5 Anak Putus Sekolah dan Bermasalah Sosial Jadi Anak Asuh PJ Bupati Mappi
Mereka dijadikan anak asuh guna mendapat pembinaan dan pendidikan serta hak-hak anak yang harus dipenuhi berdasarkan undang-undang
Papuanewsonline.com - 27 Jun 2023, 10:15 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, MAPPI
– Penjabat Bupati Mappi, Michael Rooney Gomar, S.STP., M.Si mengangkat anak-anak yang bermasalah secara sosial menjadi anak asuh guna mendapat pembinaan dan pendidikan serta hak-hak anak yang harus dipenuhi berdasarkan undang-undang.
Pj Bupati juga mengajak para
pejabat dan berbagai pihak yang mampu untuk melakukan hal yang sama. Itu
disampaikan Pj Bupati saat bertatap muka dengan anak-anak yang membutuhkan
perlindungan khusus di Taman Mappi Bangkit, Sabtu (25/6/2023). Ini merupakan
pertemuan kedua dan sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan dari WKRI DPC
Kristus Raja Kepi.
Pj Bupati mengungkapkan, Tim
Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial sudah dibentuk dan akan ditetapkan
lewat SK Bupati. Tim ini akan melaksanakan program pembinaan dan pendampingan
baik dalam jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
Ini merupakan langkah yang
ditempuh Pemkab Mappi untuk memberikan hak-hak kepada anak. “Kita lihat
bagaimana keceriaan dari mereka, kebutuhan dari mereka yang sebenarnya
membutuhkan perhatian khusus. Sebagai orang tua kita bisa merasakan bagaimana
kita punya anak kandung sendiri kalau tidak diperhatikan, rasanya seperti apa,”
ujar Pj Bupati.
Untuk itu Pj Bupati mengajak
semua pihak bisa peduli dan menjadi orang tua, kakak dan adik bagi anak-anak
yang membutuhkan perhatian khusus. Dengan begitu, akan membuat anak merasa
diperhatikan dan tidak lagi berkeliaran di jalan dan melakukan hal-hal yang
tidak sewajarnya.
Tim yang dibentuk, sudah
menyiapkan beberapa langkah. Pemkab Mappi akan mendukung dana melalui Dana
Otsus untuk membantu tim dalam rangka penanganan jangka pendek, menengah dan
jangka panjang.
Menurutnya, tindak kecil dengan
cara mengumpulkan anak-anak dan dilakukan interaksi sudah menyentuh hati
anak-anak. Sehingga ini harus terus dilakukan dalam bentuk kegiatan perlombaan.
23 Juli mendatang ada peringatan Hari Anak Nasional sehingga dijadikan momen
untuk merangkul anak-anak.
Pemkab Mappi melalui tim juga
diminta segera mendata anak-anak mulai dari nama orang tua, ukuran baju, sepatu
dan lainnya. Kemudian didata berapa banyak yang belum pernah sekolah, yang
putus sekolah di SD dan SMP sehingga bisa difasilitasi untuk kembali bersekolah.
Untuk mengejar ketertinggalan, anak diberi bimbingan khusus.
Selain pendidikan formal,
anak-anak juga akan diberi pembinaan di bidang olahraga dan seni sesuai bakat
dan hobinya. Pj Bupati menyiapkan alat band yang ada di rumah jabatan untuk digunakan
berlatih.
“Nanti kita latihan. Di rumah
jabatan itu ada alat band lengkap jadi kita latihan. Kita akan pilah mana yang
punya bakat dan hobi menyanyi, main alat music, sepakbola, futsal, voli, lari,
dayung, basket. Nanti alat olahraga kita siapkan. Tim akan atur waktu kapan
kita koordinasi dengan cabor supaya dibiasakan untuk mengasah bakat dan hobi.
Begitu pula yang hobi musik. Setelah mulai masuk sekolah, kita mulai
pendampingan,” terang Pj Bupati.
Pada kesempatan itu Pj Bupati
mengangkat beberapa anak menjadi anak asuhnya. “anak ini akan jadi anak asuh
saya di bawah pengawasan dan pembinaan saya. Saya harap setelah ini tolong
didata nama orang tua, tempat tinggal dimana nanti saya akan bertemu orang
tuanya,” tutup Pj Bupati.(Redaksi)