Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pendidikan
Homepage
Peringati Hari Anak, Satgas TNI Bangkitkan Semangat Anak-Anak Yigi
Papuanewsonline.com, Nduga – Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) Para Raider 432/Waspada Setia Jaya Kostrad, salah satu Satuan Jajaran Komando Operasi TNI (KOOPS TNI) di Papua, tengah melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan (Opspamtas) Mobil RI-PNG, khususnya di wilayah Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. Pada hari Kamis, 25 Juli 2024, Satgas Yonif 432 Kostrad, khususnya Pos Yigi pimpinan Lettu Inf Gayuh Nanda Prayudin, mengundang anak-anak dari Distrik Yigi, untuk mengikuti kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional. Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk penyampaian tambahan materi pelajaran dan pembagian beberapa mainan anak-anak.Dalam penekanannya kepada para Prajurit TNI, Komandan Satgas Yonif 432 Kostrad, Letkol Inf Zulfikar Akbar Helmi, menyampaikan pentingnya perhatian Satgas kepada kebutuhan dasar masyarakat di sekitar Pos. Berangkat dari penekanan tersebut, maka hari Kamis pagi tersebut, para Prajurit TNI mengundang anak-anak usia SD di sekitar Pos Yigi untuk mengikuti kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional. Anak-anak yang menerima undangan tersebut langsung mendatangi Pos Yigi dengan antusias.Mengawali kegiatan, Danpos menyampaikan ucapan terima kasih atas antusiasme dan kehadiran anak-anak pada kegiatan hari Kamis pagi tersebut. Pada kesempatan itu, Danpos juga mengajak seluruh anak-anak peserta kegiatan untuk memiliki cita-cita tinggi di masa depan dan belajar dengan rajin untuk mencapai cita-cita tersebut. Setelah penyampaian materi pelajaran, Danpos membagikan beberapa jenis mainan kepada anak-anak yang hadir. Sesudahnya, anak-anak tersebut melakukan beberapa permainan dengan para Prajurit di dalam Pos. Usai kegiatan, seorang anak bernama Marta Gwijangge, berkata "Terima kasih Om Tentara, kita senang ulang tahun di Pos 432. Tuhan memberkati“.“Inisiatif Satgas Yonif 432 Kostrad menggelar kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional di Pos Yigi, merupakan upaya TNI memberikan pelayanan kebutuhan dasar, khususnya pendidikan bagi anak-anak usia sekolah, guna mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua”, ungkap Panglima KOOPS TNI, Brigjen TNI Lucky Avianto, pasca menerima laporan pelaksanaan kegiatan. (PNO-12)
26 Jul 2024, 08:15 WIT
Kubur Cita-cita Jadi Dokter, Nathanael Pilih Berjuang Masuk Akpol Karena Gratis
Papuanewsonline.com, Semarang - Calon taruna Akademi Kepolisian (catar Akpol) asal Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), Nathanael, menceritakan dirinya sejak kecil bercita-cita menjadi seorang dokter. Namun dia mengurungkan cita-citanya, lantaran keterbatasan biaya.Nathanael kini menjalani proses seleksi tingkat pusat taruna Akpol. Alasannya karena tak ingin membebani ayahnya yang merupakan orang tua tunggal. Ibunya meninggal dunia pada 2013 silam akibat menderita kanker serviks, saat Nathanael berusia 9 tahun.“Kalau cita-cita dari kecil saya mau jadi dokter. Tapi saya harus mengerti kondisi papa, karena kuliah kedokteran itu butuh biaya banyak,” kata Nathanael di sela gladi bersih tes Pemeriksaan Penampilan di Kompleks Akpol, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (24/7/2024).Ini adalah kali kedua Nathanael ikut seleksi taruna Akpol. Dia mengatakan tahun lalu dirinya gugur di seleksi tingkat daerah. “Karena saya kurang persiapan. Saya kemudian lebih baik lagi mempersiapkan diri, baik dari psikologi, dari akademik maupun dari jasmani. Puji Tuhan tahun ini saya berhasil tes sampai tingkat pusat,” lanjut putra asli Suku Dayak ini.Anak dari salah satu dosen di Universitas Palangka Raya ini mengaku setelah itu sempat berkuliah dan mengambil jurusan yang bersinggungan dengan tugas kepolisian, yakni fakultas hukum. Meski demikian, bangku kuliah tak mengurungkan semangat Nathanael untuk ikut seleksi Akpol kedua kalinya.“Papa sebenarnya sempat menentang, papa bilang kalau sudah ada yang pasti (kuliah), kenapa harus memilih yang nggak pasti (ikut seleksi Akpol). Saya bicara ke papa, ‘Mungkin tahun lalu saya gagal, saya yakin tahun ini tahunnya saya’,” ungkap pemuda kelahiran 2004 ini.Nathanael menjelaskan dua alasan yang jadi pertimbangannya masuk Akpol. Pertama, karena sejak kecil dirinya ingin bermanfaat bagi masyarakat, dan kedua adalah untuk meringankan beban ekonomi sang ayah.“Awalnya ingin jadi dokter kan agar bisa bantu orang banyak, tapi biaya (kuliah)-nya besar. Akhirnya saya niat masuk Akpol karena jadi polisi juga bisa melayani masyarakat, dan papa nggak perlu keluar uang lagi untuk kuliah saya, biaya hidup saya, karena setelah lulus Akpol langsung ada kerjaan,” terang Nathanael. Nathanael mengatakan jauh di lubuk hatinya, dia ingin membanggakan mendiang ibunda. Dia optimis lolos seleksi karena nilai tes jasmani dan akademiknya nomor satu dari 4 catar asal Polda Kalteng lainnya.“Dari Polda Kalteng ada 5 calon taruna termasuk saya dan satu calon taruni. Saya puji Tuhan nomor 1 di jasmani dan akademik. Saya ingin mama dari atas surga sana bangga, karena saya anaknya anak satu-satunya bisa menjadi polisi,” pungkas Nathanael. (PNO-12)
25 Jul 2024, 19:13 WIT
2 Anak Suku Dayak Ikuti Seleksi Catar Akpol 2024
Papuanewsonline.com, Semarang - Dua anak asli suku Dayak, Nathanael dan Josepha Angela Ivana Wirahmawan, mengikuti seleksi taruna dan taruni Akademi Kepolisian (catar Akpol) 2024. Keduanya mengaku antusias dengan keberagaman suku dan agama selama masa karantina rekrutmen tingkat pusat ini.Nathanael adalah catar Akpol asal pengiriman Polda Kalimantan Tengah (Kalteng). Sementara Josepha catar asal Polda Kalimantan Selatan (Kalsel). “Saya banyak bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah, dengan bahasanya sendiri, adat istiadatnya sendiri,” kata Nathanael kepada wartawan saat ditanya tentang hal baru yang dia dapat selama mengikuti proses seleksi tingkat pusat Akpol.Hal itu disampaikan Nathanael sesaat sebelum persiapan gladibersih tahap pemeriksaan penampilan (rikpil) di Kompleks Akpol, Semarang, Jawa Tengah (Jateng) pada Rabu (24/7/2024) pagi. Nathanael menggunakan kesempatan ini untuk mempelajari budaya serta karakter individu dari masing-masing daerah. Menurutnya ini adalah kesempatan yang jarang.“Kami di sini diwajibkan mandiri. Jadi saya belajar membawa diri, inisiatif berkenalan dengan catar lainnya selain asal pengiriman Polda Kalteng, ngobrol-ngobrol gitu kan soal pengalaman selama ikut (seleksi-red) penerimaan ini, soal budaya kami masing-masing. Itu sih hal menarik yang saya dapat di sini,” cerita Nathanael.Meski sadar harus bersaing dengan catar lainnya, Nathanael menuturkan keakraban tersebut membuat mereka bersaing sehat. “Kami tetap bersaing secara sehat,” imbuh dia. Senada dengan Nathanael, Josepha merasa para catar lainnya memperlakukannya tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Josepha merupakan calon taruni keturunan Tionghoa-Dayak.“Saya merasa teman-teman di sini tuh saling menguatkan. Di awal (masa karantina) saya sempat kangen keluarga, karena saya dari kecil sampai besar tidak pernah jauh dari keluarga. Jadi saat saya sedih, mungkin teman-teman lihat saya juga sempat nangis kangen orang tua, mereka ada saja kelakuannya biar saya ketawa,” jelas Josepha.Dia tak menampik semula merasa grogi bertemu dengan ratusan catar dari provinsi lainnya. Sejauh yang dirinya tahu catar keturunan Tionghoa hanya ada dua di tahap seleksi pusat ini, dirinya dan seorang pria asal Jambi.“Ketemu banyak teman-teman baru, pasti tetap grogi kan, pikiran sudah macam-macam lah. Saya perempuan sendiri dari polda asal, apalagi yang peremuan Tionghoa hanya saya, ada sih satu lagi calon taruna dari Jambi. Tapi seperti saya bilang tadi, ternyata teman-teman di sini penerimaannya baik banget,” ungkap dia.Josepha merasa pengalaman ikut seleksi pusat Akpol membuatnya semakin menghargai perbedaan. Dia juga jadi semakin menghargai waktu dan fokus. “Bineka Tunggal Ika kan berbeda-beda tapi tetap satu, nah seperti itu sih yang dirasakan. Kita di sini kompetisi supaya bisa lolos (seleksi), tapi tetap kebersamaan nomor satu. Dan pelajaran hidup yang saya dapat juga lebih menghargai waktu karena semuanya sudah terjadwal ketat, kita juga nggak boleh pegang HP jadi lebih fokus,” pungkas dia.Saat ini, total ada 492 orang Catar Akpol, putra maupun putri yang sedang mengikuti seleksi masuk Akpol tingkat pusat di Kota Semarang. Tahap seleksi mulai dari pemeriksaan administrasi, tes akademik, asesmen mental ideologi, pemeriksaan psikologi, penelusuran mental kepribadian, uji kesamaptaan jasmani dan anthropometri, hingga pemeriksaan penampilan.Untuk diketahui, panitia seleksi tingkat pusat Akpol dari Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri akan menutup proses seleksi dengan menggelar sidang kelulusan akhir tingkat akhir. Sidang pengumuman kelulusan rencananya digelar Senin, 29 Juli 2024. (PNO-12)
25 Jul 2024, 07:28 WIT
Satgas Yonif 323 Buaya Putih Turut Peringati Hari Anak Nasional Indonesia
Papuanewsonline.com, Ilaga Utara - Hari Anak Nasional (HAN) Indonesia berdasarkan pada pengesahan Undang-Undang tentang Kesejahteraan Anak pada 23 Juli 1979, Pos Mayuberi Satgas Yonif 323 Buaya Putih turut Serta memperingati Hari Anak Nasional, Kampung Mayuberi, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Selasa (23/07/2024).Danpos Mayuberi Lettu Inf Yudo mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional kami mengajak anak-anak kampung Mayuberi untuk belajar sambil bermain di sekolah darurat pos Mayuberi. Dapat kita ketahui bersama bahwa banyak fasilitas sekolah di Papua yang tidak layak bahkan di bakar oleh Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Pegunungan Bintang. Sesuai dengan tujuan pembentukan hari peringatan anak tersebut yaitu untuk meningkatkan kepedulian serta partisipasi dalam pemenuhan hak anak atas hidup, tumbuh, berkembang, hingga mendapatkan perlindungan dari bentuk kekerasan dan diskriminasi dan tema Hari Anak Nasional 2024 yaitu Anak terlindungi, Indonesia maju, Tambahnya. PNO-1
24 Jul 2024, 21:58 WIT
Siswa Sekolah Rimba Mumugu Sambut Gembira Hari Pertama Pasca TNI Rehab Sekolah
Papuanewsonline.com, Nduga - Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) Para Raider 503/Mayangkara Kostrad, sebagai salah satu Satuan Jajaran Komando Operasi TNI (KOOPS TNI) di Papua, tengah melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan (Opspamtas) Mobil RI-PNG, khususnya di wilayah Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. Pada hari Senin, 22 Juli 2024, para siswa yang terdaftar di Sekolah Rimba Mumugu menyambut gembira hari pertama mereka bersekolah.Kegembiraan tersebut bukan tanpa alasan mengingat sekian lamanya sarana prasarana sekolah dalam kondisi rusak dan menghentikan proses belajar mengajar para Guru dan Siswa Sekolah Rimba. Satgas Yonif 503 Kostrad turun tangan dan mengajak warga Kampung Mumugu bergotong royong memperbaiki sarana prasarana Sekolah yang rusak dan akhirnya pada hari Selasa (16/7) yang lalu perbaikan selesai. Sesudahnya, penyiapan proses belajar mengajar dilakukan oleh para Guru Sekolah Rimba. Dan akhirnya, hari Senin (22/7) Sekolah Rimba menggelar kembali proses belajar mengajar dan para Siswa sangat antusias menyambutnya.Komandan Satgas Yonif 503 Kostrad, Letkol Inf Gurbasa Samosir, telah menekankan kepada para Prajurit TNI bahwa kegiatan membantu kesulitan masyarakat di daerah tugas merupakan hal yang perlu dilakukan saat melaksanakan tugas pokok pengamanan wilayah. Oleh karenanya, Pos Batas Batu pimpinan Lettu Inf Galih Widiharyo, terus mengawal proses dimulainya belajar mengajar di Sekolah Rimba tersebut. Saat jam istirahat sekolah dilaksanakan, seorang siswa bernama Alex Menjeh menyampaikan, "Terima kasih Komandan 503. Puji Tuhan, kami dapat sekolah kembali. Tuhan memberkati Om-Om Tentara.”Usai menerima laporan kegiatan, Panglima KOOPS TNI, Brigjen TNI Lucky Avianto, menyampaikan, “Inisiatif Satgas Yonif 503 Kostrad mengawal dimulainya proses belajar mengajar di Sekolah Rimba Mumugu, merupakan realisasi TNI dalam memberikan dukungan pengamanan serta melakukan Komunikasi Sosial yang inklusif dengan seluruh stakeholder, dalam rangka mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua.” PNO-11
24 Jul 2024, 21:44 WIT
Ini Pesan Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024 untuk Hari Anak Nasional
Papuanewsonline.com, Timika - Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno., S.H., S.I.K., M.M., M.H., menyampaikan pesan kepada anak-anak di seluruh Indonesia bertepatan dengan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli. Dalam pernyataannya pada selasa 23 Juli 2024 di Timika Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno., menyatakan bahwa Hari Anak Nasional adalah momentum penting untuk merenung tentang kondisi anak-anak di Tanah Air dan untuk menyiapkan generasi masa depan menuju Indonesia Emas di tahun 2045."Hari Anak Nasional di mata saya merupakan momentum yang baik untuk merenung tentang kondisi anak-anak bangsa saat ini. Selanjutnya, segera berbuat yang terbaik untuk menyiapkan generasi masa depan bangsa menuju Indonesia Emas di tahun 2045," Tutur Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno.Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno., berharap seluruh anak-anak di Indonesia dapat membanggakan negaranya dengan hal-hal yang positif. Ia berpesan agar generasi muda saat ini tidak mudah dipecah belah oleh propaganda bangsa lain.Bayu juga meminta anak-anak muda agar berani, tidak takut gagal, dan berani mengambil risiko, karena negeri ini membutuhkan anak-anak yang selalu mencoba hingga berhasil."Harapan saya untuk seluruh anak-anak bangsa di penjuru nusantara, mari isi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif, jangan nakal, jauhi narkoba, jangan mudah dipecah belah oleh bangsa lain dan ukirlah prestasi sesuai bidangnya masing-masing untuk mengharumkan nama Indonesia di mata dunia," terang Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno.Sebagai informasi, Hari Anak Nasional diperingati oleh masyarakat Indonesia sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi dalam memenuhi hak-hak anak. Penetapan tanggal peringatan Hari Anak Nasional Indonesia didasarkan pada pengesahan Undang-Undang tentang Kesejahteraan Anak pada 23 Juli 1979.Hari Anak Nasional di Indonesia ditetapkan sejak periode kepemimpinan Presiden ke-2, Soeharto, pada 23 Juli 1979 dengan pandangan bahwa anak-anak adalah aset kemajuan bangsa sehingga perlu diperingati keberadaannya. Peringatan Hari Anak Nasional ditetapkan sesuai dengan Keputusan Presiden RI No. 44 Tahun 1984. Berdasarkan keputusan tersebut, Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli dan sejak saat itu, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional setiap tahunnya pada tanggal 23 Juli. Tema Hari Anak Nasional ke-40 tahun 2024 adalah "Anak Terlindungi, Indonesia Maju". Tema ini mengajak orang dewasa untuk melindungi generasi penerus bangsa dengan tujuan menciptakan masa depan yang cerah bagi negara. (PNO-12)
24 Jul 2024, 19:48 WIT
Catar Akpol Daffa, Hafidz Al Qur'an yang Ingin Jadi Polisi Bertanggungjawab
Papuanewsonline.com, Semarang - Berupaya menggapai cita-cita dan tetap berpedoman pada agama diterapkan oleh para Calon Taruna-Taruni Akademi Kepolisian (Akpol). Salah satunya yaitu M Daffa Athahillah yang merupakan Hafidz Al Qur'an. Daffa merupakan lulusan sekolah Thursina IIBS di Malang, Jawa Timur. Pada akhir 2023 lalu, dia mendapatkan sertifikat sebagai Hafidz yang hafal 30 juz dalam Al Qur'an. "Saya lulusan SMA, mondok di Thursina IIBS di Malang," kata Daffa. Di sekolahnya itu sebenarnya hanya diwajibkan hafal 5 Juz. Namun guru dan keluarganya menganggap Daffa punya kemampuan lebih hingga akhirnya terbukti dia hafal seluruh Juz. "Guru saya berikan motivasi kalau saya sebenarnya bisa menghafal lebih dari teman-teman. Saya minta nasihat ke ibu. Berkat semangat dan doa, sehingga saya mampu selesaikan hafalan Al Qur'an. Saya dapat sertifikat dari sekolah," ujar Daffa. "Saya sebagai penghafal Al Qur'an akan tetap berusaha jaga dan akan membaca sehingga hafalan tidak hilang dari pikiran saya," imbuhnya. Daffa ingin mengabdi kepada negara dengan menjadi polisi yang bertanggungjawab kepada tugas dan keluarga dengan berpegang pada ilmu agama. Ayahnya menjadi sosok yang menjadi panutan. "Ayah saya bertanggungjawab dengan tugas dan keluarganya. Saya ingin seperti ayah," katanya. Lolos dari seleksi panitia daerah di Polda Jawa Timur, Daffa kini berada di Akpol, Semarang untuk seleksi tingkat panitia pusat. Dia antusias karena bertemu dengan rekan dari berbagai daerah. Yang paling Daffa takjub adalah pelajaran disiplin dan peduli dengan rekan-rekan meski sedang dalam persaingan. Hukuman-hukuman yang diberikan ketika tidak disiplin pun menurut Daffa sangat adil. "Jadi seperti saat bangun pagi, bukan hanya kita, tapi satu pleton, kalau teman terlambat semua ikut dihukum. Jadi diajarkan hidup tidak apatis tapi juga pikirkan teman, walau sedang bersaing. Semua kegiatan harus bersama, kalau ada yang terlambat, semua kena hukuman dari panitia. Kita dibiasakan untuk bersama agar tidak apatis dan agar lebih disiplin," tegasnya. Untuk diketahui, 492 Calon Taruna dan Taruni Akpol sedang bersaing dalam seleksi tingkat panitia pusat tahun anggaran 2024. Mereka akan berusaha lulus dan mengikuti sidang kelulusan pada 29 Juli 2024. (PNO-12)
24 Jul 2024, 14:22 WIT
Ciptakan Lingkungan Sekolah Bersih, Satgas Yonif 762/VYS Laksanakan Karya Bhakti
Papuanewsonline.com, Tambraw - Pentingnya kebersihan lingkungan sekolah, satgas pamtas RI-PNG kewilayahan Papua Barat Daya Yonif 762/VYS Pos Yembun melaksanakan karya bhakti dengan bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah SMP N 01 Yembun di Kampung Metnayam, Distrik Yembun, Kabupaten Tambraw, Papua Barat Daya, hal tersebut disampaikan Danpos Yembun Letda Inf Lukas dalam keterangannya Rabu (24/07/2024).Letkol Inf Dwi Haryanto,S.Hub.Int.,M.H.I selaku Dansatgas Yonif 762/VYS melalui Danpos Yembun Letda Inf Johannes Lukas mengatakan, kegiatan karya bhakti tersebut dilakukan oleh 7 orang personel Pos Yembun dipimpin oleh Sertu Wisnu selaku Wadanpos Yembun dengan sasaran pembersihan area halaman luar sekolah di SMPN 01 Yembun."Karya bhakti ini merupakan salah satu wujud dari Bhakti TNI, sehingga pembersihan lingkungan sekolah ini dilakukan agar Sekolah terlihat rapi dan bersih dalam proses belajar mengajar tatap muka dapat dilaksanakan dengan nyaman dan siswa-siswi serta para guru ataupun orang yang berada di sekolah dapat terhindar dari segala penyakit akibat lingkungan yang tidak bersih", ucap Danpos. "Tujuan lain dari karya bhakti ini adalah juga untuk mempererat silahturahmi antara personel pos Yembun bersama anak-anak sekolah dan guru-guru SMP N 01 Yembun," imbuhnya. Sertu Wisnu yang memimpin kegiatan tersebut, mengatakan telah mengajak anak-anak SMP N 01 Yembun untuk melaksanakan pembersihan agar peduli akan kebersihan lingkungan dengan harapan sekolah menjadi bersih dan tertata rapi."Anak-anak sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan ini, adik-adik kita ini tidak lagi malu sama tentara terlihat dari kedekatan dalam melaksanakan karya bakti bersama," tutur Sertu Wisnu. Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 01 Yembun Bapak mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasi personel pos Yembun yang peduli akan kebersihan sekolah sehingga sekolah sekarang terlihat lebih rapi dan bersih.“Terimakasih anggota pos Yembun yang sudah peduli dengan kebersihan lingkungan sekolah yang ada di kampung kami, semoga anak-anak bisa lebih semangat dan nyaman lagi dalam belajar, Semoga melalui kegiatan ini semakin mempererat tali silaturahmi antara TNI dan masyarakat,” ucapnya. (PNO-12)
24 Jul 2024, 13:07 WIT
Pelajar SMP Kartika XVII-1 Sangat Antusias Ikuti Sosialisasi Rekrutmen Calon Taruna Akmil
Papuanewsonline.com, Kubu Raya - Para Pelajar SMP Kartika XVII-1 sangat antusias mengikuti sosialisasi rekrutmen Calon Taruna Akademi Militer (Akmil) Magelang. Sosialisasi dilaksanakan di SMP Kartika XVII-1, Jalan Adi Sucipto, Sungai Raya, Kubu Raya. Selasa (23/7/2024).Kegiatan sosialisasi penerimaan Taruna Akmil ini disampaikan langsung oleh para Taruna dan Taruni. Tampak para pelajar antusias menanyakan Kapendam XII/Tpr Kolonel Arm Fajar Catur Prasetyo, S.E., M.M., mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan pemahaman yang jelas mengenai persyaratan, prosedur pendaftaran, serta tahapan seleksi penerimaan menjadi Taruna Akmil. "Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, anak-anak SMP Kartika XVII-1 ini dapat mempersiapkan diri dengan baik jika berminat untuk bergabung menjadi prajurit TNI melalui jalur Akademi Militer," kata Kolonel Arm Fajar Catur Prasetyo. (PNO-12)
23 Jul 2024, 21:00 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru