Pembongkaran Makam Pdt Flo Dipimpin Langsung Oleh Direktur Reskrimum Polda Maluku
Kematin Pdt Flo Dianggap Menimbulkan Kecurigaan Sehingga Pihak Keluarga Ingin Mengautopsi Jenazah Kembali
Papuanewsonline.com - 04 Mei 2023, 17:39 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Maluku - Kepolisian Daerah Maluku terdiri dari tim INAFIS (Indonesia Automatic Fingerprint System) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan DVI (Disaster Victim Identification) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), melakukan pembongkaran makam dan autopsi jenazah Pendeta Florensye Selvin Gaspersz (Pdt Flo).
Proses ini dilakukan setelah Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia
Latif merespon cepat keinginan pihak keluarga untuk mengungkap kasus
meninggalnya Pdt Flo yang diduga tidak wajar.
Kapolda Maluku juga berkoordinasi dengan Pusdokkes Mabes
Polri untuk mengirimkan dokter ahli forensik untuk melakukan autopsi terhadap
jenazah.
Proses autopsi jenazah almarhum Pdt Flo dilakukan dokter ahli forensik dari Pusdokes Polri yakni AKP dr. Leonard Sp.F. Ia dibantu dokter pendaping umum yaitu dr. Arkipus Sp.F.

Pembongkaran makam dan autopsi jenazah almarhum Pdt Flo
dipimpin langsung oleh Direktur Reskrimum Polda Maluku Kombes Pol Andri
Iskandar di kawasan Kusu-kusus, Kota Ambon, Kamis (4/5/2023).
Autopsi jenazah Pdt Flo merupakan rangkaian dari proses
penyelidikan terkait laporan pihak keluarga yang menduga kematian almarhum tidak wajar.
Proses yang dilakukan tersebut bertujuan untuk mengetahui
penyebab kematian almarhum yang sebelumnya ditemukan tewas gantung diri pada
29 Maret 2023.
"Kegiatan autopsi hari ini menindaklanjuti laporan yang
telah disampaikan orang tua dan keluarga korban, sehingga kami dibantu tim DVI
dan dokter ahli forensik dari Pusdokes Polri dan dokter pendamping dari dokter
umum. Kami lakukan autopsi jasad almarhum yang kematiannya menurut pihak
keluarga dianggap janggal dan ada ketidak wajaran," kata Direktur Reskrimum
Polda Maluku Andri Iskandar.
Ia mengaku, proses autopsi juga dilakukan untuk mendapatkan
bukti-bukti tambahan atau bukti kelainan terkait penyebab meninggalnya
almarhum.
Proses autopsi jenazah, kata Andri, telah dilakukan. Hasilnya
nanti seperti apa, akan menunggu laporan dari tim dokter forensik.
"Jadi nanti kita tunggu saja hasilnya dari dokter yang
melakukan autopsi, kalau sudah ada hasilnya baru nanti kita sampaikan
kembali," ungkapnya.

Untuk diketahui, almarhum Pdt Flo sebelumnya ditemukan
tewas gantung diri di dalam rumah Pastori Jemaat GPM Luang, Kabupaten Maluku
Barat Daya (MBD) pada 29 Maret 2023 malam lalu.
Saat ditemukan, pihak keluarga menolak polisi untuk melakukan
autopsi dengan membuat surat pernyataan penolakan. Kasus itu mulai diselidiki
setelah pihak keluarga kembali meminta polisi untuk mengusutnya. Hal ini
setelah pihak keluarga resmi memasukan laporan polisi pada 26 April 2023 lalu.
(PNO-12)