Presiden Prabowo di Muktamar NU ke-35: Indonesia Bangkit Menuju Kemandirian Pangan dan Energi
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme mendalam bahwa Indonesia akan semakin kuat, mandiri, dan bangkit menjadi negara yang sejahtera.
Papuanewsonline.com - 28 Agu 2026, 12:41 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Jombang — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme mendalam bahwa Indonesia akan semakin kuat, mandiri, dan bangkit menjadi negara yang sejahtera. Hal ini disampaikan Kepala Negara dalam sambutannya pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Presiden menyoroti berbagai capaian program strategis yang telah berjalan, mulai dari swasembada pangan hingga perluasan pelayanan sosial yang menyentuh puluhan juta jiwa.
“Kita sudah swasembada pangan, dan sebentar lagi kita akan swasembada energi. Insyaallah dalam waktu tidak lama, kita tidak perlu lagi mengimpor BBM dalam jumlah besar,” ujar Presiden.
Ia juga menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis kini telah dinikmati lebih dari 62 juta penerima manfaat, didukung puluhan ribu dapur umum yang tersebar di seluruh negeri.
Meski masih ada kekurangan, Presiden berkomitmen terus menyempurnakan pelaksanaan agar manfaat benar-benar dirasakan oleh anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Presiden juga menegaskan peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.
“Kita akan menjamin semua barang bersubsidi sampai ke masyarakat dengan harga terjangkau, dan tidak boleh diperdagangkan untuk keuntungan pribadi,” tegasnya.
Di tengah tantangan cuaca ekstrem akibat El Nino serta kondisi geografis kepulauan, Presiden yakin kekayaan alam dan potensi energi bangsa menjadi modal utama kebangkitan Indonesia.
“Percaya sama saya, beberapa tahun lagi Indonesia akan bangkit dengan luar biasa, dan tidak akan ada yang bisa membendung kemajuan kita,” ujarnya.
Langkah berani memberantas korupsi dan melakukan efisiensi anggaran telah menghasilkan ratusan triliun rupiah yang dialihkan untuk kesejahteraan rakyat.
“Uang hasil penghematan itulah yang kita gunakan untuk membantu rakyat yang paling miskin dan paling tidak berdaya,” tandas Presiden.
Penulis: Jid
Editor: OF