logo-website
Jumat, 28 Agu 2026,  WIT

Kapolda Papua Tengah Paparkan 134 Titik Panas, Perkuat Pencegahan dan Penanganan Karhutla

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Papua Tengah yang berlangsung di Kantor DPR Papua Tengah, Kamis (27/8/2026).

Papuanewsonline.com - 28 Agu 2026, 13:51 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Papua Tengah yang berlangsung di Kantor DPR Papua Tengah, Kamis (27/8/2026).

Papuanewsonline.com, Nabire — Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Papua Tengah yang berlangsung di Kantor DPR Papua Tengah, Kamis (27/8/2026). 

Rapat yang juga dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, BMKG, serta jajaran anggota DPR Papua Tengah membahas perkembangan terkini Karhutla sekaligus langkah penanganan dan pencegahan di sejumlah wilayah yang rawan kebakaran.

Dalam paparannya, Kapolda menyampaikan hasil pemantauan yang mencatat 134 titik panas atau hotspot tersebar di tujuh kabupaten. 

Sebagian besar memiliki tingkat kepercayaan sedang, dengan rincian Nabire 47 titik, Paniai 41, Dogiyai 18, Intan Jaya 16, Puncak Jaya 11, Mimika tiga, dan Deiyai satu. Sementara Kabupaten Puncak tercatat nihil hotspot. 

Polda telah mengerahkan personel untuk melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat dalam dua shift, pagi dan sore, serta memetakan sumber air guna mempercepat proses pemadaman.

Hingga saat ini, personel telah melakukan pemadaman api sebanyak 47 kali dalam rangka Operasi Aman Nusa II. 

Tak sekadar memadamkan api, pihak kepolisian juga menjalankan penegakan hukum dengan menyelidiki dugaan pelaku pembakaran, baik perorangan maupun korporasi yang keterlibatannya masih didalami. 

Langkah ini diambil untuk memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kebakaran yang merugikan lingkungan maupun masyarakat luas.

Kapolda juga mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari medan yang sulit dijangkau, keterbatasan sumber air, sarana dan prasarana pemadaman yang belum memadai, perubahan cuaca dan arah angin yang mempercepat perluasan api, hingga keterbatasan jaringan komunikasi di wilayah pedalaman. 

Meski demikian, Polri berkomitmen terus memperkuat langkah pencegahan, pemadaman, dan penyelidikan bersama pemerintah daerah, TNI, BMKG, BPBD, serta seluruh pemangku kepentingan.

Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE