Polres Mimika Gelar Apel Kesiapsiagaan, Antisipasi Karhutla di Musim Kemarau El Nino
Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan yang semakin meningkat di tengah musim kemarau yang dipengaruhi El Nino, Polres Mimika menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla.
Papuanewsonline.com - 28 Agu 2026, 12:39 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Mimika — Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan yang semakin meningkat di tengah musim kemarau yang dipengaruhi El Nino, Polres Mimika menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan ini sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta seluruh instansi terkait demi menjaga wilayah Mimika dari ancaman kebakaran.
Kapolres Mimika, AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak, menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar pengecekan personel dan peralatan, melainkan wujud komitmen bersama dalam menghadapi risiko kebakaran yang kian nyata.
Berdasarkan data BMKG, wilayah Papua Tengah telah memasuki musim kemarau sejak awal Juni 2026, dengan puncak kekeringan diprakirakan terjadi pada Agustus hingga September.
Kondisi ini meningkatkan potensi karhutla yang dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, serta menurunkan kualitas udara dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Penanganan karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman ketika api telah membesar, melainkan harus mengutamakan pencegahan sejak dini,” tegas Kapolres.
Ia menyampaikan tujuh arahan utama, mulai dari mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi bahaya pembakaran lahan, pemetaan wilayah rawan, peningkatan deteksi dini dan patroli, penguatan sinergi lintas sektoral, kesiapan sarana-prasarana, sikap profesional dan humanis, hingga penegakan hukum tegas terhadap pihak yang sengaja atau lalai menyebabkan kebakaran.
Kapolres berharap seluruh pihak tidak membiarkan kegiatan ini menjadi sekadar seremonial, melainkan benar-benar mewujudkan kesiapan nyata di lapangan.
“Karhutla bukan hanya soal api, tetapi soal kemanusiaan, lingkungan, kesehatan, dan keberlangsungan hidup masyarakat,” ujarnya.
Ia mengajak semua elemen untuk menjadikan pencegahan sebagai kekuatan utama, kesiapsiagaan sebagai budaya kerja, dan sinergi sebagai kunci keberhasilan melindungi bumi Mimika.
Penulis: Jid
Editor: OF