logo-website
Sabtu, 07 Feb 2026,  WIT

TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Lumpuhkan 4 Agen Intelijen, Situasi Keamanan Kembali Memanas

Aksi Bersenjata di Wilayah Pegunungan Papua Picu Ketegangan, Warga Sipil Diminta Menghindari Aktivitas di Daerah Konflik Yahukimo

Papuanewsonline.com - 03 Feb 2026, 13:44 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Foto pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo di wilayah Kabupaten Yahukimo.

Papuanewsonline.com, Yahukimo — Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo mengklaim telah menembak mati empat orang yang disebut sebagai agen intelijen pemerintah Indonesia di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Senin (02/02/2026). Keempat korban diklaim menyamar sebagai tenaga pendidik dan tenaga kesehatan untuk mengumpulkan informasi di wilayah tersebut.


Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Kopitua Heluka, dalam pesan yang diterima jurnalis Papuanewsonline.com, menyampaikan peringatan keras kepada aparat dan pihak-pihak yang melakukan aktivitas di wilayah yang mereka sebut sebagai daerah perang. Ia menegaskan bahwa tidak ada jaminan keamanan bagi pihak yang tetap bertahan di wilayah tersebut.

"Jangan tinggal di Yahukimo, tidak ada jaminan keamanan dari aparat militer Indonesia," ujar Kopitua Heluka dalam keterangannya. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk peringatan kepada seluruh pihak agar tidak melakukan aktivitas yang dinilai berpotensi memicu konflik.

Menurut klaim TPNPB, aksi penembakan dilakukan karena pihak yang mereka sebut sebagai agen intelijen tidak mengindahkan peringatan untuk menghentikan aktivitas di wilayah operasi. Kelompok ini juga mengimbau warga sipil untuk membatasi aktivitas di daerah tersebut guna menghindari jatuhnya korban jiwa.

Selain itu, TPNPB menegaskan komitmennya untuk terus melakukan operasi bersenjata dalam rangka memperjuangkan kemerdekaan Papua. Mereka menyatakan tidak akan mundur dalam menghadapi aparat keamanan Indonesia di wilayah konflik.

"Kami tidak akan pernah ragu, gentar dan tidak mundur selangkah pun dalam medan perang," kata Kopitua Heluka. Pernyataan ini menegaskan sikap kelompok tersebut dalam melanjutkan perjuangan bersenjata di wilayah Papua Pegunungan.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim penembakan tersebut. Sebelumnya, pemerintah menyatakan bahwa situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo berada dalam kondisi terkendali, meskipun sejumlah wilayah masih masuk dalam kategori rawan konflik.

Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang insiden keamanan di wilayah Papua Pegunungan, sekaligus menegaskan kompleksitas persoalan keamanan yang masih menjadi tantangan serius bagi pemerintah dan aparat di lapangan.

 

Penulis: Hend

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE