara, maka artinya netralitas dipakai untuk memuluskan pembagian kue kekuasaan tanpa gaduh.

" Dinamika KNPI Mimika akan sangat terdampak kedepan Kalau pola ini terus berulang, karena  yang jadi korban adalah kader ideologis. Mereka ikut Musda bawa gagasan, pulang bawa kecewa karena hasilnya sudah diatur tim sukses, ini merupakan stigma yang harus diputus mata rantai agar jangan lagi terjadi kedepan," Tegasnya.

Lanjut Dia, kedepan Kader akan apatis karena KNPI dianggap cuma milik elit, bukan rumah kader.

Selain itu Konflik abadi akan tetap terjadi Tiap Musda, karena pasti selalu ada versi tandingan karena ada "sutradara" dari luar.

" Program Pemuda juga pasti mandek, karena  Energi sudah  habis untuk rebutan ketua," Ucapnya.

 Lanjut Sumber Kalau bupati  benar netral dalam dinamika KNPI, maka indikatornya jelas:

Netral Beneran:

- Tidak fasilitasi kubu manapun termasuk carateker yang selalu menggunakan nama Bupati untuk menjadi momok dalam Musda.

- Hibah OKP cair merata, tidak tebang pilih.

- Tidak ada tim sukses ataupun orang  dekat masuk struktur KNPI.

Sandiwara:

-Bilang netral tapi tim sukses  hadir di forum.

" Netralitas tanpa integritas cuma strategi menunda keberpihakan sampai waktunya panen kuasa dan ini terjadi di Kabupaten Mimika," Pungkasnya.

Hingga berita ini terbit  Bupati Mimika Johanes Rettob belum dapat dikonfirmasi atas dinamika KNPI di Kabupaten Mimika.

Publik berharap Bupati Mimika dapat  memfasilitasi penyelesaian polemik KNPI Mimika, agar persatuan Pemuda tetap terjaga sebagai mitra pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten Mimika.

Penulis: Hendrik

Editor  : Gf


Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE