503 Warga Sipil Tewas, KNPB Mimika : Kekuatan Militer Berlebihan, Hentikan Pertumpahan Darah
Komite Nasional Papua Barat Wilayah Mimika mengemukakan data lengkap dampak konflik yang terjadi di Tanah Papua dalam aksi damai di Bundaran Petrosea.
Papuanewsonline.com - 03 Agu 2026, 21:16 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Mimika – Komite Nasional Papua Barat Wilayah Mimika mengemukakan data lengkap dampak konflik yang terjadi di Tanah Papua dalam aksi damai di Bundaran Petrosea, Senin (3/8/2026). Ketua KNPB Mimika Yanto Awerkion menyampaikan catatan periode 2018–2026 mencatat jatuhnya korban jiwa dari berbagai pihak, bukan hanya dari kalangan sipil maupun kelompok perlawanan, melainkan juga aparat keamanan.
Berdasarkan data yang dirangkum, sebanyak 503 warga sipil tewas, 300 anggota TPNPB gugur, dan 162 prajurit TNI serta Polri turut menjadi korban.
Selain itu, jumlah warga yang terpaksa mengungsi mencapai 125.931 jiwa yang tersebar di berbagai wilayah.
Yanto menegaskan angka-angka ini menjadi bukti nyata betapa mahalnya harga yang harus dibayar akibat berlanjutnya ketegangan.
“Kami memohon agar negara memandang ini dengan serius. Kita tidak boleh lagi membiarkan ada nyawa yang melayang di tanah ini. Masalah ini bukan sekadar soal pertahanan semata, melainkan masalah kemanusiaan yang harus diselesaikan dengan jalan damai,” tegasnya.
Pihaknya juga menilai kekuatan militer yang ada saat ini sudah berlebihan dan justru semakin memperlebar jarak antara aparat dengan masyarakat.
Massa aksi juga mengangkat pduk bertuliskan “Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan” sebagai seruan bersama agar perhatian seluruh pihak tertuju pada penderitaan yang dialami rakyat.
Mereka menekankan pentingnya mencari solusi yang adil dan beradab, bukan menambah kekuatan senjata yang berpotensi menambah korban.
Penulis: Jid
Editor: OF